Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 141


__ADS_3

Radit menatap ke arah delon yang terkekeh. Delon berdiri dan memberikan sebotol anggur pada Radit.


"Sebaiknya kau minum, sepertinya kau memelurkan ini." ucap Delon.


"Tidak, sebaiknya kamu simpan lagi. Aku lama sekali tidak minum," jawabnya.


Delon terkekeh pelan dan menatap Radit sambil menepuk pelan pundak Radit.


"Kalau begitu pulanglah, bekerjapun sepertinya tak bisa. Kau harus bertemu dengan Nada," ucap Delon lagi.


"Delon,"


"Hem, kau tau, aku ingin kau membelikan aku sesuatu dulu." ucap Radit sambil mengusap pelan wajahnya.


"Apa?" tanya Delon.


"Belikan aku nasi goreng bang Mali," ucap Radit sambil menatap Delon yang tampak terkejut.


Nasi goreng bang Mali adalah nasi goreng faforit mereka di SMA dulu, Radit menginginkan? Perjalanan hampir memakan waktu 1 jam dari sini. Delon tampak menelan ludah kasar.


"Okey, biar orangku yang membelikan untukmu," ucapnya.


"No, aku bilang kamu yang membelikan. Bukan orangmu, kalo orang lain aku juga bisa melakukan," sanggah Radit. Berita Nada yang sudah mereda di media membuatnya lega sehingga dia bisa berlama lama dengan sahabat baiknya. Tidak ada Dani, dan dia bingung harus bagaimana.

__ADS_1


"Aku akan mengantarkan padamu nanti, saat ini aku sibuk Vel," gerutu Delon.


"Memangnya kenapa tidak pergi sendiri? Merepotkan saja kau ini," ucap Delon sambil mengacak rambutnya.


" Aku pengennya kau yang membelikan, kenapa protes saja!" sentak Radit.


"Kau itu minta tolong atau malak?" bantah Delon.


"Udah kayak ibu hamil aja kau ini, menjengkelkan," ucap Delon sambil merapikan meja dan melirik jam yang menunjukan pukul 09.00.


"Hem, memang ibu hamil menjengkelkan?" tanya radit. Tangannya terulur mengambil snak di meja kemudian mengunyahnya.


Beberapa hari ini mulutnya tak mau berhenti makan, ditengah malam pengen jagung bakar. Dini hari pengen rujak, dan menjelang siang kepengen nasi goreng. Apa dirinya baik-baik saja?


Mereka menyadari sesuatu, Radit beristri dan tingkahnya sangat aneh. Nada juga beberapa hari tampak mual dan muntah. Apa artinya Nada hamil?


"Apa kita memikirkan hal yang sama?" tanya Radit sambil terkekeh.


"Sepeetinya kita sehati, Marvel." Delon menjawab. Radit berdiri dan mengulurkan beberapa lembar uang untuk Delon.


"Jangan lupa belikan," ucapnya.


"Masukan lagi, aku masih bisa membayar 10 porsi nasi goreng pesananmu," ucap Delon. Radit terkekeh dan meletakan lembaran uang di meja.

__ADS_1


"Kasih bonus pada Mang Mali, sekarang aku harus bertemu dengan Nada, aku harus memastikan sesuatu," ucapnya sumringah kemudian berlari ke pelataran kantor Delon.


Radit menerbitkan senyum cerianya, dia ingin memastikan kebenarannya. Nada mengandung? Memang dia tak bisa meragukan keperkasaanya. Dia yakin, di usia 28 tahun nanti dia akan mendapatkn kabar bahagia ini.


"Nada Aira, aku mencintaimu. I love you," lirihnya.


Radit menancap gas mobilnya kemudian segera mengarahkan mobilnya menuju ke mansion utama.


🎀🎀🎀😍


"Nona Nada hamil?" tanya wartawan pada petugas medis di sampingnya.


"Sepertinya begitu, untuk itu jangan mendesaknya atau membuatnya setres. Jadi saya harap kalian bisa menjaga kontrol emosinya. Kami harus segera memberikan perawatan, jadi saya harap para wartawan bisa menjaga ketenangan pasien disini dengan tidak membuat kegaduhan," ucap seorang tenaga Medis.


Mira yang mengetahui dari atas tentang kejadian ini segera turun. Rasa khawatir pada Nada membuatnya tergerak untuk segera menghampiri kegaduhan. Alangkah terkejutnya dia saat melihat Nada yang berada di atas brankar. Nada hamil dan banyak sekali mengalami tekanan, itu bisa membahayakan kandunagannya.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Mira.


"Kami akan memeriksanya Nyonya," ucap tenaga medis itu.


Para wartawan yang hampir saja keluar tercengang melihat Nyonya Mira Handika mendekat ke arah Nada.


Sebenarnya ada teka-teki apa? Antara Nada dan keluarga MRD group?

__ADS_1


🎀🎀🎀🎀


__ADS_2