Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 2. Nada VS Radit


__ADS_3

Nada yang merasakan hancur di dalam hatinya segera berdiri. Nada hampir saja melangkah, namun lengan kekar menarik dirinya seakan meminta untuk tetap berdiri di tempat.


Nada segera menoleh, dilihatnya Radit menatap dirinya dengan hawatir. Radit yang baru saja selesai bertemu dengan Mr Tan dan beberapa klien lainnya segera menuju ke Sheyna bontique setelah mendapat kabar kedatangan Selena ke butik itu dari Sifa.


Rasa hawatir yang menyelimuti membuat Radit menancap gas mobilnya supaya bisa segera bertemu dengan Nada-wanita yang dia rindukan. Ponsel Radit yang tertinggal di mobil membuat Radit tidak bisa mengangkat panggilan dari Nada. Fokusnya untuk segera menyelesaikan urusan dengan Selena ternyata malah memberikan kehancuran bagi istrinya karna tidak mengangkat panggilan darinya.


Sepasang suami istri itu saling menatap, sadar keberadaan Radit di depannya, Nada menepis tangan Radit dari lengannya. Mencoba melangkah dan menghindari Radit. Akan tetapi, Radit kembali menarik tangan Nada dan berdiri tepat di depan istri cantiknya.


Radit tau, Nada tengah bersedih. Bahkan merasakan hancur.


"Aku akan menjelaskan, Dear." ucap Radit. Nada menghela napas panjang. Netranya menatap ke arah Radit. Kecewa? Tentu, tentu Radit kecewa karna Radit tak mengatakan dari awal. Apa itu artinya dia dan Selena masih berhubungan sejak dulu?


"Aku ingin sendiri, Tuan Marvel." ucap Nada.


Deg

__ADS_1


Nada mengatupkan tanganya memberi salam kepada Radit dan melenggang pergi. Radit memejamkan matanya mendengar sapaan itu, mereka menjadi sangat jauh, seperti orang asing. Hati Radit seakan teriris sambil menatap Nada yang semakin menjauh dan hilang di balik pintu.


Radit bergegas melangkah, mengejar langkah Nada menuju ke ruangan pribadi Nada. Nada mengunci pintu, Radit mengetok dengan pelan.


"Dear, tolong dengarkan penjelasanku," ucapnya.


Nada menghela yang mendengar ketokan pintu dari Radit yang ada di luar. Nada memejamkan mata indahnya, bersandar di pintu dan merosot ke bawah. Isak tangisannya terdengar dari luar. Membuat Radit kembali mengetok beberapa kali.


"Tolong dengarkan penjelasanku Dear," ucap Radit. Nada sepertinya belum mau ditemui, Nada terdiam dan mencoba menekan hatinya. Sebenarnya, dia sangat merindukan suaminya. Ingin memeluk erat dan menumpahkan segala resah.


Sudut bibir Radit terangkat membentuk sebuah senyuman mendengar suara istri yang dia rindukan, akan tetapi hatinya terasa sakit mendengar Nada memintanya pergi.


"Dear, tolong dengarkan aku! Aku tidak melakukan apapun, bahkan aku yakin di perutnya bukan benihku. Hanya kamu Sayang, jikapun dia hamil, itu bukan anakku. Kalau tidak percaya, kita tunggu dia melahirkan. lihat saja, anaknya tidak akan setampan aku." ucap Radit.


Nada memejamkan matanya, apa apaan ini. Kenapa narsis sekali itu suaminya di tengah kegundahannya? Nada tersenyum, tapi juga menangis. Nada mengusap air matanya. Apa sangat egois dirinya? Apa dia salah membiarkan Radit di luar? Nada membuka pintu. Mencoba mendengar penjelasan Marvel Raditia Dika suaminya.

__ADS_1


"Silahkan masuk Tuan Marvel,"


Nada mempersilahkan masuk Radit, Nada melangkahkan kakinya dan berjalan menuju ke arah sofa. Radit mengikutinya, dengan membawa penyesalan dalam hatinya, membawa rindu dan cinta yang mendalam untuk istri tercinta dari hatinya yang paling dalam.


"Silahkan duduk Tuan Marvel," Nada mempersilahkan Radit duduk. Radit duduk di sofa di depan Nada. Nada berdiri dan menatap Radit.


"Tunggulah sebentar Tuan, aku akan mengambilkan minum untukmu," ucap Nada. Radit tak tinggal diam. Dia mengikuti langkah Nada, mengekor di belakang Nada. Nada berhenti dan memutar tubuhnya.


"Tunggulah di sana, jangan mengikuti ku Tuan!" bentak Nada.


"Dear, kumohon maafkan aku. Kita harus bicara," Radit menatap Nada dengan tenang, membuat Nada memicingkan matanya.


"Tidak ada yang harus dibicarakan, Tuan Marvel. Tunggulah disana," ucap Nada kemudian melenggang pergi.


😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2