Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 33


__ADS_3

"Maaf Nona ,saya Wili sekertaris pribadi Tuan Muda Pradikta,"ucap pria itu memperkenalkan diri.


Nada terkejut, ia pun tidak dapat menyembunyikan rasa malunya. Pipinya merona, Nada menundukan kepala.


"Oh, maaf. Saya pikir anda Tuan Pradikta," ucap Nada santun dan di balas dengan senyum yang mengembang oleh Wili.


"Ada apa Nona? Ada yang penting? Kebetulan Tuan saya masih di kamar mandi," tanya wili.


"Maaf, tidak ada yang penting Tuan, hanya saja saya mengira jika Tuan adalah Tuan Pradikta,"jawab Nada sambil mengigit bibir bawahnya menahan malu.


Wily tersenyum tipis.


"Tuan Pradikta ke toilet sebentar Nona, mohon menunggu!" ucapnya santai.


Nada mengangguk angguk, kemudian membuang pandangan ke arah luar. Tidak ada perbincangan diantara keduannya. Bahkan Sifa hanya terdiam sambil tersenyum melihat kejengkelan di raut wajah Nada.


"Wanita cantik, lembut, terlihat elegan dan cerdas. Kupastikan Tuan muda akan bahagia jika berjodoh dengan anda Nona," Batin Wili.


Tak lama dari itu Wili tampak berdiri.


"Nona, mohon berdiri, itu Tuan Pradikta!" ucap Wily sambil menunjuk kearah Pintu masuk.


Nada dan Sifa berdiri mengikuti arah pandang Wili. Dilihatnya pria tampan dengan setelan jas warna Hitam, tinggi sekitar180 cm. Hidung mancung wajah putih berseri.


"Subhanallah, Maha Suci Allah menciptakan makhluk yang hampir sempurna sepertinya!Celoteh batin Sifa.


Sedangkan Nada hanya diam, bahkan melihat wajah itu malah mengingatkannya pada Rafa.


"Selamat datang, Tuan Vino!" ucap Wili menyambut kedatangan Vino Pradikta. Wili sedikit membungkuk.


"Hem," sahut Vino kemudian dia menoleh kearah Nada dan Sifa. Sekejap mata Vino menatap ke arah Nada yang tengah menatap ke arahnya, mereka saling bertatap.


Vino tampak terkesima dengan kecantikan gadis berhijab di depannya. Sedangkan Nada tersenyum menyambut kedatangan Vino Pradikta.


"Selamat datang, dan silahkan duduk, Tuan Pradikta," sambutnya sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.

__ADS_1


Vino tersenyum sambil mengarahkan pandangannya pada Nada. Ada rasa bahagia saat melihat wanita cantik itu tersenyum ke arahnya.


"Jadi Anda Nona Nada?" tanyanya pada Nada sambil duduk. Nada mengangguk pelan dan duduk kembali di bangkunya.


"Maaf karna saya mengganggu waktu anda, Nona Nada, saya harus telat karena baru saja dari acara penyambutan teman saya," ucapnya santai.


"Iya, tidak masalah," ucap Nada.


"Tapi, alangkah baiknya jika asisten anda menghubungi dahulu, supaya kami tidak menunggu terlalu lama," ucap Sifa tegas, disertai ucapan yang sedikit menekankan. Mungkin karna sedikit emosi.


Wili dan Vino saling memandang, bahkan Nada tersenyum mendengar penuturan asistennya.


"Oh, iya. Maafkan kami Nona Sifa, saya lupa mengabari tadi," ucap Wili. Tampaknya Sifa masih dendam dengan Wili karna perdebatan tadi pagi.


"Jadi sebenarnya adik saya sangat menyukai desain rancangan anda. Semua yang anda rancang menarik perhatiannya, makanya di hari ulangtahun perusahaan kami, dia membuat segala persiapan dari butik anda," ucap Vino.


"Wah, suatu kehormatan bagi saya karna mendapat kepercayaan dari anda sekeluarga Tuan Pradikta," ucap Nada dengan senyumannya.


"Sama-sama Nona,"


"Maaf, aku terlambat. Aku terjebak macet, apa masih boleh bergabung?" tanya wanita cantik yang baru saja datang itu.


"Kami juga baru saja mulai," ucap Vino.


"Kenalkan dia Emili, adik saya Nona Nada." Vino memperkenalkan.


Emili antusias memandang ke arah Nada yang tampak tersenyum. Emili mengulurkan tangannya dan menatap ke arah Nada dan disambut dengan uluran tangan Nada.


"Kau tau Nona, baju rancangan anda sangat bagus dan mempesona. Ternyata, selain rancangannya yang cantik orangnya pun sangat cantik dan sangat mempesona," Emily memuji Nada membuat wanita cantik itu tersipu malu.


"Oh ya Nona, perlu anda tau kakak saya masih jomblo ting-ting. Tampaknya dari tadi dia terpesona denganmu, bolehlah kenal lebih dekat," ucap Emili smbil melirik ke arah vino yang tak henti menatap ke arah Nada.


Nada hanya tersenyum tipis, sedangkan Vino menatap Emili dengan tajam.


Sifa dan Wily tampak tersenyum memandang ke arah ketiga orang yang tengah saling menggoda itu.

__ADS_1


"Terimakasih atas pujiannya Nona Emily, tapi saya rasa saya masih banyak belajar," ucapnya.


"Ini yang sangat menarik dari anda, sudah cantik, baik hati dan tidak sombong pula. Saya sangat suka dengan rancangan anda. Jadi, apa baju-baju yang saya yang dipesan oleh kakak saya sudah jadi?" tanyanya.


"Alkhamdulilah, 90 persen pesanan dari Tuan Pradikta sudah jadi. Dan besok semua sudah siap Nona," ucap Nada.


"Okey, lalu rancangan yang di pesan kakak saya apa dibawa?" tanya Emili lagi.


Nada tampak mengeluarkan berkas dan menunjukkan pada Emili.


"Ini, Nona. Anda bisa memilihnya," ucap Nada sambil memberikan berkas pada Emili. Emili menerima kumpulan desain itu.


"Jadi, saya sengaja ikut kesini karena saya berniat mempromosikan baju hasil rancangan anda. Kebetulan saya mempunyai beberapa model yang akan mengadakan peragaan busana, ajang bergengsi itu untuk memperkenalkan desain para desainer dari rancangannya. Jadi, mungkin saja bisa membantu untuk memasarkan produk Nona Nada, itupun kalau Nona Nada berkenan. Suatu kehormatan bagi saya jika model saya bisa membawakan rancangan desainer muda yang sudah mempunyai karir secerah anda," ucap Emili panjang lebar.


Nada tampak berfikir sejenak. Bahkan sampai detik ini dia belum kepikiran untuk menuju ke situ, yang dia lakukan sejak dulu hanya mengikuti ajang desain yang membuat namanya dikenal dan pada akhirnya banyak klien datang ke butiknya. Selain itu, pelanggan yang puas dengan pelayanan dan hasil kerjanya yang kemudian merekomendasikan butik miliknya kepada orang terdekatnya.


Nada menatap ke arah wanita cantik yang mungkin lebih dewasa satu tahun darinya itu.


"Bagaimana Nona Nada?" tanya Emily, wanita cantik yang kini mempunyai agency yang menaungi beberapa model itu tampaknya sangat berharap.


Nada melirik ke arah Sifa yang tampak setuju dengan apa yang di tawarkan oleh Emily. Nada menghela napas panjang dan meyakinkan dirinya untuk maju satu langkah dan memperlebar usahanya.


Vino, dia hanya diam, mendengar kedua wanita cantik itu bercengkerama.


"Bisa dicoba, kapan acara tersebut berlangsung?" tanya Nada yang tampak antusias.


Emyli tersenyum dan memandang ke arah kakaknya yang tampak bahagia, Ya acara bergengsi itu diadakan oleh perusahaan milik Teman Emyli yang bergabung dengan beberapa perusahaan lainnya dan salah satu investornya adalah Vino.


Emyli yang mengetahui gelagat kakaknya yang tampak jatuh cinta pada wanita cantik berhijab itu, memang sengaja memberikan ruang agar kakak dan wanita cantik ini akan sering bertemu.


"Dua minggu lagi, setelah acara ulang tahun perusahaan berlangsung, akan ada peragaan busana yang diadakan oleh perusahaan temanku yang mengadakan pekan mode setiap enam bulan sekali ini. Dia memakai juga jasa para modelku, jadi jika Nona Nada ikut berpartisipasi dalam acara ini kami sangat berterimakasih," ucap Emily panjang lebar.


"Okey, saya akan menyiapkan rancangan terbaik nantinya. Terimakasih atas sarannya, Nona Emyli. Dan terimakasih juga Tuan Pradikta beserta asisten Wili atas kepercayaannya. Besok untuk bajunya sudah bisa di ambil," ucap Nada panjang lebar."


Emily dan Vino tampak mengangguk. Keduanya pamit undur diri beserta asisten Wili. Nada dan Sida saling memandang.

__ADS_1


"Semoga awal yang lebih baik untuk butik Nona Nada," ucap Sifa dan diamini oleh Nada.


🎀🎀🎀🎀


__ADS_2