
Bukankah mereka memang sudah saling memaafkan? Lalu kenapa dengan mamanya? Nada menatap ke arah Mama, Nenek, dan juga kekeknya.
"Bukankah memang kita seharusnya saling memaafkan Ma? Lalu apa lagi?" tanya Nada sambil menatap teduh ke arah Mama mertuanya. Mira menghela napas panjang dan mengusap pelan puncak kepala menantunya.
"Mama tidak tau lagi bagaimana meminta maaf, akan tetapi Mama sangat malu. Mama dulu menghina, mencacimu, tapi nyatanya kamu adalah orang yang selama ini mama banggakan. Lewat semua desain dan pencapaian. Jika saja Mama tau sebelumnya, mungkin Mama tidak akan pernah menyakiti perasaanmu." Mama Mira menatap Nada dengan penuh sesal. Nada tersenyum dan menatap mertuanya dengan tenang.
"Jika semua orang memandang harta adalah segalanya, lalu dimana letak sebuah ketulusan Ma? Hidup itu tidak muluk dengan pencapaian dan harta, terkadang ketulusan adalah satu hal yang membuat kenyamanan. Cukup kita belajar, bahwa tidak semua yang terlihat rendah adalah suatu kejelekan," ucap Nada.
"Jadi sudah sejauh apa persiapan presepsi pernikahan kalian?" tanya Nenek Amy memyqhut.
Nada menatap ke arah Radit, karna memang dia tak mengetahui apapun.
"Sudah 99 persen Nek, aku sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari," ucap Radit dengan santai. Nenek Amy tersenyum dan menatap ke arah cucunya.
"Nenek bahagia melihat kalian bahagia, Jadi setelah kalian, kami ingin juga melihat Micel bahagia," ucap Neneknya.
"Ngomong-ngomong tentang Micel, Vino ingin melamarnya." Radit menatap ke arah Nenek, Kakek dan Mamanya secara bergantian. Mereka tampak terkejut dan menatap Radit dengan heran.
"Adikmu baru 20 tahun, Marvel," protes neneknya.
"Vino akan menjadi suami dan kakak yang baik untuk Micel," jawabnya enteng.
Di atas sana, Micel memejamkan matanya. melirik jam yang menunjukan pukul 21.00. Vino bilang akan datang melamarnya malam ini. Mau sampai kapan dia harus menunggu? Micel menarik napas dalam-dalam. Menerima lamaran Vino? Apakah itu suatu keputusan yang baik? Lalu, dimana Vino saat ini?
Tak mau nantinya kecewa, atau bahkan akan sakit hati. Micel memilih untuk kembali ke dalam kamarnya.
"Lalu, kapan dia kesini?" tanya Mama Mira.
"Tadi dia bilang hari ini, tapi mungkin karna suda kemalaman Vino akan menundanya." ucap Radit sambil merangkulkan tangannya ke pundak Nada.
__ADS_1
"Kalau begitu istirahatlah, kalian akan mengadakan resepsi lusa. Dan Mama yakin akan ada banyak hal yang akan kalian kerjakan," ucap Mama sambil tersenyum.
Radit dan Nada mengangguk kemudian melangkahkan kaki menuju ke kamar utama. Nada membuka hendel pintu, dilihatnya dinding yang menampakan lukisan indah keluarga bahagia disana. Hanya ada Radit, Mama dan juga papanya.
Nada mengusap pelan lukisan itu dan memandang ke arah suaminya.
"Kenapa?" tanya Radit.
"Aku ingin lukisan ini diganti, aku mau Micel juga ada di sini. Micel adalah adikmu dan dia bukan orang lain," ucap Nada. Radit mengusap pelan pipi Nada dan tersenyum.
"Aku akan menambahkan foto Micel di situ, kamu juga akan aku lukis di situ," ucap Radit. Nada menautkan alisnya.
"Kamu yang akan melukis?" tanya Nada. Radit tersenyum dan mengangguk.
"Ya, aku hobi dan pandai sekali melukis, melukis namamu di hatiku pun juga menjadi hobi terbaruku." ucap Radit.
Nada tersenyum dan menampakan wajah merah meronanya. Ditatapnya wajah Radit yang terlihat tampan dan sanggup membuatnya jatuh cinta untuk kesekian kalinya.
Radit tersenyum dan mengangkat dagu Nada, mengamati setiap inci wajah Nada yang mempesona.
"Dear, I love you to. You are My lovely Wife," ucapnya kemudian memberikan ciuman hangat untuk wanita yang begitu dia cintai. Wanita yang mampu menjadi pelabuhan cintanya. Nada menikmati setiap sentuhan hangat dari Radit. Meniatkan segala sesuatunya untuk beribadah kepada Sang pemberi Hidup.
❤❤❤❤❤
Hari H resepsi telah di depan mata, Nada tampil cantik dengan gaun yang indah.
di samping kirinya sudah ada ibunya dan ayahnya yang baru saja datang dari kota J. Di samping kanannya ada keluarga dari Radit. Nenek Amy, Mama Mira dan Kakek Rey.
Mereka semua bahagia, tersenyum bahagia dengan penuh cinta.
__ADS_1
Di bawah sana, ada Delon yang tampak mencari keberadaan seseorang yang beberapa hari ini tak nampak batang hidungnya. Nicho tampak juga mencari keberadaan seseorang.
Vino? Entah, sejak malam itu Vino tak ada kabar. Bahkan Micel tampaknya sangat kecewa. Kecewa dan menyisakan sesak di dalam dadanya.
Radit hanya bisa mencoba percaya pada Vino, saat ini adalah hari bahagianya. Dirinya tak mau saja merusak kebahagiaannya dengan hal yang menyakitkan.
Micel? Gadis cantik itu menuruni anak tangga dengan anggun. Netranya menatap ke arah pelaminan, kedatangannya yang memukau menghipnotis satu mata yang sedari tadi melihatnya tanpa berkedip.
"Kau memandangnya?" Delon menepuk pundak Nico yang menatap Micel dengan takjub,"
"Siapapun akan mengarahkan pandangan pada wanita yang menyita perhatian sepertinya," jawabnya dan diangguki oleh Delon.
Di tengah pesta yang meriah, datang juga pasangan yang tampak menyita perhatian. Dokter tampan dan wanita berhijab yang kini menuju ke atas pelaminan. Siapa lagi kalau bukan Sifa dan Arfan yang tak sengaja berpapasan di depan sana.
Nada dan Radit merasa bahagia. Lengkap sudah kebahagiaannya. Hanya Dani, Vino dan Emely yang saat ini belum ada di antara mereka. Zifana? Bahkan Zifana tak ada kabar setelah Zif bontique dengar dengar di jual oleh orang tuanya dan di beli oleh pengusaha kaya.
Para kolega bisnis dan staf kantor bahkan jajaran direksi, klien penting berdatangan diacara resepsi yang serba mewah itu. Bahkan para wartawan berdatangan untuk meliput berita.
Kebahagian Sepasang suami istri yang telah resmi menikah menurut agama dan negara dan diakui juga oleh khalayak itu lengkaplah sudah dengan adanya calon bayi yang ada di perut Nada. Radit menatap ke arah Nada dan memegang kedua pipi wanita cantik yang menjadi pelabuhan cintanya itu.
"Dear, I love you yesterday, I love you still, I always have love you, I always love you." ucap Radit dan mampu membuat semua orang bertepuk tangan untuk kebahagian mempelai berdua.
❤❤❤❤❤❤
Alhamdulilah...
PCSC 1... End juga akhirnya. Akan tetapi, kisah cinta mereka tetap akan berlanjut.
PCSC 2 (Pelabuhan Cinta Sang Ceo) lanjut disini juga ya...
__ADS_1
Terimaksih untuk readers tercinta. ...
Love sekebon cabe😍😍😍😍