Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 150


__ADS_3

Di sebuah gudang yang begitu jauh dari pemukiman. Nada masih dengan keadaan yang sama, terikat mata, mulut beserta tangannya.


Dia di tempatkan di sebuah ruangan kosong yang begitu pengap. Beruntung kakinya masih bisa bergerak.


Terdengar suara hendel pintu terbuka, Nada menghela napas panjang. Dia yakin, kali ini bukan anak buahnya, melainkan dalang dari semua yang terjadi.


Terbukti dengan harum semerbak parvum mahalnya, Zifana. Wanita jahat itu sebenarnya sangat cantik, bahkan dia juga wanita karir yang berbakat. Memiliki butik ternama dan beberapa toko perhiasan yang terkenal juga.


Suara detakan sepatu mahal terdengar sangat nyaring. Zifana Mendekat ke arah Nada, tangannya terulur untuk membuka ikat kepala yang menutupi mata Nada.


Dengan tenang Nada membuka matanya, menetralkan pandangannya yang hampir dua jam terikat. Pandangan mata yang semula gelap perlahan bisa melihat satu sosok cantik dengan gaun cantik di bawah lutut berwarna merah muda.


Paras cantiknya sebenarnya sangat mempesona, usianya tak jauh beda darinya. Atau mungkin sama, 23 tahun.


Nada bisa melihat dengan jelas wajah cantik Zifana yang saat berdiri tegak di depannya denga rambut yang tergerai indah. Mata sembab karna dirinya baru saja menangis.


"Zifana," lirih Nada.


Wanita cantik itu memejamkan matanya, sepertinya hati dan pikiranya tak sejalan. Entah, sampai sekarangpun dia tak berkata apapun hanya memandang wajah Nada yang kini masih tetap tampak cantik.

__ADS_1


POV Zifana.


Semula aku ingin menghabisinya, tak pernah berpikir untuk diam saja. Bahkan, aku ingin dia menderita. Dia harus menderita, aku tidak memliliki Marvel. Artinya dia juga tidak boleh memiliki Marvel. Dia hamil, hamil seorang anak yang tak berdosa. Lalu, aku tega melakukannya? Demi apa? Cinta? Cinta yang mana? Ketika aku melihat binar indah yang berkilau dari tatapan teduhnya, aku tau dia wanita yang istimewa.


Ketika aku tau tatapan indahnya aku tau, dia wanita yang begitu sempurna. Siapa wanita itu? Bahkan hati keras seorang Tante Mira bisa luluh? Hati Marvel yang begitu keras padaku dan dingin padaku, tetapi luluh dengan pesona seorang Nada.


Bahkan, Kak Gino, kakak yang selalu saja melakukan apapun yang aku mau itu mengirimkan pesan padaku untuk tidak menyakitinya sedikitpun.


Seistimewakah wanita yang kini menjadi perbincangan publik karna berita miring tentangnya itu? Berita yang di buat oleh Kak Gino?


Bahkan saat ini aku membawa sebuah pisau yang tajam, dengan kemarahan aku berpikir untuk segera menghabisinya. Akan tetapi, melihat mata indahnya semua seakan sirna tak bersisa.


Saat ini pikiranku benar benar terbuka. Aku yang biasanya tak sejalan dengan pemikiran papa dan Kak Gino kenapa mendadak selalu mengikuti kemauannya? Aku yang biasanya tak mau mengikuti semua yang mereka mau kenapa akhir ini seakan terpancing?


Marvel? Pernah aku menolak perjodohan dengannya, karna aku tak mau terlibat dengan urusan bisnis Papa dak Kak Gino yang hampir saja menjadikan aku sebagai alat untuk menambah kekayaan dengan menikah dengan Marvel.


Lalu, kenapa sekarang aku seolah berambisi? Hanya karna mengetahui Marvel tampan? Aku ingat betul, bagaimana Kak Gino mengomporiku beberapa hari yang lalu. Apa karna Ingin memiliki Nada dia melakukan ini semua? Memberikan sejuta alasan agar aku mengejar Marvel juga? Marvel yang memang sempat masuk ke dalam hatiku, tapi aku tak menolak untuk bersamanya. Akan tetapi saat itu, entah kenapa aku jadi menggebu seperti ini. Aku memejamkan mata sejenak, bahkan aku telah mengotori hatiku sendiri karna ulah kakakku sendiri?


Aku mengepalkan tanganku erat, bahkan Nada menikah terpaksa dengan Marvel. Menikah karna Ide gila dari papa, sebenarnya agar Marvel bisa menikah denganku akan tetapi ternyata Marvel memilih jalannya bersama dengan Nada.

__ADS_1


Lalu masih sanggupkan aku menggorbankan kebahagiaan Nada? Menikah terpaksa, bukankah itu menyakitkan? Mungkin saja Nada pernah menderita karna peenikahan itu, jika sekarang Marvel mencintainya itu pasti karna Nada memang wanita yang pantas untuk dicintai.


Aku mundur beberapa langkah, langkahku teehenti saat aku menabrak tubuh tegab yang kini berada di belakangku.


POV Zifana berakhir.


Zifana memutar langkah dan mendapati Gino menatap ke arahnya.


"Kakak," kejutnya.


Bahkan Nada juga terkejut mengetahui panggilan Zifana pada Gino. Mereka bersaudara?


Nada melihat interaksi antara wanita dan lelaki di depannya ini. Nada bisa melihat dengan jelas perbedaan karakter dua manusia itu.


"Apa yang ada di pikiranmu?" tanyanya pada Zifana dengan sorot mata yang mengintimidasi. Sepertinya Gino tau, bahwa Zifana kembali pada pemikiran awalnya.


Tak menahan apapun kini Zifana berganti menatap kakaknya dengan tatapan tajamnya.


"Jelaskan padaku, apa kakak mencoba menghasutku?" tanya Zifana. Gino memejamkan matanya, netranya menatap Nada dan Zifana bergantian.

__ADS_1


🎀🎀🎀🎀🎀


__ADS_2