
"Sedingin apapun kamu, aku yakin suatu saat nanti akan berubah," ucap Nada sambil mengamati punggung Radit yang menjauh darinya.
Nada melangkahkan kakinya menuju ke parkiran, Radit sudah tidak terlihat lagi di sana. Entah kemana dia pergi dan menghadiri acara apa.
Nada segera naik dan mengendarai mobilnya menuju ke alamat yang di kirimkan oleh Sifa.
Radit, melajukan mobilnya dengan tenang, mulutnya masih saja tersenyum meskipun tergantikan dengan senyuman sinis. Bersama dengan Nada selalu membuat hatinya sport jantung. Tersenyum, emosi, senang, sebal, semua seolah membuat dirinya berada dalam situasi yang mendebarkan.
"Aku akan mengikuti permainanmu Nona Nada. Aku akan mengikuti alurmu, kau pikir aku dengan mudah bisa jatuh cinta dengan mu? Kita lihat saja, kurasa kau tidak jauh berbeda dengan Mira, kau juga sama bejatnya dengan wanita sewaan yang bermain denganku," lirih Radit.
"Arghh... "
Radit memukul setir mobil nya, bayangan masa-masa bertemu Amara masih saja terngiang di pikirannya. Bahkan, bayangan kejahatan Mira juga menghantui otaknya. Begitu terluka harus kehilangan papa membuatnya keras kepala dan menutup hatinya.
👒👒👒👒
Nada tersenyum, hatinya berbunga bunga, entah apa yang dirasakannya.Yang jelas Nada bertekat untuk menerima alur hidupnya menikah dengan orang yang baru dikenalnya, menjalani rumah tangga nya, ia bertekat untuk memenangkan hati suaminya dan berharap kebahagiaan yang sebenarnya.
Nada meraih ponselnya yang berbunyi.
"Halo Assalamualaikum, ada apa sifa?" tanya Nada antusias.
"Waalaikumsalam Nada, kau bisa datangkan?" tanya Sifa.
"Iya, aku sudah di perjalanan. Ada apa Sifa?" tanya Nada lagi.
"Nad, datanglah dan menyusulku di tempat Nona Emely, ada yang harus kamu lakukan saat ini." Sifa menutup ponselnya sehingga membuat Nada terdiam.
"Ada apa ini?" tanya batinnya. Segera Nada menancap gas mobilnya dan melaju dengan kecepatan yang jauh lebih cepat.
😍😍😍😍
Radit telah sampai di pelataran perusahaan besar dengan Nama Pradikta Groub. Radit mengeluarkan ponselnya dan menghubungi asisten andalannya.
__ADS_1
"Ada apa bos?" suara itu membuat seulas senyum terbit dari bibir Radit.
"Dani, kau sudah sampai? Aku harap kau bisa datang malam ini, sepertinya kau harus mencari wanita. Aku tak bisa membiarkan kau melirik wanita yang sekarang ini berada dalam kendaliku," ucap Radit tegas.
Dani terdengar terkekeh dan menggelengkan kepalanya.
"Kenapa kau tertawa tidak jelas?" tanya Radit terdengar emosi.
"Aku bahagia Tuan Radit," ucap Dani.
"Apa yang membuat mu bahagia?" Radit menanggapi ucapan asisten pribadinya yang memang jarang sekali tampak sebahagia ini.
"Bertemu dengan istrimu tadi," jawabnya sambil terkekeh. Dani sengaja membuat Radit emosi, karna Dani merasa gelagat aneh dari bosnya terhadap istri cantiknya.
"Uhuk-uhuk,"
Radit tersedak udara mendengar pengakuan Asisten pribadinya itu, bagaimana bisa dia terlalu jujur mengatakan hal itu pada nya.
"Kau,"
"Kau itu cemburu, mengaku saja." cetus Dani.
"Aku sudah katakan, aku tidak semudah itu cemburu dan jatuh cinta. Dia sama saja dengan wanita di luaran sana," ucap Radit.
"Itu mulutmu yang mengatakan, bukan hatimu. Cobalah jujur pada dirimu sendiri tuan Radit,"
Dani menutup ponselnya dan tersenyum. Radit mengacak-acak rambutnya, bayangan Nadaa menari-nari di pikiranya. Sepertinya otaknya tidak beres, Radit segera melangkah ke dalam. Vino, Niko dan Delon dipastikan sudah berada di dalam ruangan.
Seorang penerima tamu membungkuk hormat pada sosok yang kini berjalan mendekat ke arah pintu masuk.
Radit terdiam dan masuk ke dalam dengan tatapan yang elegan, Radit segera berjalan ke arah depan panggung. Ketiga temannya tampak duduk Rapi di sana. Dengan tenang Radit mendudukan dirinya di kursi depan tepat di samping Delon.
"Selamat malam Marvel, akhirnya kau sampai juga," sapa Delon dan dibalas dengan senyum tipis pada bibir Radit.
__ADS_1
"Malam Delon,"
"Tepat sekali kau di sini, kita bisa menyaksikan dengan jelas wajah cantik para bintang pengisi acara malam ini," goda Nico.
"Tampaknya kau suka sekali dengan hal itu, sepertinya aku tidak minat untuk itu," ucap Radit sambil tersenyum.
Vino menatap ke arah tiga sahabatnya dan menatap ke arah Radit yang memang selera tinggi. Walaupun sering bergonta ganti pasangan dan bermain di atas ranjang. Tetapi bukan asal wanita yang bisa bersama dengannya.
Acara terus bergulir hingga Vino, Radit dan kedua temanya bercengkerama. Acara istirahat dan hiburanpun akan segera di mulai. Tapi tampaknya Vino sedang mencari jejak seseorang yang tak kunjung muncul.
"Siapa yang kau cari? Kenapa tampak gelisah sekali?" tanya Radit.
"Apa kau tidak bisa mengenali ekspresi wajah? Kalau dilihat lihat, dia sedang menunggu pujaan hati," sahut Nico. Radit tersenyum dan mengangguk pelan.
"Sepertinya memang begitu," sahut Delon.
"Hai kakak, selamat datang. Kak Marvel, Kak Delon, Kak Nico. Sepertinya Kak Vino akan berbahagia malam ini, karena benar sekali apa kata kak marvel jika Kak Vino sedang menanti seseorang. Dan kebetulan sekali orang itu akan mengisi acara malam ini," ucap Emily sambil melirik ke arah Vino.
"Wah, semakin penasaran aku dengan perempuan itu," ucap Nico.
"Tunggu sebentar lagi, kalau begitu selamat menikmati hidangan," ucap Emyli lagi.
❤❤❤
Emyly dan juga Sifa tengah bernapas lega saat selesai merias Nada. Vocalis band yang dia pesan untuk mengisi acara berhalangan hadir, sehingga Sifa mengatakan pada Emyli jika Nada pandai bermain piano. Alkhasil, Emyli meminta Nada untuk mengisi acara meskipun harus membujuk wanita cantik itu dengan seribu cara.
Nada menatap dirinya yang sangat cantik memukau, Nada memejamkan matanya dan mencoba mengatur napasnya. Biasanya dia bermain piano karna hoby, dan sekarang tampil untuk menghibur? Semoga tidak mengecewakan.
😍😍😍😍😍😍
Hayooooo.... hayoooo ritual olah raga jempolnya yakk😍😍😍😍😍.
Senin berkah loh, wkwkwk
__ADS_1
💕💕💕