
Kenapa dia yang hamil malah Radit yang Ribet? Nada menghela napas dalam-dalam.Diliriknya sebuah ponsel yang memberikan informasi penjual seblak enak yang ada di pinggiran kota.
"Bagaimana kalau kita Diliveri order saja Yang?" Nada meminta. Sekali saja tak apalah mengabaikan isi otak Radit yang entah ngidam beneran atau melakukan adegan kesempatan dalam kesempitan, Nada mengusap perutnya yang berdenyut.
"Sayang, maafkan bunda. Bukan mau mengabaikan, tetapi sepertinya papamu mengerjai saja," ucapnya lirih.
"Aku maunya masakanmu, masak iya harus dilivery Dear," sahut Radit.
"Okey, kita masak nanti setelah acara, bagaimana?" tanya Nada. Radit memejamkan matanya dan memandang Nada dengan penuh cinta.
"Boleh ditunda, tapi saat ini aku mau seblak rasa cinta ala Nada dulu," jawabnya santai. Nada menatap Radit dengan penuh tanya. Seblak rasa cinta ala Nada?
"Apa itu?" sahut Nada sambil menautkan alisnya.
__ADS_1
"Kamu akan tau," jawab Radit dengan lembut.
Radit menatap Nada dengan tenang kemudian mengambil ciuman lembut yang begitu manis dari bibir wanita yang begitu sangat dicintainya.
Nada memejamkan matanya dan menikmati permainan Radit yang selalu membuainya. Ya beginilah ujung dari permintaan Radit yang aneh, jika Nada tidak bisa memenuhi selalu seperti ini. Rujak mangga yang berakhir rujak bibir. Ayam penyet yang berakhir penyetan penyetan. Sambel terong yang berakhir terong terangan. Lalu, apalagi ini? Seblak yang berakhir seblak rasa cinta ala Nada. Lalu, apalagi Nanti?😆😆😆
Nada menggeleng pelan, terkadang memiliki suami seperti Radit memang harus bersabar. Radit yang dulu memang bergonta ganti pasangan, cara ampuh yang bisa dilakukanya agar suaminya tak berpaling salah satunya adalah memberikan servis yang memuaskan. Berharap suatu kebahagian sampai nanti maut memisahkan.
Nada melepaskan ciuman Radit kemudian menatap Radit dengan senyuman yang indah, Radit menatap istrinya dengan tenang seakan bertanya kenapa dihentikan?
Nada melirik ke arah televisi, sebuah acara yang memberitakan tentang seorang ibu yang meminta pengakuan dari seorang ayah untuk anak yang dilahirkannya. Anak yang dilahirkan karna hubungan diluar pernikahan.
Deg, Nada memejamkan matanya. Merasakan sesak yang menusuk hatinya. Bagaimana jika itu terjadi pada peenikahannya? Bagaimana jika benih yang sempat di tabur suaminya juga menghasilkan hal yang sama?
__ADS_1
"Dear, apa yang kamu pikirkan?" tanya Radit. Nada menggeleng pelan, Radit tidak peka pada berita itu. Sudahlah, semoga saja tidak akan terjadi. Ini hanyalah pikiran ngelantur dari ibu hamil yang kesana kesini.
"Yang, aku harap kita akan bahagia selamanya. Bahagia sampai nanti," ucap Nada lagi.
Radit menarik Nada dalam dekap hangatnya, bukan tidak peka. Tapi, Radit tidak ingin membebani otaknya dengan berita itu. Waktu itu, pernah dirinya lupa tak menggunakan pengaman saat bersama satu wanita. Radit memejamkan matanya, berharap dosa masa lalu tak menyisa. Hanya bahagia bersama Nada yang dia harapkan saat ini.
"Aku yakin, kita akan bersama sampai maut memisahkan kita, aku sangat mencintaimu, Nada Aira Azzahwa," ucap Radit dengan tenang. Nada memejamkan matanya di dada bidang Radit. Mengamini segala ucapan Radit yang begitu menentramkan jiwanya.
"Permisi Tuan, Nona muda. Nona Micel dan Tuan Vino sudah sampai. Nyonya Mira dan Nyonya besar meminta Nona dan Tuan untuk segera turun," ucap seorang pelayan.
Radit melepaskan pelukannya pada Nada, mereka menatap pelayan dengan tenang.
"Terimakasih Bik, kami akan segera turun," ucap Nada sambil tersenyum.
__ADS_1
Pelayan segera kembali, Nada dan Radit segera melangkah menuju ke bawah untuk menyaksikan pernikahan sederhana tapi elegan itu. Pernikahan yang hanya dihadiri oleh orang tertentu. Akan tetapi banyak wartawan di luaran sana.
🎀🎀🎀🎀