
Tak beberapa lama, Radit sudah sampai di parkiran Sheyna bontique dengan selamat. Segera Radit berlari kecil menuju ke dalam. Wartawan yang tampak berada di depan tampak heboh dengan kedatangan Marvel Raditia Dika yang notabenenya adalah CEO MRD Group itu. Ada hubungan Apa? Mereka hanya diam tak mendekat karna tak mendapatkan undangan.
"Bagaimana Nona? Bisa kau menjelaskan foto itu? Foto mesra Nona dengan beberapa orang?" Nada menghela napas panjang. Apa yang harus dikatakannya? Micel masih tampak bingung sampai saat ini, sebenarnya ada apa ini?
"Foto mesra yang mana yang kalian tanyakan?" tanya suara lantang yang kini ada di depan pintu. Aura kedatangannya sangat kuat, bahkan dia mampu menyita perhatian banyak orang untuk mengarahkan pandangannya padanya. Radit bersandar di pintu dengan tangan yang berada di saku celana. Kehawatiran pada Nada membuatnya menyahut ucapan pada wartawan. Dipastikan istrinya merasa tertekan dan takut untuk mengatakan kebenaran.
Radit menatap orang yang bertanya pada Nada dengan sorot mata tajam, kemudian netranya menatap Nada yang berada di atas panggung. Micel yang sudah diatas panggung tampak hawatir melihat Nada yang kini menangis dan memusatkan pandangannya pada Radit. Segera Micel mendekati Nada dan merangkul pundak Nada.
"Alhamdulilah," lirih Nada saat pandangannya bertemu dengan pandangan Radit.
"Bisa dijelaskan foto yang mana?" tanya Radit sambil mengeluarkan tangan kanannya dari celana dan mengarahkan pada layar proyektor sehingga memperlihatkan beberapa fotonya dengan Nada.
Foto di kamar, foto di apartemen, foto di mansion. Bahkan foto ciuman mereka. Banyak orang yang terkejut dengan foto ini, bahkan Mama Mira dan Nenek Amy tak menyangka mereka begitu mesra seperti ini.
Vino, Delon dan Nicho hanya bernapas lega melihat ini. Zifana antara sakit dan lega bercampur dalam benaknya.
Radit kembali berdiri dan memencet benda di tangannya ke arah proyektor dan memperlihatkan foto di bar dengan jelas.
"Foto ini yang kalian tanyakan?" tanya Radit.
__ADS_1
"Atau foto ini?!" tegas Radit sambil memperlihatkan foto Nada dengan Gino saat itu. Para wartawan terdiam dan menatap syok dengan foto yang begitu jelas itu yang menampakan Nada dengan Radit. Dan Nada dengan Gino. Bahkan Nada tampak sekali ketakutan di foto itu, bukan Nada yang mesra dan bahagia.
"Kedatangannya ke Bar untuk menjemput seseorang, bukankah kalian memandangnya sangat cantik? Kalau seekor kucing di beri ikan, sudah pasti mereka akan melakukan apapun untuk mendapatkannya," ucap Radit sambil menatap wartawan yang berjumlah 5 orang itu.
Radit melangkahkan kakinya, berjalan ke atas panggung. Dirinya begitu menghawatirkan keadaan Nada, Meeting yang sangat penting terjadi di jam yang tepat dengan acara ini.
Segera Radit berlari kecil dan mendekat ke arah Nada yang kini berada di dekat Micel. Radit mengambil alih Nada dari rengkuhan Micel, mengusap air mata Nada dan mencium puncak kepala Nada. Lagi-lagi aksi Radit mengundang pertanyaan di benak mereka. Micel tersenyum, dirinya yang tadi sempat bingung dengan apa yang terjadi saat ini tampak bahagia. Para hadirin yang datang hanya menyaksikan kejadian ini dengan ketar ketir.
"Jika kalian penasaran siapa ayah dari bayi yang dikandung Nona Nada, kalian bisa mengamati Vidio ini dengan jelas," ucap Radit sambil menekan tombol lagi. Radit merangkul tubuh Nada, mengusap wajah sembab istiranya dan meraih Nada untuk berada bersandar di dada bidangnya.
Nada menghela napas panjang dalam rengkuhan Radit, meluapkan segala kesah disana. Meneteskan air mata, entah air mata apa juga sulit untuk dijelaskan.
Terlihat Vidio yang menampilkan sebuah masjid yang besar dan megah, kedatangan Nada yang mempesona dengan baju putih yang sangat indah. Kedatangan Radit yang sangat gagah dan sangat menyita perhatian.
Tak ada yang tau pernikahan itu, walau apapun yang terjadi saat itu. Nyatanya Nada ternyata di perlakukan Radit dengan istimewa.
Nenek Amy dan Mama Mira saling merangkul, Air mata keduanya tumpah tanpa diminta. Bahkan mereka ingat betul jika Almarhum Handika memang menginginkan jika suatu saat jika Radit menikah, dia ingin anaknya menikah di yang dibangunya itu.
"Marvel, dia ternyata sangat mencintai Nada. Benar saja, Nada wanita yang istimewa," lirih Mira dan diangguki oleh Nenek Amy.
__ADS_1
"Kau beruntung memiliki menantu sepertinya," ucap Nenek Amy.
"Nada Aira Azzahwa adalah istriku sejak tiga bulan yang lalu, Nada hamil anakku. Buah cinta kami selama ini," ucap Radit dengan sorot mata teduh yang membuat wartawan membungkam mulutnya.
Nwda memejamkan matanya, rasanya bahagia sekali ketika Radit sudah mengakuinya. Bahkan bahagianya tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.
Vino hanya menghela napas lega, Delon juga sama.
"Lalu, siapa gadis itu?" tanya salah satu wartawan pada Radit sambil menunjuk Micel. Micel terkejut saat ditunjuk. Radit merangkul pundak Micel. Dia membawa Nada dan Micel ke tengah. Dia berada di antara Nada dan Micel.
"Jika disamping kananku ada istriku, di samping kiriku ada adikku, Micela Adelia Dika." ucap Radit sambil tersenyum saat menyebutkan Nama belakang Micel yang dulu sangat tidak disukainya itu. Micel memejamkan matanya, ada tekanan yang menusuk otaknya saat Radit mengatakan itu.
Wartawan tersenyum dan mengangguk.
"Oh, jadi nona cantik itu calon istri dari Tuan Rezidan Alvino Pradikta?" tanya wartawan lagi.
Deg, jantung Micel sesak mendadak. Vino juga sama, netranya bersitatap dengan Micel.
"Apa apaan ini?" lirih Micel. Bahkan dirinya saat itu berdebat dengan Vino di rumah sakit sebelum Vino ikut mencari Nada.
__ADS_1
Radit dan Nada saling berpndangan dan tersenyum tipis.
😆😆😆😆