Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 54


__ADS_3

"Okey, hati hati Nada," ucapnya. Nada tersenyum. Pamit pada orang di depannya dan melangkah pergi.


Nada melajukan mobilnya menuju ke apartemennya.


❤❤❤❤


Radit memarkirkan mobilnya di halaman apartemennya. Dia berlari menaiki life menuju ke apartemen miliknya.


Dia meminta Dani Asisten serta sahabat nya itu untuk menunggu di apartemen.


Radit membuka Apartemen dengan akses card cadangannya, namun sebelum dia masuk, dia mendapati sahabatnya duduk di depan apartemen.


"Ada apa denganmu pengantin baru??" Dani menyambut kedatangan Radit yang kacau.


"Belum genap dua hari menikah denganya aku sudah dibuatnya gila," ucap Radit sambil menyandarkan tubuhnya di dinding. Dani mengernyitkan dahinya.


"Apa yang dia perbuatan padamu? Apa dia menggodamu tuan muda?" tanya Dani sambil tersenyum sinis. Radit terdiam.


"Kenapa kau tidak mengatakan kalau dia kenal dengan Vino, Emely dan Om Pradikta?" tanya Radit. Dani mengeryitkan dahinya. Bahkan dia tidak tau hal itu.


"Aku tidak tau, yang aku tau ayahnya bekerja disana," ucap Dani. Radit menghela napas kasar.


"Apa kau cemburu?" tanya Dani lagi saat melihat gelagat Radit yang tampak tak seperti biasanya. Radit masih terdiam.


"Kurasa kau harus menyerah Tuan Muda, Nona Nada bukan wanita sembarangan. Dia wanita terhormat. Wajahnya cantik, rambut indahnya selalu dia sembunyikan di balik kerudungnya. betapa Tuan beruntung memiliki nya, mungkin Anda yang pertama. Bahkan tidak sembarang orang bisa membuatmu seperti ini," ucap Dani sambil menyandarkan kepalanya di dinding. Dani tersenyum, ternyata ada juga yang bisa membuat bosnya jadi kelimpungan.


"Aku tidak akan menyerah, aku yakin dia sama saja dengan wanita di luaran sana, bahkan dia mencoba mencari muka di hadapan banyak lelaki, sangat memuakan," ucap Radit saat mengingat penampilan Nada tadi.


"Jangan hanya karna satu wanita yang melukaimu, kau berfikir semua wanita sama Tuan, sepertinya kau sewot sekali Nona Nada diperhatikan banyak orang," tutur Dani sambil tersenyum .


"Lupakan, apa ada kabar dari proyek?" Radit tampak mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Sejauh ini masih aman," jawab Dani. Radit menghela nafas panjang.


"Aku masih saja mempunyai firasat buruk pada Zifana, aku yakin ada permainan dibelakangnya," ucap Radit.


"Kau tenang saja, aku selalu mengawasinya," ucap Dani.


"Apa kau akan mengakhiri pernikahanmu jika proyek benar-benar selesai?" tanya Dani.


"Aku tidak tau," sahut Radit cepat.


"Jika itu yang terjadi, jangan salahkan aku jika aku mengambil Nona Nada dari mu," ucap Dani. Radit mengernyitkan dahinya.


"Apa kau bercita-cita menjadi perebut bini orang?" tanya Radit. Dani tersenyum tipis.


"Bini siapa? Bukankah kau tidak mengakuinya?" tanya Dani dan berhasil membuat Radit mengepalkan tangannya.


"Apa kau lupa, dia milikku. Jangan harap bisa mengambilnya dariku," ucap Radit.


"Apa kau benar-benar menyukai wanita itu?"


"Entahlah, aku tidak tau tuan muda. Hanya saja ketika melihat Nona Nada bahagia, aku bahagia. Dan jika ada sesuatu yang mengancamnya aku tidak rela," ucap Dani sambil tersenyum.


"Apa kau benar-benar menyukai istriku?"


tanya Radit ketus, sambil memandang asisten pribadi nya.


"Aku tidak tau tuan muda, makanya jaga istrimu jika kau tidak ingin dia berpaling,"


Hati seorang Radit berdesir, entah ketika Dani mengatakan sebuah kejujuran atau bualan hatinya begitu tidak rela. Dani bagaikan ancaman yang nyata. Baginya ucapan Dani lebih meyakinkan dari pada perkataan para lelaki di pesta tadi.


"Aku tidak seberani itu tuan, aku tidak akan merebutnya. Akan tetapi aku akan selalu ada ketika Nona Nada membutuhkanku," ucap Dani.

__ADS_1


"Jadi kau akan Berperan menjadi pahlawan di depannya begitu?" tanya Radit.


Dani dan Radit tertawa bersama. Entah bagaimana pun mereka berdebat dan bertengkar mereka akan kembali akur, mereka seperti saudara yang selalu bertengkar karna hal kecil dan akan kembali akur setelah itu.


"Selagi kau mempunyai berlian, jagalah. Berlian adalah perhiasan langka, jangan sampai membuangnya dan menguntungkan orang lain," ucap Dani. Radit menghela napas panjang.


"Sudahkah kau bicara?" tanya Radit.


"Pergilah Tuan muda, sudah jam 22.00 kurasa istrimu menunggumu," ucap Dani sambil tersenyum.


"Kau mengusir ku?" tanya Radit.


"Apa kau yang disini, dan aku yang menemani istrimu?" tanya Dani. Radit melemparkan buku kearah Dani. Dani tertawa terbahak-bahak, begitu senang hatinya menggoda bos nya.


Radit segera melangkah pergi dan menuju ke apartemen Nada


😃😃😃😄


Nada yang tampak khawatir dengan keadaan Radit yang tengah emosi segera pergi ke apartemen. Namun, dia harus kecewa saat dirinya tidak menemukan Radit di apartemennya.


Nada melangkah masuk dengan perasaan kecewa, entah kenapa dia berharap di malam pengantin ini dia bisa bersama dengan Radit di apartemen ini. Entah apa yang dilakukan, tapi dia ingin ada Radit ada di sampingnya.


Air mata Nada tiba-tiba saja mengalir. Aishh kenapa dia melow sekali? Kenapa memikirkan manusia jahat itu? Bukankah dia tidak akan kenapa-napa hanya karna tadi papa Emyli membahas perjodohan antara dirinya dan Vino?


Nada masuk ke dalam kamarnya dan menutup kamarnya. Nada bersandar ke pintu dan terduduk di lantai. Nada memeluk lututnya dan memejamkan matanya. Sesak sekali hatinya. Pengantin yang sangat menyedihkan, bahkan dimalam pertamanya dia harus sendiri.


"Apa yang membuatmu menangis?" suara itu membuat Nada terkejut. Siapa yang berada di kamarnya?


😍😍😍😍😍😍


😍😍😍😍😍😍

__ADS_1


Eng ing eng... olahraga jempolnya jangan lupa wlwkwk


__ADS_2