Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 34


__ADS_3

Setelah acara penyambutan CEO MRD grup. Kini, tamu yang datang dari negara M sekalian ingin membahas kerjasama. Pada akhirnya, mereka mengadakan meeting dadakan dengan perusahaan yang berasal dari Negara M tersebut.


mereka akan bekerjasama melebarkan sayap untuk mengembangkan bisnis properti dinegara M. Kini Dani mempersiapkan berkas kemudian meminta beberapa tanda tangan kepada Radit.


Kakek Rey yang masih di tempat setelah acara menyempatkan waktu untuk ikut meeting. Mira sebagai salah satu petinggi juga mengikuti. Sedang, Nenek Amy telah pulang setelah acara selesai.


Beberapa staf dan jajaran petinggi perusahaan tampak sudah berkumpul dengan beberapa tamu dari Negara M tersebut. Mereka menunggu kedatangan Radit yang masih mempersiapkan beberapa hal di ruangannya.


"Selamat siang, Semua."


Radit memberi salam saat membuka pintu ruangan meeting. Begitu juga dengan Dani dan Ersa. Ersa yang memang sudah berkali-kali bertemu dengan tamu mereka sudah tampak Akrab.


Dengan kecerdikannya Ersa membawakan presentasi dengan sangat mudah dipahami, pada akhirnya kerjasama itu terjalin. Mereka membahas proyek yang harus dikerjakan, dan pada akhirnya memperoleh kesepakatan.


"Terimakasih atas kerjasama ini Tuan," ucap Radit. Dua orang di depannya mengangguk. Mr Tan presdir dari Hamurai group menatap kearah Radit, Ersa, dan kakek secara bergantian.


"Jadi sebenarnya ada satu syarat lagi untuk kita bisa mendapat kesepakatan akhir dari pertemuan ini," ucap Mr. Tan.


Radit menatap kearah orang di depannya dengan seksama. Kakek, Dani, bahkan Mira juga antusias mendengarkan.


"Apa itu Tuan? Dengan senang hati jika itu untuk kelangsungan bisnis kita," ucap Radit.


"Mungkin kedengarannya tidak masuk akal. Tetapi ini adalah syarat yang biasa saya pertanyakan dan saya ajukan untuk perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan saya," ucapnya.


Radit dan kakek saling memandang, mereka penasaran dengan sarat yang diajukan.


"Katakan, saya akan memenuhi jika tidak bertentangan dengan prinsip saya, selagi itu menguntungkan, saya setuju," ucap Radit. Pandangannya menelisik ke arah Mr. Tan yang tengah menatapnya.


"Perlu Kalian tau, setiap perusahaan yang menjalin hubungan dengan perusahaan kami adalah orang yang sudah berkeluarga. Jadi apa boleh saya meminta Tuan Radit berkeluarga dulu untuk meneruskan kerjasama ini?" ucap Mr. Tan dengan tersenyum.


Ucapan itu berhasil membuat Radit, kakek, Dani, Ersa dan Mira melongo.

__ADS_1


"Berkeluarga?" tanya Radit antusias.


"Ya, menikah misalnya," ucap Mr Tan. Radit mengeratkan kepalan tangannya.


"Persyaratan macam apa itu?" Radit sedikit menaikan suaranya. Mr. Tan tampak sedikit tersinggung.


Kakek memegang pundak Radit. Mencoba menenangkan cucunya itu. Mira juga tampak terkejut, tapi sebuah seringai muncul di bibirnya. Dani dan Ersa tampak terdiam.


"Ini adalah syarat mutlak, karena anak-anak saya pun juga harus menikah dulu sebelum mereka memimpin perusahaan. Karena saya pikir, di balik lelaki yang sukses, disitu ada sosok perempuan yang hebat yang selalu mendukung. Suasana hati yang bahagia seperti itu yang akan mengantarkan kita pada hasil kerja maksimal dan kepuasan," ucapnya panjang lebar.


Radit melirik kakek, hatinya sedikit dongkol karna syarat ini.


"Apa tidak bisa di maklum? Walaupun cucu saya belum menikah, dia sangat berpotensi," Kakek mencoba menawar. Mr Tan menggeleng pelan.


"Tidak bisa, akan tetapi saya tidak memaksa. Jika setuju kita lanjut, jika tidak setuju maka sampai sini saja pertemuan kita," ucap Mr Tan tegas.


Radit benar-benar emosi Kali ini, dia memandang MR Tan dengan sorot mata yang tajam. Sedangkan Mira tampak memandang kearah Radit.


"Okey, kalau begitu. Tapi, sesuai dengan perjanjian yang telah di setujui di sini, jika membatalkan kerjasama sepihak maka harus memberikan kompensasi kerugian dari separuh nominal untung yang di anggar," ucap MR Tan.


Radit mengepalkan tangannya, menatap wajah MR Tan membuatnya geram. Adakah rencana yang di mainkan? batin Radit bertanya.


"Syarat yang anda ajukan di luar dari persetujuan yang kita buat," tegas Radit.


"Tapi, jika saya membawa berkas ini di jalur hukum. Syarat yang tidak tertulis itu mempermudah laporan saya karna anda membatalkan sepihak dan tidak mau melanjutkan bekerja sama," ucap Mr Tan dengan senyuman tenangnya.


Brak,


Radit tampak menggebrak meja, membuat suasana semakin tegang.


"Saya tunggu konfirmasi besok, atau berkas ini siap untuk bukti ke meja hijau," ucap MR Tan kemudian melenggang pergi.

__ADS_1


"Marvel, keputusan ada ditanganmu. Kau Boleh menerima atau juga membatalkan. Semua keputusan ada ditanganmu," ucap kakek.


Radit menghela nafas panjang sambil membaca surat perjanjian. Jika membatalkan, maka kerugian yang di dapat bisa merenggut semuanya. Lalu, bagaimana nasip para karyawannya? Radit memijat pelipisnya. Menikah? Siapa yang akan di jadikan istri? Ala yang harus dilakukan? Radit meremas kertas diatas meja, menjadikanya bulatan kecil di genggaman tangannya.


"Kita lanjutkan," ucapnya Mantap.


Kakek merasa lega, dia tau cucunya tipe orang yang bertanggung jawab. Mira tersenyum girang. Dia menatap kearah putranya.


"Marvel, Zifana pasti setuju untuk membantumu," ucap Mira.


Ucapan Mira tak dihiraukan oleh Radit, sedangkan kakek hanya diam mengamati gerak-gerik cucunya. Mira tampak mengepalkan tangannya dan melenggang pergi.


"Kau merencanakan sesuatu?" tanya Dani. Radit tersenyum sinis. Dani menepuk pelan pundak sahabatnya.


"Cari wanita bayaran yang mau nikah kontrak denganku," ucapnya lirih.


"Apa yang akan kau lakukan?" sentak Dani.


"Kau cukup melakukannya saja," Radit berucap.


"Apa kau serius?" tanya Dani ragu. Radit menghela napas dan mengangguk pelan.


"Marvel, pernikahan bukan mainan," ucap Kakeknya.


"Aku tidak pernah menginginkan pernikahan, ini hanya karena aku memikirkan perusahaan," ucap Radit kemudian melangkah pergi.


Dani dan Kakek saling memandang, bagaimana bisa dalam sekejab mencari wanita?


"Dani, lakukan saja apa yang Marvel minta," ucap kakeknya. Dani menghela napas panjang dan mengangguk.


🎀🎀🎀🎀

__ADS_1


__ADS_2