Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 166


__ADS_3

"Kakak ipar."


Micel berjalan ke depan panggung. Bahkan aura keberadaan Micel tak berarti apapun, tak disangka ucapan Micel malah menjadi sebuah misteri yang membuat opini orang semakin jelek pada Nada. Pasalnya tak ada satu orangpun yang mengenal Micel sebagai adik kandung dari Marvel Raditia dika. Dan Nada pun tak mengatakan jika dirinya telah menikah dari setiap kata yang keluar dari mulutnya tadi.


Jika disebut kakak ipar oleh gadis itu, lalu siapa suami dari Nada? padahal, Nada tampak dekat dengan Vino, Gino, Radit dan beberapa pengusaha lainya. Bahkan foto yang tersebar juga orang yang berbeda. Anak siapa dalam kandungan Nada?


Apa gadis ini hanya mengada-ada ketika berbicara seperti itu? Pikir wartawan.


"Apa Nona Nada telah menikah?" tanya seorang wartawan pada Nada yang menatap ke arah Micel yang kini melangkah naik ke atas panggung.


Nada terdiam, apa yang harus dikatakannya? Radit? Bukankah mengatakan kebenaran adalah tanggung jawab Radit, lalu jika dia lancang mendahului kehendak Radit bukankah Radit akan marah? Tapi dimana dia sekarang? Kenapa tak kunjung datang?


Delon tampak ketar ketir, sahabatnya memang sengaja menyembunyikan pernikahannya. Tapi kenapa para wartawan seakan mendesak Nada? Kemana juga dia? Radit selalu saja begini, datang di waktu yang genting.


"Apa Nona telah menikah? Siapa suami Nona? Apa penjelasan Nona tadi hanya untuk menggiring opini baik untuk nama baik Nona?" tanya wartawan lagi. Nada tampak bingung menghadapi cercaan para wartawan yang semula di belakang, kini semakin dekat ke arahnya.


Vino mengengepalkan tangannya, Mana Marvel? Tidakkah dia kasihan pada istrinya? Bahkan nenek maupun ibunya tak tau apapun tentang ini dan berharap harap cemas di belakang sana.

__ADS_1


"Atau sebenarnya Foto mesra itu benar adanya? Anda salah satu wanita dengan dana satu M?" tanya Seseorang lagi terdengar sangat menyakitkan.


Nada memejamkan matanya, rasanya sakit sekali di posisisi ini. Bagaimana bisa ini terjadi? Dia tak tau jika para wartawan telah mengetahui kehamilannya. Sekarang, di kepalanya hanya ada Radit, Radit yang begitu menyayanginya. Radit yang mendambakan seorang baby di dalam pernikahannya. Nada menghela napas dalam dalam.


"Yang, aku mohon datanglah untukku, untuk baby kita, aku tak mampu menjawabnya tanpa sepengetahuanmu," lirih Nada sambil mengusap air mata yang keluar dari sudut mata Nada yang tak sanggup untuk di bendung.


Zifana memejamkan matanya, bagaimana jika dia di posisi Nada. Yang terjadi pada Nada saat ini tak lepas dari ulahnya dan kakaknya. Jika suatu saat ini terjadi padanya dia harus apa? Padahal hukum tanam tuai pasti adanya. Delon melirik Zifana yang tampak gugup sekali.


"Ini semua tak lepas dari ulahmu dan kakakmu, seharusnya kau bertanggung jawab atas ini," ketus Delon, akan tetapi Zifana tetap diam tak mau menyahut apapun ucapan Delon. Zifana memilih diam dan mengamati Nada. Jika nanti diperlukan, dia akan membantu Nada menjelaskan pada wartawan.


❤❤❤❤❤


Radit tengah menjalani meeting mendadak dengan beberapa klien. Sebenarnya dirinya sudah sangat kepikiran dengan keadaan Nada, bahkan Nada berada di pelupuk matanya.


"Astaga, masih berapa lama lagi?" tanyanya pada dirinya sendiri saat melihat jam tangan yang menunjukan pukul 10.00.


Dengan mencoba menekan hatinya dan bersabar, Radit kembali fokus pada kliennya.

__ADS_1


"Terimakasih Tuan Marvel, saya sangat suka dengan kerja sama ini. Semoga kedepanya kerjasama ini sukses," ucap Klien sambil membereskan berkas setelah mereka selesai meeting.


"Sama-sama Tuan,"


"Kalau begitu saya pamit dulu, selamat siang," ucapnya sambil menjabat tangan Radit dan di balas dengan Radit.


Radit mengantar Klienya ke depan dan mengantar kepergiannya.


"Elisa, aku ada acara di luar. Kau bilang pada Pak Hendra untuk menunda jadwalku siang ini sampai nanti sore," ucapnya pada resepsionis.


"Baik Pak," jawabnya.


Setelah itu, Radit segera menuju ke mobil dan mengendarai dengan kecepatan tinggi menuju ke Sheyna bontique.


"Dear, maafkan aku lama datang," lirihnya.


🎀🎀🎀🎀

__ADS_1


__ADS_2