Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 123


__ADS_3

Gino dan Zifana, mereka sama-sama syok ketika melihat pemandangan indah dimata para hadirin itu. Namun, seperti api yang membuat keduanya terbakar rasa iri.


"Kak, dia Marvel," ucap Zifana sambil menatap kakaknya dengan putus asa.


Nada, Wanita itu adalah wanita yang sempet bertabrakan dengannya waktu itu. Apa mereka saling mengenal? Apa hubungan dari mereka? Apa wanita itu istri Marvel? Atau bagaimana? Hati Zifana seakan teriris. Sakit. Namun, dia hanya bisa berdiam dan mengepalkan tangannya.


Deg


Jantung Gino berdetak tak beraturan mendengar penuturan Zifana. Gino tampak menatap kedua pasangan yang tengah berduet itu dengan tatapan tak suka. Masih teringat jelas saat Marvel membayar Nada dengan 1 M beberapa minggu yang lalu.


"Satu M? Okey bawa dia, aku juga tidak minat dengan tubuh recehnya itu," ucap Gino saat itu sambil mendorong tubuh Nada kepada Radit.


Radit waktu itu dengan sigap menangkap tubuh Nada yang hampir saja terjatuh, diraihnya pinggang ramping Nada hingga keduanya terlihat beradegan romantis di depan banyak manusia.


Gino mengusap kasar wajahnya, bahkan ucapannya waktu itu seperti ludah yang dia jilat sendiri. Karena setelah melihat Nada saat ini, hatinya sangat berambisi untuk memiliki wanita cantik yang sedang berada di atas panggung itu. Saat itu, mungkin karena dia mabok sehingga tak bisa melihat dengan jelas wajah cantik Nada.


"Dia wanita satu milyar, Jika laki-laki itu adalah marvel, maka dia adalah lelaki yang membeli Nada saat itu," ucap Gino.


Deg


Jantung Zifana berdetak kencang, jadi apa benar jika Nada adalah istri yang disembunyikan Radit? Apa benar seperti itu? Zifana menatap kakaknya dengan mata yang berkaca.


"Kak, jadi apa dia istri Marvel?" tanya Zifana. Gino hanya menatap ke arah Radit dan Nada dan tak menjawab ucapan Zifana.


"Kak lakukan sesuatu agar aku bisa, mendapatkan Marvel. Aku sangat mencintai Marvel Kak," ucap Zifana sambil mengusap air mata yang terjatuh di pipinya.


"Kita pikirkan nanti, sebaiknya kita pergi. Kakak tidak bisa terus disini memandang mereka," ucap Gino dan diangguki Zifana.


Tanpa berpamitan pada Mira sekalipun, Zifana dan Gino melangkah pergi meninggalkan acara itu, meninggalkan sejuta rasa sesak yang menghujam hati keduanya.


Mira tampak menatap ke arah ketiga temannya yang begitu mengagumi sosok Nada. Dia hanya geram dan memandang ke arah Nada dengan sinis. Apa hebatnya wanita itu? Apa pekerjaannya adalah penyanyi. Suaranya sangat merdu, apa-apan kenapa lidahnya keseleo sehingga memuji Nada? Mira menggelengkan kepalanya.


"Oh, benar-benar indah. Saya suka sekali dengan penampilan mereka." Nyonya Dina tak henti hentinya memuja.


"Nyonya Mira, itu putramukan? Lihatlah, mereka sangat serasi. Padahal tadinya aku mau mengenalkan putraku Pada Nona cantik itu. Eh, malah Tuan Marvel yang gerak cepat," ucap Nyonya Dina sambil tersenyum.


"Iya loh, coba aja masih punya anak lajang, pasti aku kenalkan sama wanita seperti dia. Sudah cantik, sopan, suaranya bagus, solihah, kurang apa coba?" ucap Nyonya Ina sambil terkekeh, membuat Nyonya Mira menghela napas panjang dan tersenyum tipis.


"Kalo begitu suruh saja putramu menikah dengannya," sahut Nyonya Mira.


Nyonya Ina tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.


"Putraku sudah punya calon, tinggal nunggu hari H nya saja," sahutnya.


Ke empat orang itu kini memusatkan perhatian ke atas panggung. Nyonya Mira hanya tersentak kaget ketika melihat Nada ternyata mempunyai tempat yang istimewa di hati sahabatnya.


Tidak dipungkiri sebenarnya dia terkesima dengan penampilan Nada dan putranya. Akan tetapi kebencianya pada Nada seakan menutup segala hal positif yang berada pada Nada.


"Yang kalian pikirkan tidak tentu hal yang sebenarnya terjadi," ucap Mira santai. Obrolan teman-temanya begitu mengusik hatinya. Sangat membuat muak dan ingin muntah.


"Apa maksudmu?" tanya Nyonya Dina pada Nyonya Mira.


"Dia bisa saja hanya pencitraan, padahal aslinya busuk. Kan bisa saja," ucap Mira lagi sambil mengarahkan pandangannya pada Nada dan Radit yang masih memyenandungkan lagu dengan sangat indah.


"Apa yang kamu ketahui darinya? Jika tidak tau apapun jangan berbicara yang jelek dan jangan menyakiti hati orang lain Mira," ucap Ibu


Nyonya Dina sambil menatap sahabatnya itu.

__ADS_1


"Kau tau, dia hanya wanita rendahan yang pernah aku tabrak, menolak pemberianku lalu dia menggoda Marvel. Untuk mendapatkan uang, dia rela melakukan segala hal," ucap Nyonya Mira lagi.


Nyonya Ina, Nyonya Dina dan Nyonya ira Menghela napas panjang. Mereka tidak tau jalan pikiran Mira. Kenapa Nyonya Mira berkata seperti itu? Entah, yang jelas dia sangat bahagia melihat Nada dan Radit yang berada di atas sana.


Namun, Nyonya Dina seakan tak terima dengan argumen Mira yang seolah menuduh Nada. Dia menggeleng pelan mencoba menepis segala hal yang di dengar dari mulut Mira.


Melihat Nada dengan gestur cantik dan sangat sopan, rasanya tidak mungkin bila Nada seperti apa yang dikatakan oleh Mira.


Nada dan Radit telah menyelesaikan lagu dengan sambutan tepuk tangan yang meriah, kini mereka saling menatap dan saling tersenyum. Nada memejamkan matanya, jika bukan di keramaian rasanya sudah ingin berhambur memeluk suaminya itu. Akan tetapi, ini malah ia hanya diam.


"Wah sangat mepesona penampilan pasangan venomenal kita. Tidak menyangka jika Tuan Marvel ternyata sangat pandai bernyanyi," ucap pembawa acara lagi.


"Hanya hobby, itupun jarang sekali saya lakukan sekarang ini kalau tidak terpakasa," ucapnya.


"Terpaksa?" sang pembawa acara tampak terkekeh geli saat mendengar penuturan Radit.


"Ya, terpaksa menemani Nona cantik ini," ucap Radit lagi.


"Wow, lihat Nona Nada, Tuan Marvel mendadak lucu saat berjumpa denganmu," ucap pembawa acara.


"Lagi," ucap Orang di sebrang.


"Bagaimana Nona Nada?" ucap pembawa acara. Nada tersenyum dan mengangguk pelan.


"Okey, satu lagu lagi untuk kalian. Cinta Kita,"


Alunan musik mengalun merdu kembali, mengiringi dua pasangan serasi yang kini melantunkan lagu yang indah.


Inilah aku apa adanya


Yang ingin membuatmu bahagia


Sesempurna cintaku padamu


Ini cintaku apa adanya


Yang ingin selalu di sampingmu


Ku tahu semua tiada yang sempurna


Di bawah kolong langit ini


Jalan kita masih panjang


Ku ingin kau selalu di sini


Biar cinta kita tumbuh harum mewangi


Dan dunia menjadi saksinya


Untuk apa kita membuang-buang waktu


Dengan kata kata perpisahan


Demi cinta kita aku akan menjaga


Cinta kita yang tlah kita bina

__ADS_1


Walau hari terus berganti hari lagi


Cinta kita abadi selamanya


Jalan kita masih panjang


Ku ingin kau selalu di sini


Biar cinta kita tumbuh harum mewangi


Dan dunia menjadi saksinya


Untuk apa kita membuang-buang waktu


Dengan kata kata perpisahan


Demi cinta kita aku akan menjaga


Cinta kita yang t'lah kita bina


Walau hari terus berganti hari lagi


Cinta kita abadi selamanya


Beberapa waktu berlalu, sehingga mereka menyelesaikan satu lagu.


"Okey terimakasih Nona dan Tuan atas waktu anda, semoga apa yang dicita-citakan segera teekabul," goda pembawa acara pada Radit dan hanya mendapatkan sambutan senyuman indah.


"Sama-sama, terimakasih atas waktu yang diberikan. Semoga menghibur. Wasalamualaikum selamat sore dan sampai jumpa," ucap Radit.


Nada mengatupkan kedua tangannya dan tersenyum pada hadirin. Radit dan Nada melangkah berjalan kebelakang. Akan tetapi, Nada yang merasa pusing memejamkan matanya sejenak kemudian berhenti, Radit yang tak tau Nada menghentikan langkahnya terus berjalan dan menabrak Nada.


Alhasil Nada yang dibtabrak hampir saja oleng, dengan segera Radit meraih Nada sehingga keduanya dekat dan merapat. Nada reflek mengalungkan tangannya ke leher Radit. Pembawa acara yang semula syok kini hanya terkesima dengan pemandangan itu. Bahkan Vino, Delon dan Nico juga khawatir. Apalagi Nyonya Dina dan Nyonya Ina juga Ira. Mereka takut Nada kenapa-kenapa karna mereka yang mengusulkan Nada untuk ke panggung.


Nada melepas tangannya netranya menatap ke arah orang-orang yang hanya diam menyaksikan kejadian itu.


"Wah romantis," ucap salah seseorang.


"Wah, serasi. Tuan Marvel sangat pervek, Nona Nada juga cantik," ucap lainya.


"Kita harus dukung hubungan mereka," sahut lainya lagi.


"Yang, lepaskan. Ini tempat umum," desis Nada sambil menjauh, namun justru Radit menahannya dan mengunci Nada dalam dekapannya.


Pemandangan itu membuat orang-orang tampak tegang dan penasaran apa yang terjadi.


"Kau istriku, sepertinya kau tidak baik-baik saja," ujarnya.


"Tapi mereka semua melihat kita, akan jadi fitnah nantinya. Mereka tidak tau hubungan kita Yang," bisik Nada.


"Aku tidak perduli nona, kenapa? Kau takut mereka tau kau bersuami?" tanya Radit.


"Bukan begitu maksudku, tolong lepaskan aku. Aku tak mau saja banyak presepsi yang tidak baik nantinya," ucap Nada lagi.


"Jika kau mau, aku akan mengumumkan status pernikahan kita sekarang," ucap Radit. Mata Nada membulat, apa benar yang dikatakan Radit? Aish, ini bukan acara resmi miliknya.


😆🎀🎀😍😍😍

__ADS_1


like nya mana 200 yok. komenya mana 😆😆😆😆😆


__ADS_2