Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 90


__ADS_3

"Are you really?" Delon mencoba memastikan. Radit menyandarkan tubuhnya di kursi putar dan memandang ke arah Delon yang tampak menautkan alisnya.


"Yes, i am really!" ucap Radit mantap. Delon tertawa kemudian berdiri dan menepuk pundak Radit dan memeluk erat sahabat karibnya itu.


"Astaga Marvel, jadi keberadaan Nada di antara kita selama ini karena kau ada disini?" tanya Delon. Ya, dia menyadari keberadaan Nada dan Radit yang memang selalu bersamaan. Dari kedatangan Radit hingga kemunculan Nada di pulau ini.


"Menurutmu?" Radit membuka beberapa berkas kemudian menyalakan komputer miliknya.


"Dimana kau menemukan bidadari secantik itu?" tanya Delon sambil mendudukan bokongnya di atas kursi.


Radit terkekeh pelan, mengingat beberapa pertemuan memuakan dengan Nada dan berakhir di sebuah Bar yang pada akhirnya menggerakan hati Radit untuk menolong wanita cantik itu.


"Di bar," jawab Radit sekenannya.


Uhuk, uhuk.


Delon tampak tersedak udara. Bagaimana bisa Nada berada di bar? Apa sahabatnya itu tak salah berbicara?


"Kau kenapa?" tanya Radit sambil menyodorkan sebotol air putih pada Delon.


"Nada? Di Bar?" tanyanya. Radit mengangkat sedikit ekor matanya dan tersenyum.


"Ya, bahkan sampai sekarang aku belum tau apa alasannya si cantik ada di bar itu," ucap Radit. Nada, wanita itu kini memenuhi otaknya. Delon meneguk beberapa teguk air kemudian menatap Radit dengan tatapan mata yang tak percaya.


"Kau serius? Pertemuan pertama?" tanyanya.


"No, pertemuan ke sekian kalinya. Tapi, baru saat itu aku peduli pandannya.


"Lalu?" tanya Delon. Radit tampak menatap Delon dengan geram.


"Hem, sudahlah. Ceritanya panjang, yang jelas aku dan Nada saling mencintai." ucap Radit dengan senyum indahnya.


"Lalu, kenapa kau tak mengumumkan pernikahanmu? Paling tidak pada kami semua sahabatmu. Vino jatuh cinta pada Nada, aku pikir Nada kekasih Vino," ucap Delon dengan tenang.


"Semua butuh proses, sampai pada akhirnya nanti aku akan memberitahukan pada dunia bahwa Nada Aira Azzahwa adalah istri tercinta dari Marvel Raditia Dika," ucap Radit sambil menggerakan tangannya di atas keyboart.


"Lantas... "


"Jangan mengganggu pekerjaanku, pergilah! Lain waktu kita agendakan makan bersama, Tapi ku mohon, biarkan ini menjadi rahasia kita," ucap Radit dengan tenang.


"Kau menutupi semua ini dari Vino?" tanyanya. Radit menghela napas panjang.

__ADS_1


"Aku yakin Nada bisa mengatasi Vino tanpa aku mengakuinya di depan Vino," ucap Radit.


"Jangan memercikan api," ucap Delon.


"Jika pada akhirnya harus mengalah, tak seharusnya aku mengalah. Nada istriku dan selamanya akan seperti itu. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk menunjukan keberadaan Nada di khalayak. Kau tau, banyak sekali musuh dalam selimut, aku tak ingin Nada dalam bahaya," ucap Radit dengan tenang.


Delon menghela napas lega dan menatap ke arah Radit. Delon adalah salah satu sahabat yang baik padanya. Nicho dan Vino? Mereka memang empat bersahabat, tetapi kedua orang itu memiliki karakter yang sama sehingga lebih tampak dekat.


"Okey, aku mengerti, kalau begitu aku harus pergi, selamat siang Tuan Marvel," godanya sambil tersenyum.


"Pergilah,"


"Kau tak ingin datang ke fashion mode itu? Banyak sekali penguasaha sukses yang berdatangan. Kau tak takut istrimu dilirik orang?" tanya Delon kemudian melangkah pergi.


Radit memejamkan matanya, Nada begitu mengusik hatinya hingga terdengar panggilan masuk di ponselnya.


Dilihatnya nama nenek di sana, Segera Radit menggeser tombol hijau.


"Iya halo, Nek," sapa Radit dengan tenang.


"Marvel, mana Nada? Kenapa kalian tak pulang? Nenek ingin makanan masakan Nada," ucap nenek dengan menggebu.


"Apa kau jatuh miskin? Kenapa membiarkan istrimu bekerja?" tanya neneknya. Radit menutup telinganya, neneknya benar-benar mengganggu pendengarannya.


"Ini impian Nada Nek,"


"Apa benar begitu?" tanya neneknya lagi.


"Hem,"


"Okey, nenek tunggu kedatangan kalian. Kau pulanglah, istirahat. Bhkankah kau baru sampai malam tadi?" tanya neneknya dan diangguki oleh Radit.


Radit menutup ponselnya ketika nenek juga melakukan hal yang sama.


Radit melirik ponsel yang menunjukkan pukul 11.00 Pastinya Nada sudah selesai. Diapun segera memberesi segala peralatan dan melenggang pergi. Bersama Delon mengobrol membuat dirinya lupa waktu.


😗😗😗😗


Para model melenggang di atas runway dengan indah. Mereka memamerkan busana yang indah milik para desainer yang begitu mempesona, ke sepuluh model tengah berdiri di atas catwalk dengan anggun.


Hingga pada akhirnya tiba pada sesi lelang, dan pengumuman desainer terpopuler.

__ADS_1


Para model dari nomer urut pertama hingga ke sembilan sudah melewati pelelangan dengan harga tertinggi 500 juta dan di dapat oleh desainer cantik yang kini duduk dengan indah di depan panggung catwalk. Ya wanita itu adalah Zifana sinatria, hingga pada akhirnya model terakhir maju dan berhasil menyita perhatian khalayak.


"Mari kita buka harga, untuk desain memukau dari sheyna bontique. Butik ternama yang begitu misterius empat tahun belakangan ini," ucap moderator dengan suara yang lantang.


"35 juta," pengusaha tampan memberikan penawaran.


"55 juta," sahut lelaki di sudut ruangan.


"100 Juta," sahut yang ada di tengah.


"150 juta," sahut yang ada di pinggir.


"250 juta," sahut yang ada di belakang lagi.


"500 juta," sahut yang ada di belakang sana.


Zifana mengepalkan tangannya, ada yang menyamai harga desainya?


"500 juta? Ada lagikah yang mau lebih dari itu?" tanya moderator.


"750, beriakan baju itu padaku!" ucap suara serak nan tegas yang berasal dari atas sana. Semua mata memandang ke arah wanita dengan setelan cantik berwarna merah muda.


Mata Zifana membelalak kaget melihat Mira yang dengan lantang membayar desain itu dengan mahal.


"Plok, plok, plok," moderator itu bertepuk tangan dan mengedarkan pandangan matanya ke arah atas. Menatap wanita paruh baya yang terlihat cantik yang kini sedang melipat lengan kemejanya dengan elegan.


"Waw, 750?" tanya moderator. Mira melangkah menuruni tangga, hentakan sepatu mahalnya terdengar nyaring di telinga.


"Ya, baju dan desain itu sangat indah. Aku ingin memilikinya, dimana pemilik Sheyna bontique? Aku ingin berbincang dengannya," tanya Mira dengan senyumannya.


"Okey, acara telah berakhir dan kita mendapatkan desainer terpopuler yang jatuh pada Sheyna Bontique, dengan harga 750 juta. dengan segala hormat mohon untuk owner segera naik ke atas catwalk," ucap moderator.


Nada dan Sifa saling berpandangan di belakang panggung, Nada bisa melihat dengan jelas mertuanya ada disana. Apa yang harus dia lakukan?


😍😍😍😍


Hai sahabat othor ramah.. kenalan yuk sama akun sosmed aku.


Sokhibah el jannata...


mari kita saling bersilaturahim yak.. salam sayang. wkwkwkw

__ADS_1


__ADS_2