Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 45


__ADS_3

"Keluarlah, aku harus ke kantor sekarang juga," ketus Radit sambil melemparkan kunci mobil pada Nada. Nada membiarkan kunci mobil itu terjatuh, seakan tidak perduli dengan manusia di sampingnya.


Nada membuka pintu mobil kemudian keluar, Radit memandang ke arah kunci yang berada di bawah. Ingin memaki karna diabaikan, namun sepertinya urusan kantor lebih penting dari pada harus menanggapi Nada yang memang suka membuat emosi.


Radit segera melajukan mobilnya membelah jalanan menuju ke kantor. Waktu menunjukkan pukul 01.00 dan dipastikan MR Tan telah ada di MRD group. Tak lupa dirinya membawa buku nikah, ya memang itu yang diinginkan dari pernikahan ini.


Nada hanya bisa memandang mobil berwarna merah metalik itu menjauh dari pandangannya. Nada tersenyum getir. Pernikahan macam apa ini? Nada memandang dirinya dengan balutan baju pengantin yang indah. Namun, sayang sekali keindahan itu hanya pemandangan semata.


Nada melirik ke arah Mobilnya yang berada di sebrang jalan. Kini dia berjalan ke arah sana dan segera melajukan mobilnya menuju ke apartemennya sendiri.


Deringan ponsel terdengar nyaring, Nada segera mengambil ponselnya dan menjawab panggilan dari Sifa.


"Halo Sifa, ada apa?" Nada bertanya.


"Nad, Bu Emyli ada di butik untuk mengambil baju pesanannya. Kata orang kantor dia menunggumu. Aku sudah dalam perjalanan ke sana. Lalu, bagaimana denganmu?" tanya Sifa.


"Kau temui saja dia, katakan aku masih ada urusan," jawab Nada.


"Okey, aku akan menyampaikannya Nad," jawab Sifa.


"Okey, terimakasih Sifa. O iya Sifa, boleh aku meminta sesuatu padamu?" tanya Nada.


"Apa itu Nad?" tanya Sifa.


"Rahasiakan pernikahanku, hanya kita yang tau. Bukan berarti aku menyembunyikannya, tetapi aku belum bisa untuk membagi ini pada orang lain," pinta Nada.

__ADS_1


"Oke Nada, aku akan merahasiakannya. Kau harus menceritakannya padaku lain waktu," ucap Sifa.


"Hem, terimakasih Sifa," ucapnya kemudian menutup ponselnya.


Nada memasuki area apartemennya, dengan langkah tenang dirinya berjalan. Setelah sampai di depan unit apartemennya, Nada segera membuka hendel pintu. Nada melepas aksesoris yang menghiasi kepalanya.


Nada masuk ke kamar mandi sebelum merebahkan tubuh lelahnya ke ranjang, badanya terasa lengket sehingga Nada ingin manjakan dirinya dengan berendam di dalam bathup. Nada membersihkan dirinya dengan sampo dan sabun wangi yang membuatnya tampak segar.


❤❤❤


Area parkir MRD grup tampak di huni mobil berwarna silver keluaran terbaru. Dipastikan itu adalah mobil milik MR Tan. Radit segera melangkah menuju ke tempat dimana pertemuan di lakukan.


Kakek Rey, Tuan Hendra, Mira beserta Zifana tengah berada di sana dan saling berbincang.


"Bagaimana? 15 menit lagi, jika tidak ada kabar juga maka aku akan pergi," MR Tan seakan mengancam, membuat Kakek Rey dan juga Hendra dan Mira tampak panik.


"Ijab saja? Ijab siri begitu? Lalu kapan di sahkan secara agama dan negara?" tanya MR Tan.


"Apa yang kalian ributkan?" Suara seseorang membuat mereka menoleh ke sumber suara.


MR Tan memandang ke arah Radit yang kini berjalan ke arahnya dan tersenyum.


Mira dan zifana tampak saling berpegangan tangan dan merasa senang. Kakek Rey tampak lega melihat kedatangan cucunya.


"Selamat siang Tuan Marvel, aku pikir kita akan kehilangan kontrak kerjasama ini. Tapi ternyata kau datang tepat waktu," ucap Mr Tan kemudian berdiri mengulurkan tangannya ke arah Radit.

__ADS_1


"Tentu saja aku datang, semua sudah saya perhitungkan," ucap Radit sambil membalas uluran tangan MR Tan.


"Salahkan duduk MR," Radit memoersilahka Mr Tan untuk duduk.


Kakek Rey, Mira dan juga Zifana juga duduk di kursi masing-masing.


"Jadi apa kau mau melakukan pernikahan sekarang? Lihat, pasanganmu menunggu sejak tadi," ucap MR Tan. Radit tampak menautkan alisnya dan menatap MR Tan dengan tenang. Zifana tampak berbunga, karena Mira tadi mengatakan bahwa Zifana lah calon istri dari putranya.


"Bahkan aku sudah melakukannya, kita tinggal menandatangani kontrak dan segera melaksanakan proyek," ucap Radit. Mr Tan memandang ke arah Radit dengan penuh tanda tanya.


"Apa maksudmu?" tanya MR Tan. Radit mengambil buku nikahnya di dalam saku jas kemudian meletakan di atas meja.


MR Tan, tampak syok, Mira dan Zifana juga sama. Kakek? Kakek tau tentang pernikahan itu, walaupun cucunya tak mengatakannya.


Ke empat pasang mata menatap ke arah dua buku nikaj yang terletak di atas meja. MR Tan melirik ke arah Zifana yang kini tampak terkejut.


"Kau sudah menikah?" tanya Zifana. Radit mengarahkan pandangannya kepada Zifana.


"Ya, itu benar sekali Nona Zifana," ucap Radit. Air mata Zifana tiba-tiba mengalir. Radit mengarahkan pandangannya ke arah Mira.


"Bisa kau bawa wanita itu keluar dari sini? Disini akan membahas pekerjaan, lagi pula aku sudah menikah dan aku tidak membutuhkan wanita lagi," ucapnya santai, akan tetapi membuat Zifana merasa sakit yang tak berdarah.


"Siapa wanita itu? Boleh aku mengenalnya?" tanya MR Tan. Radit tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Belum saatnya kau mengenal dia," ucap Radit dan kembali membuat Zifana merasakan sesak di dadanya.

__ADS_1


"Baik, kalau begitu aku pamit dulu," ucap Zifana kemudian melenggang pergi di ikuti oleh Mira.


😍😍😍😍😍🤣🤣🤣🤣🤣


__ADS_2