
Radit berada di sebuah restauran yang luas. Selena sempat menolak bertemu dengan Radit bersama dengan Delon. Akan tetapi, Delon mampu membuat wanita itu pada akhirnya mau bertemu.
Radit berhadapan dengan Selena yang tampak memaksakan kehendaknya. Sejak tadi wanita itu menggebu, meminta pertanggungjawaban dari seorang Marvel Raditia Dika.
Selena menatap Radit dengan sorot mata yang tajam.
"Radit, aku tidak mau tau. Jika kamu tetap tidak mau menikahiku, jangan salahkan aku bila aku mengusik kehidupan istrimu. Aku tidak minta lebih dari itu, nikahi aku!" ucap Selena dengan mata yang berkaca.
"Kau pikir semudah itu? Bahkan untuk membuktikan itu benihku, kau tidak mampu. Aku tau kehidupanmu Selena, aku rasa uang ini sanggup menghidupimu dan bayimu nantinya. Aku yakin, jika pun kau hamil, itu bukan benihku," ucap Radit sambil meletakkan cek diatas meja.
Selena menghela napas panjang, menatap Radit sambil menggelengkan kepalanya. Selena merobek cek itu dan melemparkannya pada Radit. Radit membelalakkan matanya, tangannya terangkat, ingin rasanya menampar wajah di depannya. Selena menghela napas dalam dalam kemudian mengangkat tangannya hingga di depan wajahnya.
Keduanya terdiam, Delon sempat ingin mendekat. Akan tetapi dia masih saja mengawasi luaran sana, mungkin saja yg ada orang suruhan musuh yang berkeliaran.
"Aku masih memberi waktu untukmu berkata jujur Selena, kau masih ingat? Kau adalah teman ranjang terbaikku dulu. Bahkan aku memberikan semua yang kau minta, sekarang ini aku tidak lagi menggunakanmu. Kau tau? Aku sangat mencintai istriku, tolong aku Selena. Tolong bantu aku untuk menjadi lebih baik, dengan kau tidak mengusik kehidupanku!" Radit meletakkan kembali cek di atas meja kemudian melenggang pergi.
Selena, Wanita cantik itu menatap ke arah ponselnya, menatap foto yang dikirim oleh Gino Sinatria. Orang yang pernah menjadi patner ranjangnya. Sekaligus, ayah dari bayi yang dikandungnya.
Foto itu memperlihatkan kondisi ibu Selena yang diikat dan disumpal mulutnya berdiri di atas pecahan kaca dan tanpa alas kaki. Gino mengancam akan menghabisi nyawa ibunya, orang yang dia sayangi. Air matanya mengalir, bingung harus memilih ibunya atau Radit.
Ibunya adalah orang terkasih, bahkan dirinya terpaksa menjadi wanita panggilan untuk membiayai berobat ibunya. Radit? Radit adalah patner terbaik yang hanya memintanya menemani dan hanya sekali melakukan hubungan badan. Itupun saat Radit tengah tak sadarkan diri. Selena yang saat itu selesai meminum pil KB pun tak bisa menghentikan aksi Radit.
"Kenapa harus Begini? Kenapa kau begitu Jahat Gino? Radit orang yang baik, aku tidak bisa melakukan ini. Tapi bagaimana dengan ibu?" Selena menangis tersedu, ia memeluk lututnya. Bayangan pertemuan dengan Gino beberapa hari yang lalu terngiang dipikiran nya.
__ADS_1
Gino menatap Selena dengan penuh amarah, mereka saling menatap benci. Gino tidak mau bertanggung jawab dan malah mengancam dirinya.
"Kau pikir aku takut? Aku tidak takut!" sentak Selana.
"Lalu, apa kau mau melihat ibumu mati sia-sia?" bentak Gino. Selena menghela napas dalam-dalam.
"Kau akan mendapatkan pernikahan dan uang jika kau mau melakukannya. Anakmu akan punya status, dan kau pun bergelimah harta. Tapi, jika kau menolak, Ibu mu akan celaka. Kau pun juga akan sengsara, itukah pilihanmu?" tanya Gino dengan menempelkan jari telunjuknya di pipi Selena.
"Aku tidak mau!" bentak Selena.
"Okey, tembak wanita tua itu!" perintah Gino.
"Jangan sakiti ibuku Gino, aku mohon!" pinta Selena dengan deraian air mata.
"Apa yang kau mau?" tanya Selena di tengah kepanikannya.
"Hancurkan Marvel Raditia Dika," pintanya.
"Jangan gilaa Gino, aku tidak mau menyakitinya. Radit terlalu baik dan istrinya pun tak tau apapun!" bentak Selena.
Plak
Satu tamparan mendarat di pipi Selena, membuat pipi Selena merah dan panas. Seketika Selena memegang pipinya.
__ADS_1
Gino memicingkan matanya, sisi kekejaman nya benar-benar tampak.
"Kau jahat Gino," sentak Selena.
"Tak ada alasan untuk aku berbuat baik padamu, kecuali ada jaminan agar aku tetap memperlakukanmu dan ibumu dengan baik," ucapnya sinis.
"Aku tidak punya apa-apa untuk kujaminkan pada mu," sahut Selena.
"Kau hanya perlu mengaku jika kau hamil anak dari Marvel Raditia Dika pada istrinya, maka aku akan memperlakukanmu dan ibumu dengan baik," ucap Gino.
Selena menghela napas dalam dalam dan memejamkan matanya.
"Ingat nyawa ibumu," ucap Gino. Gino mengambil ponselnya dan menghubungi anak buahnya.
"Tembak dia,"
"Jangan, aku akan menuruti apa maumu," ucap Selana sambil menghapus air mata.
"Bagus, lakukan itu besok!" ucap Gino kemudian melenggang pergi meninggalkan Selena.
Selena menangis tersedu, dia benar-benar hidup dalam kebimbangan.
"Apa yang harus aku lakukan? Radit maafkan aaku. Aku tidak punya pilihan lain," lirih Selena.
__ADS_1
🌜🌜🌜🌜🌜🌜