Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 47


__ADS_3

Haruskah dia menjelaskan pada asistennya dengan jelas, bersama siapa kakek datang kesana nanti?


"Kenapa sepertinya kau menginginkannya? Apa menariknya dia? Cepat cari sekarang juga," ucap Radit ketus kemudian menutup ponselnya.


"Bagaimana? Apa sekarang kita berangkat?" tanya Kakek Rey.


Radit mengangguk setelah satu alamat di terima di ponselnya. Dani, dia memang asisten yang selalu bisa diandalkan.


😍😍😍


Nada mengerjabkan-ngerjabkan matanya saat terbangun dari tidurnya. Dia melirik jam dinding yang menunjukkan jam 15.00. Satu jam sudah dirinya mengistirahatkan tubuhnya. Seusai Shalat Dzuhur tadi dia sengaja untuk tidur.


Segera Nada bangun dan membersihkan diri, memakai penutup kepala kemudian memasak di dapur.


Satu jam berlalu, sesudah ibadah Sholat asar dan mempersiapkan banyak makanan di meja makan, ia ingin mengantarkan sebagian makanan kepada ayah dan kakaknya. Namun, sedari tadi kedua orang spesial itu tak juga menerima panggilannya.


Nada menghela napas panjang, bayangan pernikahan tadi pagi melintas di pikirannya. Betapa sakral, dan khusuk acara itu. Namun, bahkan sampai saat ini pun dia belum bertemu kembali dengan lelaki yang berstatus sebagai suaminya. Membuat sesak di dadanya.


Deringan ponsel terdengar di telinga Nada, di liriknya ponsel yang memperlihatkan nama Sifa. Segera Nada menggeser tombol hijau dan mendengarkan suara di sebrang.


"Assalamualaikum, Sifa. Ada apa?" tanya Nada santai.


"Waalaikumsalam Nad, aku hanya mau memberi tahu bahwa Nona Emily sudah mengambil bajunya. Dia juga memberikan undangan pada kita untuk menghadiri ulang tahun perusahaannya nanti malam," ucap Sifa panjang lebar.


Nada menghela napas panjang dan melirik jam yang menunjukkan pukul 17.00.

__ADS_1


"Bagaimana Nad? Kau bisa datang? Nona Emely sangat berharap kau bisa hadir," ucap Sifa.


"Aku pikir dulu Sifa, tapi aku berharap kamu bisa hadir. Meskipun nantinya aku tidak hadir, rencananya aku mau ke apartemen kakakku sih. Makan bersama dengan ayah dan kakak," ucap Nada.


"Oh, aku usahakan hadir Nad. Nanti berkabar lagi ya," ucap Sifa.


"Siap, terimakasih Sifa. Assalamualaikum," ucap Nada kemudian menutup ponselnya.


Nada mengerutkan keningnya di saat terdengar suara ketukan pintu. Segera Nada berjalan ke arah pintu dan membuka pintu apartemennya.


Nada mengerutkan keningnya saat melihat pria dewasa yang kini berdiri tegak sambil memasukan tangannya di saku celana.


"Selamat Sore, Nona," ucap Dani sambil tersenyum ke arah Nada. Nada tersenyum singkat kemudian menatap ke arah Dani dengan tenang.


"Sore, ada yang bisa saya bantu?" tanya Nada santai.


Nada tampak terdiam, apa artinya Radit mau ke apartemennya? Entahlah.


"Dan sekarang sudah pasti kan? Lalu, apa kau masih berencana berdiri di situ?" tanya Nada.


"Apa kau tidak berniat mempersilahkan aku masuk Nona?" tanya Dani.


Nada menghela napas panjang, dia menatap ke arah Dani dan membuka pintu lebar-lebar.


"Duduklah di luar," ucap Nada sambil mengarahkan telunjuknya ke kursi depan. Dani tersenyum dan menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Lalu, apa tidak juga kau berniat memberiku minum?" ucap Dani lagi. Nada menghela napas panjang dan segera melangkah ke arah dapur.


Melihat Dani membuat emosinya meningkat. Melihat Dani benar-benar masih menyisakan luka, karna Dani adalah penyebab utama pernikahan yang terjadi antara dia dan Radit.


"Ini untukmu, segera habiskan dan pergi dari sini!" ucap Nada.


"Siap Bu Bos, yang penting kau tidak memintaku membunuh ibuku," ucap Dani sambil menekan kata ibu. Menjadikan Nada memejamkan matanya menahan emosi menghadapi lelaki yang sama menyebalkan seperti bosnya.


Nada hampir saja melangkah masuk, namun dia kembali menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Dani.


"Ada yang bisa saya bantu Nona?" tanya Radit dengan senyuman menyebalkan sama persis seperti tadi malam.


"Atau kau mau berkenalan denganku??" tanya Dani lagi. Nada masih diam, namun netranya menatap tajam ke arah Dani.


"Okey, aku Dani. Asisten pribadi Tuan Marvel, Nona Nada bisa meminta bantuan padaku jika membutuhkan," ucapnya panjang lebar.


"Jangan banyak bicara, beri tau aku nomer rekening bosmu. Aku akan membayar hutang padanya," ucap Nada. Dani mengerutkan keningnya dan menatap Nada dengan tenang.


"Cepat katakan atau pergi sekarang juga," ancam Nada. Dani merogoh saku celananya dan memberikan secarik kertas pada Nada.


"Itu milik Tuan Marvel Nona, kalau begitu saya harus pamit, karna tugas saya untuk memastikan Nona Nada ada di tempat telah usai. Suami anda sudah di bawah, selamat bermalam pertama Nona Nada," ucap Dani kemudian melenggang pergi.


Nada tampak pias, ucapan Dani benar-benar membuatnya merasakan detakan jantung tak beraturan. Radit? Dia benar-benar datang?


😍😍😍😍😍😍

__ADS_1


Hayoooo... apa yang akan terjadi? 😍🤣🤣🤣🤣🤣


__ADS_2