Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 39


__ADS_3

Arfan, Nada dan ayahnya melirik berkas yang berada di lantai. Arfan mengambil berkas itu dan tampak syok membacanya.


Arfan meremas berkas itu dan melempar tak terarah. Meskipun dia dan keluarganya bukan siapa-siapa, tak mau juga adiknya direndahkan seperti ini.


Dani tersenyum tipis dan melirik berkas yang sudah seperti bola kasti itu.


"Berarti kalian siap hancur malam ini, oke Dokter Arfan, MRD group berperan penting terhadap rumahsakit yang anda tempati, jadi saya akan meminta mereka untuk memecat anda. Dan Kau, Bapak hasan, Perusahaan yang anda naungi juga bekerja sama dengan perusahaan kami, jadi untuk menghancurkan karir kalian tidak sulit bagiku,"


"Lakukan jika itu membuat adiku terbebas," ucap Arfan.


Nada menangis pilu di pelukan ayahnya. Dia membenci Radit beserta orang di depannya. Apa ini salah satu rencana Radit untuk menjebaknya? Apa ini niat terselubung dari satu miliar waktu itu ?


"Okey, bukan hal yang sulit untuk melakukannya," ucap Dani. Nada terkesiap, dan menatap ke arah Dani.


"Jangan lakukan itu," teriak Nada dan melepas pelukan ayahnya kemudian melangkah ke arah Dani.


"Apa ada penawaran yang menarik Nona?" tanya Dani dengan tampang angkuhnya. Nada menghela napas panjang dan menghapus air matanya.

__ADS_1


"Aku setuju dengan pernikahan itu, jangan pernah melibatkan orang tuaku dan kakakku. Hanya saja aku minta hilangkan perjanjian itu, aku tidak butuh kontrak itu, apalagi kompensasi yang dijanjikan," ucap Nada.


Dani terkesiap kaget, wanita ini tidak menginginkan kompensasi? Tidak takutkah dirinya dicerai Radit dan tidak mendapatkan apapun jika tidak ada perjanjian? Maksud dari kontrak itu untuk menjamin kesejahteraan kedua belah pihak, lalu kenapa wanita ini menolak?


"Apa kau berencana melanggar aturan di sana? Atau kau mau menjadi istri seutuhnya dan menguasai semua harta? Atau mungkin kau berniat mengambil hati Tuan Marvel untuk mencintaimu?" sinis Dani.


"Aku akan menjadi istri sesungguhnya, menuruti semua yang kalian mau dengan berharap ridho dan kompensasi dari penguasa alam semesta. Tanpa kalian capek-capek menulis, sudah semestinya seorang istri melakukan apa yang menjadi keinginan suami. Merebut cintanya? Bukankah itu tidak dilarang? Bahkan dalam pejanjian tadi juga tidak ada larangan merebut cintanya kan?" ucap Nada.


Ayah Hasan menghela napas panjang. Nada benar-benar wanita yang berpendirian kuat.


"Lalu, mau sampai kapan kau menjadi istri Tuan Marvel?" tanya Dani sambil menyedekapkan tangannya di depan dada.


"Wewenang itu ada pada Tuanmu, mempertahankan aku menjadi istrinya atau menalakku. Semua keputusan ada di tangannya. Aku akan menerima dengan ikhlas," ucap Nada sambil mengusap air matanya.


Ucapan-ucapan Nada menerbitkan seluas senyum sinis manusia di atas ranjang. Seorang yang tidak percaya pada cinta itu hanya menganggap ucapan Nada hanya bualan semata.


Dani tersenyum tipis kemudian menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Sayang sekali Nona. Yang dibutuhkan Tuan Marvel adalah istri kontrak, jadi semua sudah diatur di awal. Jadi... "


"Terima sarat darinya," ucap Seseorang yang kini duduk dari pembaringan.


Semua orang menatap ke arahnya. Radit mengambil kaos di sampingnya dan memakainya. Melihat itu membuat Nada memejamkan matanya, rasa sesak menyeruak saat mengingat perbuatan Radit tadi.


Radit juga meraih celana panjang dan memakainya, setelah itu dia berjalan ke arah di mana orang-orang berdiri.


"Kita bicarakan di bawah, keluar dari kamarku sekarang juga," sentaknya.


Dani meminta Arfan dan Pak Hasan keluar. Sedang Nada masih menatap Radit dengan sorot mata benci. Bahkan Radit juga menatap Nada dengan sorot mata tajam. Beberapa bayangan melintas di otak Radit tentang kejadian yang tadi.


"Wanita sial, selalu membuat kesialan di hidupku. Kau harus bertanggung jawab atas ini," ucap Radit sambil menunjuk kepalanya yang di perban.


🎀🎀🎀🎀


Asek... Like komennya mana 😭😭😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2