Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC2. Akhir Kisah Bahagia.


__ADS_3

Waktu terus berlalu, hari berganti hari, bulan berganti bulan. Acara tujuh bulanan waktu itu berjalan dengan lancar. Saat ini Nada dan Radit tengah berbahagia dengan kelahiran putra pertama Mereka yang berjenis kelamin laki laki.


"Siapa namanya Kak?" Micel menimang baby boy itu dan tersenyum ke arah Nada.


"Namanya Dirly. Abbiya Dirly Raditia." jawab Radit yang kini masuk ke dalam ruangan.


Nada dan Micel saling memandang dan tersenyum sambil menatap ke arah baby Dirly yang tampan dan sangat menggemaskan. Nada melahirkan dengan operasi, Nada mencoba untuk bangun, dengan sedikit meringis menahan sakit di perutnya.


Radit segera datang dan mendekat ke arah istri tercintanya. Membantu ibu dari anaknya untuk bangun.


"Wah, nama yang sangat indah. Dia tampan, namanya indah, siapa lagi kalau bukan keponakannya aunty Micela," ucap Micel sambil tersenyum.


Nada dan Radit saling berpandangan dan tersenyum. Tak lama dari itu, Mama Mira. Nenek Amy, Kakek Rey datang bergantian. Memberi selamat pada Nada dan juga Radit. Mereka turut bahagia dengan kelahiran putra pertama dari Nada dan juga Radit. Ibu dan juga Ayah Nada dari pulau J juga hadir untuk mendampingi lahiran anak pertama dari Nada. Mereka tampak bahagia. Bahagia sekali. Saling bercengkrama dengan hangat.


Mama Elina dan Papa Pradikta juga turut hadir dalam momen ini. Mereka juga berbincang hangat di dalam dan luar kamar Nada.


Davina dan juga Vito ikut meramaikan momen bahagia dari kakak Micel itu. Davina dan Alvino juga sudah saling bertemu waktu itu, meraka sudah mengetahui kebenaran bahwa mereka saudara kembar. Bahkan, Vino yang dulunya ikut gerombolan mafia karna untuk mencari saudara kembarnya kini berjanji untuk tidak kembali pada dunia lamanya.


Micel memejamkan matanya, mengingat sang suami. Hubungan pernikahan dengan Alvino Pradikta sudah membaik. Bahkan, Asila yang sempat ingin mengacaukan kembali hubungan mereka kembali gagal.


Akan tetapi, hampir sebulan lamanya Vino mengerjakan beberapa proyek di negara tetangga. Hingga saat ini, rindu menggebu di hatinya. Bahkan malam pertama masih tertunda.


"My lovely Husband, aku merindukan dirimu," lirih Micel disela sesak napasnya.


Micel menyerahkan Baby Dirly pada Mama Elina, kemudian Micel pergi keluar dari kamar Nada. Micel melangkahkan kaki keluar dari rumah sakit. Air mata kerinduan mengalir dengan sendirinya.


Micel membuka pintu mobilnya yang memang tidak terkunci. Terkejut saat dirinya mendapatkan seseorang dengan santainya tidur di kursi kemudinya.


Micel yang jengkel membuat gerakan tangan, mengarahkan pada punggung orang di depannya. Tampaknya orang bertopi itu terkejut dan keluar dari mobil.


"Kenapa kamu lancang sekali tidur di mobil orang? Kamu maling ya?" teriaknya sambil memberikan tendangan dan pukulan, sehingga banyak orang berdatangan. Bahkan security rumah sakit juga datang di sana, menyaksikan betapa antagonis seorang Micela menyerang.

__ADS_1


"Dasar maling," sentaknya lagi. Orang itu menggerakkan kaki dan tangannya. Membalas serangan Micel. Micel semakin geram, dadanya seakan menggebu dan kembali menyerang, orang bertopi itu membuat satu gerakan sehingga menjegal langkah Micel. Micel membelelalakan matanya. Terkejut jika pada akhirnya harus jatuh. Akan tetapi, orang bertopi itu Merengkuh dirinya. Mereka dekat dan merapat. Micel mencoba melepaskan dirinya, akan tetapi dia tak sanggup melakukannya. Cengkraman tangan itu terlalu membelit dirinya.


"Selamat siang Nona Micela, apa kau tega untuk menyerangku kembali?" tanyanya sambil membuka topi. Menampakan wajah sumringah yang begitu tampan.


Micel membelalakan mata indahnya, memandang lelaki tampan yang berstatus menjadi suaminya itu.


"Kak Vino," ucap Micel. Vino tersenyum dan mengusap lembut pipi Micela.


"Aku merindukanmi, My Lovely Wife," ucapnya dengan lembut sambil menatap lekat wajah Micela.


Micel memejamkan matanya. Mereka masih tetap dalam posisi yang sama. Banyak yang mengambil gambar momen itu, bahkan vidio.


"Vino, Micel. Lanjutkan nanti dirumah," Radit berteriak dari lantai dua. Keluarga mereka yang mendengar keributan segera melihat ke bawah dan alangkah terkejutnya mendapati perkelahian Micel dan Vino. Micel dan Vino mendongak ke atas.


"Dasar Mafia," sentak Radit dari atas sana. Micel dan Vino saling berpandangan dan tersenyum. Micel segera berdiri, menatap canggung ke arah Vino.


"Kita pulang sekarang, ada hal yang harus kita lakukan. Emely juga sudah pulang, aku akan mengenalkanmu padanya," ucap Vino sambil menatap ke arah istrinya.


"Apa yang harus kita lakukan kak?" tanya Micel.


"Kau akan tau Nyonya Vino," ucap Vino sambil mengangkat tubuh Micel. Micel merangkulkan tangannya di leher Vino.


"Aku mencintaimu, Nona Micel. Aku berharap bisa mempunyai malaikat kecil seperti Marvel di tengah pernikahan kita," lirihnya, Micel memejamkan mata indahnya. Bahagia dia rasakan.


Di ujung sana, Nicho tersenyum tipis. Bahagia ketika melihat sahabat sahabatnya bahagia.


Kini di kamar rawat hanya ada Nada dan Radit yang saling berangkulan, sedangkan para anggota keluarga tengah mengikuti Baby Dirly di ruang bayi. Nada dan Radit saling memeluk dan menatap ke arah Micel dan Vino di bawah.


"Semoga cinta Vino dan Micel abadi selamanya, begitu juga dengan kita Yang," ucap Nada sambil tersenyum dan diangguki oleh Radit.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


Alhamdulillah... Akhirnya selesai juga 😂😂


Terimakasih atas dukungan kakak kakak semuanya.


Semoga manfaat ya. Ambil sisi positif dan tinggalkanlah yang negatif. Maafkan author yang Belum bisa menyajikan karya yang sempurna.


Nah Karna karya ini sudah End. Aku akan memperkenalkan karya baru yang insyaallah segera rilis.


❤❤❤❤❤


Ketika takdir mempertemukan dengan apa yang kita tidak mau... Apa yang harus kita lakukan?


Ketika kenyataan tak sejalan dengan apa yang menjadi angan, lalu bagaimana kita bisa menerima dengan lapang dada? Allah SWT Mempunyai cara sendiri untuk memberikan kita kebahagiaan dengan caranya yang istimewa.


Harus menikah dengan orang yang tak dikenal? Orang yang membencinya sejak pertama kali bertemu?


Kebencian pada wanita yang hampir melenyapkan nyawa adik sepupunya dalam insiden kecelakaan membuat Dani melakukan hal nekat menyekap Emely pada sebuah rumah di desa yang dekat kawasan pesantren. Warga menggrebek keduanya dan meminta mereka menikah.


Lalu bagaimana nasib pernikahan Rakhayla Emely Pradikta dengan Ardani Rahardian Wijaya tersebut nantinya, jika sebenarnya Emely sudah menentukan tanggal pernikahan dengan kekasih yang dicintainya? Sedangkan Dani juga sudah mempunyai tunangan?


"Dasar, Pelakor!" sentak wanita yang kini menatap Emely dengan tajam.



Ambil pelajaran di dalam kisah mereka, 😍😍😍😍. Yang jelek jangan ditiru🙏.


#Ardani Rahardian Wijaya


#Rakhayla Emmely Pradikta


Karya receh Author Ramah... 🙏🙏

__ADS_1


😍😍😍😍


__ADS_2