Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 2. Pesta Kecil


__ADS_3

Makan malam di mansion MRD berjalan dengan kidmad dan sangat hangat. Mereka menikmati hidangan dengan lahab, hanya dentingan sendok yang terdengar.


Setelah beberapa saat kemudian mereka telah selesai makan. Nada mengelap mulutnya dengan tisue, kemudian menatap ke arah Mama Mira dan juga neneknya.


"Mumpung semuanya berkumpul, aku mau sekalian izin untuk berkunjung ke rumah ibu dan ayah besok pagi," ucap Nada dengan tenang. Radit memejamkan matanya, dia pikir Nada melupakan rencana yang ini dan memaafkan dirinya tanpa ada hukuman. Tapi ternyata Nada tak berubah pikiran.


Mama Mira dan Nenek Amy memandang ke arah Nada dan Radit dengan hawatir. Apa terjadi sesuatu? Pikir mereka.


"Kenapa mendadak sekali Nad? Apa tidak bisa ditunda?" tanya Mama Mira.


Nada tersenyum dan memandang Mama mertuanya.


"Tidak mendadak juga Ma, Nada sudah meminta izin pada Mas Marvel dan dia juga memberikan izin untuk Nada, bukankah Begitu Yang? " tanya Nada lagi sambil melirik ke arah Radit yang tampak kusut.


Radit memandang ke arah Nada, mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Nada dengan erat. Perih dia rasakan jika mengingat semua hal yang menyakitkan bagi Nada. Dia tau, Hati Nada sangat sakit karna ini. Dia tau, istrinya butuh waktu untuk sendiri.


Nada menghela napas panjang, sentuhan dari Radit mampu menggetarkan hatinya. Selalu seperti ini, bahkan dia tak tau bisa menahan rindu apa tidak jika harus berpisah selama lima hari dengan suaminya.


Mama Mira menatap ke arah Radit dan Nada bergantian, dia yakin bahwa Nada dan Radit sedang tidak baik baik saja.


"Apa benar begitu Marvel?" tanya Mama Mira. Radit tersenyum dan mengangguk pelan.


Mama Mira menatap mereka lagi, dia tau mereka ada masalah. Namun, dia berharap apapun masalah yang dihadapi, Marvel dan Nada pasti bisa melewatinya.

__ADS_1


"Oke, mama tidak bisa melarang. Bahkan Nada pasti kangen sekali dengan ibu dan ayah, anggap saja kamu liburan disana, mama harap kamu juga cepat kembali" ucap Mama Mira sambil tersenyum.


Nada mengangguk dan tersenyum, mengingat Selena membuat dirinya sakit. Dia berharap dengan berpikir jernih, dia bisa menemukan jalan keluar dari masalah yang dihadapi.


Micel dan Vino juga memandang kakaknya, Vino tau gelagat Radit yang tidak beres. Dia yakin juga ada yang terjadi di dalam rumah tangga mereka. Entahlah, bahkan Vino tak lagi ingin terlibat dengan apa yang terjadi di antara Radit dan Nada.


Micel mengamati wajah kedua orang kesayangannya, apa terjadi sesuatu? Pikirnya juga.


"Apa ada yang terjadi di antara kalian?" tanyanya pada Nada dan Radit. Nada dan Radit memandang ke arah gadis dua puluh tahun yang tampak hawatir itu.


"Kami baik baik saja," jawab Nada santai.


"Serius?" tanyanya lagi seolah mencari kebenarannya.


"Baby, kau tau, masalah dalam rumah tangga itu wajar sekali terjadi. Kadang, kita memang perlu waktu untuk saling berpikir. Jika yang diinginkan Kakak ipar seperti itu, mungkin itu adalah jalan terbaik yang dia pilih untuk memenangkan hatinya. Yang bisa kita lakukan, kita berdoa saja agar apapun yang terjadi bisa segera diselesaikan dan di lalui," ucap Vino dan terdengar sangat bijaksana.


Semua orang menatap ke arah Vino dan Micel. Radit dan Nada juga menatap ke arah pasangan baru itu, mereka bahagia melihat kedekatan antara Micel dan Vino. Mama Elina dan papa Pradikta menghela napas lega. Mereka pikir, Vino masih terobsesi dengan Asila. Nyatanya Micel mampu mengalihkan perhatian Vino dari Asila.


Micel yang sebal menoleh ke arah suaminya yang merangkul pundaknya, jantung Micel berdetak kencang saat mereka saling berhadapan, hidung mereka menempel sempurna dan wajah mereka sangat dekat. Menyesal, dia menoleh jika pada akhirnya menimbulkan adegan yang tak pantas diperlihatkan di depan umum. Segera Micel kembali ke posisinya, dia tau orang-orang di sekelilingnya berpikir yang tidak tidak, karena mereka tersenyum senyum tak jelas.


"Nah, benar itu apa kata suamimu Sayang." sahut Mama Elina dengan binar wajah yang bahagia dan diangguki oleh orang orang yang berkumpul.


Micel mengangkat sudut bibirnya, rasanya sebal sekali. Pintar sekali mencari perhatian, batin Micel.

__ADS_1


"Agar kalian happy malam ini, Mama sengaja menyiapkan sebuah pesta kecil untuk kalian berempat di taman belakang. Nikmati malam ini, kalian semua harus memberikan sesuatu yang membahagiakan untuk Mama dan kami semua, segera lah kesana." uca Mama Mira.


"Pesta kecil?" tanya Micel antusias.


"Hem," ucap Mama Mira.


"Kak, kita kesana sekarang Yuk," ajak Micel pada Nada.


Micel dan Nada saling menatap, mereka tersenyum santai. Mereka berdiri dan melangkah pergi.


"Kenapa kalian masih disini? Apa tidak Berencana menyusul istri kaliwn?" tanya Mama Elina pada Vino dan Radit. Radit dan Vino saling berpandanganberdiri dan mengikuti arah Nada berjalan, begitu juga dengan Vino.


Di taman belakang, disulap menjadi sebuah taman yang cantik, lampu berkelap kelip menghiasi malam ini. Sebuah meja hias indah terletak di sana dengan berbagai santapan ringan. Musik klasik mengalun lembut membuat suasana nan romantis.


Nada menyedekapkan tangannya di depan dada memandang gemericik air mancur di dalam kolam. Micel juga sama, dia menatap kakak iparnya yang tampak sedih.


"Kakak jangan bersedih, apapun masalah yang kakak hadapi. Semoga kakak bisa melalui." Micel menatap ke arah Nada dengan tenang.


"Nona Nada," suara itu membuat Nada berdesir. Suara seseorang yang akan berpisah beberapa hari dengannya. Nada menoleh dan menatap ke arah Radit suaminya.


Micel yang merasa kakaknya hanya ingin berdua, kini meninggalkan sepasang suami istri itu.


"Jangan bersedih, kau tau, melihatmu bersedih membuat hati ku terluka," Ucapnya sambil menatap ke arah Nada.

__ADS_1


😍😍😍


__ADS_2