Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 2. Rahasia


__ADS_3

Sunyi malam yang mencekam, memberikan dingin yang begitu menusuk. Di sebuah jalanan yang sepi di pinggiran kota. Rezidan Alvino Pradikta, lelaki itu mengendap-endap memperhatikan beberapa orang yang bertubuh besar sedang mencari keberadaannya.


Vino bersembunyi di balik mobil bok besar yang terparkir di pinggir jalan. Sorot mata tajamnya terus saja mengawasi gerak dua orang yang sedang mencarinya itu. Tanpa disadari mobil box tempatnya bersembunyi berjalan begitu saja. Kini tubuhnya benar-benar jelas terlihat oleh orang yang mengejarnya.


"Dia disana, tangkap Dia," ucap salah satu orang bertubuh besar.


Vino berdiri, kemudian berlari menjauhi beberapa orang yang mengetahui keberadaannya. Beberapa orang itu mengejarnya, dua lainya ke sisi kanan, dua lainya lagi ke sisi kiri. Mereka mencoba mengepung akses jalan yang kemungkinan dilewati oleh Vino nantinya.


Rezhidan Alvino Pradikta. Pria berumur 29 tahun. Dirinya akhir-akhir ini selalu saja menjadi bulan-bulanan orang berbadan besar yang selalu mengejarnya dan seakan mengancam nyawanya. Mantan seorang b*jingan yang dulunya pernah bergelut di dunia hitam itu kini kembali tak tentram.


Kemunculanya pada media bersamaan dengan Fashion mode di Sheyna Bontique bersama dengan Micela Adelia saat itu menjadi penyebab utama dirinya dikejar-kejar kembali oleh banyak orang dari masalalunya. Pasalnya sembilan tahun menghilang dari dunia hitam, dirinya muncul dengan gaya yang berbeda.


Seorang pembunuh bayaran itu menjelma bak pengeran yang mempunyai segalanya. Tangan kanan dari mafia handal yang sulit untuk di takhlukan itu muncul dengan cara yang sangat mencengangkan. Membuat para musuh yang lama tak muncul, seakan kembali ingin membalas dendam. Sedangkan kawan lama, ingin kembali menggapai segala kepiawaiannya.


Masa lalu yang kelam berusaha Vino tinggalkan. Namun nyatanya bayangan mereka selalu saja menghantui, seolah memberikan pilihan agar kembali kedalam lembah hitam itu.


Lembah hitam yang membuat semua orang yang menyayanginya menjauh dan tak memperdulikan keberadaan nya. Lalu, sanggupkah Vino menghindar? Atau justru akan kembali terjerumus?


Kini dia seolah harus kembali pada masa itu, menyesal karna muncul di media untuk melindungi Nada? Entahlah, yang terpenting dia berusaha dengan segenap kemampuannya untuk selalu menghadapi dan menghindari rintangan yang dulunya memang dia ciptakan dengan sendirinya.

__ADS_1


Akan tetapi, wajah Micel sudah terlanjur dikenal oleh kawan dan musuh masa lalunya. Cara satu satunya untuk menjaga Micel adalah dengan menikahinya. Akan tetapi, saat ini untuk datang melamar Micelpun tak bisa. Waktu sudah sangat larut, dia harus menyelamatkan diri dari kepungan manusia yang saat ini mengincarnya dulu.


Vino berlari, dia bisa menghilangkan jejak. Seketika dia kembali ke arah dimana mobilnya berada. Menancap gas mobilnya dan pergi meninggalkan arena diaman banyak musuhnya berkeliaran.


❤❤❤❤


Micela Adelia, gadis cantik dua puluh tahun itu merebahkan dirinya di ranjang king zisenya. Micel yang merasakan sesak mendera otaknya mengalirkan air mata, dia sesenggukan menangis. Micel tampak kecewa karna ketidak hadiran Vino malam ini yang katanya akan melamar dirinya.


Micel memejamkan matanya, perlahan kesadaranya menghilang. Micel mengarungi samudra mimpi yang seakan nyata dia rasakan.


Malam itu, sunyi dan sangat sepi. Kebiasaanya adalah mengurung diri di kamar. Belajar? Ya, sebentar saja dia belajar, bahkan tanpa belajarpun dia sudah sangat pandai.


Setelah dirasa aman, gadis cantik itu melompat dari jendela. Dirinya mencari kebahagiaan dengan bergabung pada satu komplotan yang pekerjaanya membantu orang yang sedang dalam bahaya.


Beberapa kasus sanggup diselesaikanya, Micela Adelia, gadis cantik itu mendapatkan kebahagian di dalam komplotan yang dipimpin oleh Septian Nicho Nugraha.


Micel merasakan kepalanya terasa berat, dia berteriak histeris. Nada dan Radit yang memdengar teriakan Micel segera menghampiri adiknya.


Nada menepuk pelan pipi Micel yang terus menggerakan kepalanya.

__ADS_1


"Sayang, kamu mimpi? Bangun, Nak," ucap Nada hawatir. Seketika Micel membuka matanya, napasnya ngos-ngosan. Segera Micel duduk dibantu Radit.


"Coba katakan pada kakak," ucap Radit sambil menatap ke arah Micel. Micel tampak ketakutan, dan menggeleng pelan.


Nada memberikan segelas air pada adik ipar tercintanya.


"Sayang, kamu mimpi?" tanya Nada. Micel mencoba mengingat, akan tetapi kepalanya terasa berat dan sakit.


"Okey, jangan dipaksa. Sebaiknya kamu ambil napas dalam dan hembuskan pelan, tenangkan pikiranmu okey," ucap Nada. Micel mengangguk. Ada hal yang mengganggu pikiranya, entah bahkan dia tak tau.


Setelah dirasa tenang, Mucel minum obat dan kembali merebahkan dirinya, Nada dan Radit segera keluar.


"Yang, sebaiknya kamu hubungi Vino. Sepertinya Micel sangat mengharapkanya," ucap Nada.


"Aku akan mencobanya," jawab Radit sambil menatap wajah cantik istrinya.


❤❤❤❤


Nicho? Dia masih tak percaya dengan kenyataan yang terjadi. Pertemuan Nicho dengan Micel di pelataran Sheyna bontique waktu itu membuat Nicho tercengang. Jadi Micel adik dari Marvel Raditia Dika? Micel saat Ini Amnesia? Pantas saja dia tak datang ke markas beberapa hari ini. Lalu, apa hubungan Micel dan Vino? Pertanyaan yang ada di benak Nicho saat itu.

__ADS_1


❤❤❤❤❤


__ADS_2