Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 52


__ADS_3

Nada memejamkan matanya dan mencoba mengatur napasnya. Biasanya dia bermain piano karna hobi, dan sekarang tampil untuk menghibur? Semoga tidak mengecewakan.


"Nona Emili, aku masih gugup, aku takut jika mengecewakan," ucap Nada.


"Nona Nada, aku percaya kau bisa. Sekarang bersiap, ini adalah waktumu," ucap Emily lagi.


Di depan sana, terdengar riuh tepuk tangan saat MC mengatakan acara selanjutnya adalah istirahat dan akan diisi dengan persembahan lagu yang akan dinyanyikan oleh seorang wanita cantik.


Seketika Nada menghela napas panjang, Mc mempersilahkan waktu dan tempat. Nada menatap ke arah Emily dan Sifa. Berdoa kepada sang maha pencipta dan berjalan ke atas panggung.


Semua mata menatap pada satu titik diatasi panggung yang begitu menyita perhatian. Wanita cantik dengan kostum yang sangat cantik dan begitu memukau. Memperlihatkan kecantikan alami dan inerbeaty yang begitu memancar dari dirinya. Sorak dan tepuk tangan menyambut kehadiran Nada.


Nada berdiri di tengah panggung membungkuk sejenak dan memberikan salam. Namun, sejenak kemudian mata Nada terpana dengan satu sosok tinggi tegap yang kini menatapnya dengan sorot mata tajam di depan sana, tepat satu garis lurus dengan tempatnya berdiri.


Bahkan, sosok itu juga terkejut melihat ke arah panggung. Radit mengeratkan tanganya, dia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Nada? Apa dia istrinya? Aishhh istri? Istri sementara? Entahlah. Radit tak henti memandang ciptaan Tuhan yang begitu cantik itu. Cantik? Aishh, bahkan dia tak bisa jujur pada dirinya sendiri.


Nico, Delon kini menepuk pundak Vino yang tampak berbinar menatap ke arah sana. Vino pikir Nada menatapnya yang memang berada di samping Radit.


"Dia wanitamu?" tanya Nico dan hanya dijawab senyuman oleh Vino.


Radit yang mendengar ucapan Delon dan Nico tampak mengepalkan tangannya dan melirik kenarah Vino. Jadi Nada adalah wanita yang beberapa hari ini membuat Vino berbinar? Apa begitu? Radit merasakan sesak yang mendera di hatinya. Sepertinya dia tidak rela jika Nada mendapat perhatian lebih dari lelaki lain. Ishhh bukan itu, dia sesak karna ternyata dirinya membuktikan bahwa memang semua wanita sama saja. Nada sama saja dengan wanita lain yang mencari muka dan meminta perhatian lebih.


Radit menatap Nada, rahangnya sedikit mengeras saat mata nada mengalihkan pandangannya dari Radit, Nada kini berfokus menyapa para hadirin.


"Assalamualaikum hadirin yang berbahagia, dikesempatan yang sangat berharga ini saya mengucapkan banyak terimakasih karna diperkenankan untuk mengisi acara. Terima kasih Tuan Vino beserta kolega bisnis lainnya," ucap Nada sambil memandang ke arah Vino dan diangguki oleh Vino.


Radit merasakan gerah dihatinya, mengibaskan tangannya membuat angin.


"Heh, kau gerah? Perlu aku menyalakan AC lebih besar lagi?" Nico yang merasa ada yang tidak beres dengan Radit kini menggodanya.


"Besarkan saja," ketusnya. Delon mengernyitkan dahinya. Padahal dia saja merasa kedinginan.


"Baik tidak banyak berbicara, saya akan membawakan Sholawat yang berjudul Yahabibi Ya Muhammad," ucap Nada dengan anggun.


Nada memutar langkahnya dan duduk di depan piano, tanganya yang lentik bermain dengan gemulai diatas piano.


Suara merdu mengalun lembut, membuat kegaduhan menjadi senyap. Suara riuh tepuk tangan mengisi gedung itu. Suara merdu Nada menggema dan membuat mata hadirin terfokus pada wajah cantik yang kini tengah bersholawat mengangunggkan nama nabinya.


Semua mata tampak takjub pada sosok Cantik itu. Bahkan suara itu mampu menembus hati para hadirin.


"Masyaallah, merdu sekali suaranya,"


"Sudah cantik, suaranya bagus,"


"Anak siapa itu? Pengin tak jadikan mantu,"


Para tamu banyak yang memuji Nada, dan terekam ditelinga Radit. Membuat Radit mengulas senyum sinis, memang dia akui suara Nada sangat bagus, bahkan dia sangat menikmati suara emas itu, suara yang dimiliki oleh Nada Aira Azzahwa, wanita cantik yang kini berstatus sebagai istrinya.

__ADS_1


Lagu pertama telah usai, kini Nada berdiri dan mengucap terimakasih.


"Lagi, lagi," teriak orang di jauh sana.


Kini Nada tersenyum, dia melirik ke arah Radit yang memalingkan wajahnya. Nada berdiri dan kembali menyapa hadirin.


"Baik, lagu yang kedua adalah lagu yang bagus sekali dan saya sangat menyukainya. Kita bernyanyi bersama, "seluruh cinta" saya persembahkan untuk hadirin semua," ucap Nada kemudian kembali duduk. Nada memulai kembali memainkan tangannya. Iringan musik membuat suasana sangat santai, semua mata menatap ke arahnya.


❤❤❤


 


Tak sanggup ku memikirnya lagi


Habis separuh nyawaku tangisimu


Tiada lagi bait yang indah


Terdengar merdu terucap


Merayu menyanjungku


Tenangkan jiwa


Kaulah seluruh cinta bagiku


Dirimu kan selalu ada


Di sisiku selamanya


Kau bagaikan napas di tubuhku


Yang sanggup menghidupkan segala gerakku


Ku kan selalu memuja mu


Hingga nanti kitakan bersama


Tiada cinta yang setulus cintamu (cintamu)


Tiada yang sanggup gantikan dirimu


Tiada rasa seindah kasih mu


Tiada yang mampu temani diriku


Kaulah seluruh cinta bagiku

__ADS_1


Yang selalu menentramkan perasaanku


Dirimu kan selalu ada


Di sisiku selamanya


 Kau bagaikan napas di tubuhku


Yang sanggup menghidupkan sgala gerakku


Ku kan selalu memujamu


Hingga nanti kitakan bersama


 Kau bagaikan napas di tubuhku


Yang sanggup menghidupkan sgala gerakku


Ku kan selalu memuja mu


Hingga nanti kitakan bersama


Ku kan selalu memujamu hingga nanti kitakan bersama.


❤❤❤❤


Nada meneteskan air mata, bayangan Rafa menari di otaknya, kini Rafa ada di pelupuk matanya. Tangannya penuh emosi bergerak lincah di sana. Kini Nada meminta penonton untuk bernyanyi bersama, meramaikan hangat malam ini. Netranya mengedar hingga kini bersi tatap dengan mata Radit yang memandangnya dengan intens dan sorot mata yang sulit di terjemahkan.


Nada memejamkan matanya, bertatapan dengan Radit membuat jiwanya bergejolak dan merasakan sesak. Bahkan dirinya memikirkan Rafa saat ada suaminya. Suami? Bukankah hanya sementara? Entahlah.


Nada merutuki dirinya sendiri? Kenapa harus ada Radit disini? Kenapa dia tidak tau jika ternyata Radit juga menghadiri acara yang sama? Lantas apa Radit berfikir? Entahlah, Manusia sombong itu tidak mungkin memikirkan hal itu.


Nada tersenyum pada hadirin hingga pada akhirnya dia mengakhiri permainannya.


Suara tepuk tangan riuh menyambut lagu Nada yang begitu menyentuh. Bahkan Radit merasakan sesak mendengar lantunan lagu yang dinyanyikan oleh Nada. Setelah usai menyanyi, Nada berdiri dan memberikan salam kemudian melangkah turun.


Vino berdiri, dia melangkahkan kaki menuju ke arah Emily yang menunggu Nada di bawah sana.


Radit mengepalkan tangannya. Vino? Oh No, Nada istriku. Tapi, untuk sekedar mengikuti Nada dan menyambut Nada dirinya tak mampu. Radit memutuskan untuk melangkah pergi.


🤣🤣🤣🤣🤣


Hayooo ada yang kebakaran jenggot, ada yang panas. Mana es mana es...


Komen lebih 25, like ada 100... 3 kali up...wkwkwk. masak iya likenya ngenes. olah raga jempol dulu yuk . Jangan silint readers. Makasih yang jempolnya selalu diajak olahraha 🤣🤣🤣🤣🤣 Sayang kalian ❤❤❤❤❤.


 

__ADS_1


__ADS_2