
Suasana malam yang dingin begitu menusuk. akan tetapi, hangatnya suasana malam ini menetralisir dingin yang bersinggah. Di ruang makan mansion mewah MRD kini telah tersedia beberapa menu makanan yang menggugah selera. Yang jelas, makanan yang tersedia tersebut mengandung empat sehat lima sempurna.
Mama Mira, Nenek Amy, Kakek Rey, Papa Pradikta dan Mama Elina masih berbincang hangat di ruang santai. Mereka masih menunggu Nada dan Radit berserta Vino dan juga Micel. Dua pasangan yang membuat mereka mengadakan makan malam sepesial ini.
Tak lama dari itu, mata mereka membelalak sempurna saat melihat satu pasangan suami dan istri yang tengah menuruni anak tangga dengan tenang. Aura kebahagiaan mereka sangat kuat, mereka tampak memukau dengan setelan baju berwarna Navy bermotif batik. Sangat mempesona.
Mata mereka menatap ka arah Nada yang tampak cantik dengan gaun panjang nan indah menutupi semua anggota tubuhnya. Sedangkan Radit dengan kemeja pendek yang senada dan menambah ketampanan dirinya. Perut Nada yang semakin membesarkan juga membuat wanita itu semakin cantik dan semakin memukau. Jika anak dalam kandungannya perempuan, pastinya sangat cantik dan menawan. Jika cowok, dipastikan tampan sekali.
Nada dan Radit berhubung dengan rombongan yang kini sedang berbincang hangat itu.
"Asalamualaikum, selamat malam Mama, Nenek, Kakek, Om dan Tante," Nada menyapa dengan ramah sambil menjabat tangan dan mencium pipi Mama dan juga Nenek serta Tante Elina.
"Selamat malam Nada, kau sangat cantik sekali sayang," ucap Nenek Amy sambil memeluk dan mengusap pundak Nada. Nada juga memeluk Mama Mira dan Tante Elina secara bergantian.
Radit juga melakukan hal yang sama, menyapa Kakek Rey dan Om Pradikta.
Sedangkan di bawah sana, di parkiran MRD Vino menghentikan mobilnya. Menatap Micel yang kini menatap dirinya dengan tenang.
"Mau menunggu apa lagi Kak?" Sebaiknya kita masuk, semua orang sudah menunggu," ucap Micel dengan tenang.
Vino mengangguk dan menatap ke arah Micel, dibukanya pintu mobil. Vino memutar langkah dan membuka pintu untuk Micel. Micel memejamkan matanya sejenak, hatinya sangat bahagia karna perlakuan suaminya saat ini.
Semoga tidak mendadak ketus lagi, batin Micel. Micel keluar dari mobil. Mereka saling menatap lekat, Vino menunduk dan Micel mendongak. Entah, perasaan apa yang menyelimuti mereka. Yang jelas membuat mereka sangat canggung.
Vino mengulurkan tangannya, Micel hanya diam saja.
"Apa tidak mau bergandengan denganku?" tanya Vino. Micel memejamkan mata indahnya, ia mengulurkan tangannya menyambut uluran tangan Vino.
Keduanya berjalan menaiki anak tangga menuju ke pintu utama. Micel dan Vino saling berdampingan. Entah bagaimana, suasana malam ini membuat jantung mereka berdegup dah dig dug tak karuan.
Tak berapa lama, sampailah mereka di pintu utama. Pandangan mata keduanya tertuju pada kehangatan suasana malam yang begitu hangat itu.
__ADS_1
"Asalamualaikum, selamat malam," ucap keduanya menyapa anggota keluarga.
Semua orang menoleh ke arah sepasang suami istri yang kini tengah berdiri di depan pintu dengan tegak itu. Mereka tak kalah serasi dengan Nada dan Radit. Dan yang lebih mencengangkan adalah warna baju yang digunakan, mereka juga menggunakan baju warna Navy seperti yang digunakan Radit dan Nada.
"Waalaikumsalam salam," jawab mereka sambil menoleh ke arah sepasang pengantin baru yang tak kalah memukau dari Nada dan Radit.
"Kalian berempat kompak sekali," Mama Elina menatap ke arah Nada, Radit, Vino dan Micel secara bergantian. Mama Elina berdiri dan tampak antusias menyambut Micel dan juga Vino yang kini berjalan mendekat.
Mata Vino dan Micel bersitatap dengan mata Nada dan Radit yang tampak terkejut dengan pemandangan ini.
"Apa kalian janjian?" tanya Mama Mira sambil tersenyum.
"Tidak!! " jawab Radit dan juga Vino serentak. Mata semua orang menatap ke arah dua pria tampan yang kini saling berhadapan itu. Pria tampan yang memang bersahabat sejak dulu, memiliki kepribadian yang hampir sama. Hanya saja Radit mau menang sendiri, sedang Vino kadang masih bisa mengalah untuk kebahagiaan orang lain.
Micel mendekat ke arah Nada, keduanya tersenyum tipis. Memang keduanya tak tau apapun dengan warna kostum yang mereka pakai itu.
"Okey, berarti kalian berdua mempunyai selera yang sama," ucap Mama Mira.
"Iya kalian mempunyai selera yang tinggi. Sekarang sudah waktunya makan, sebaiknya kita segera ke ruang makan," ucap Nenek Amy dan diangguki mereka semua.
Mereka berlajan ke arah meja makan. Kakek Rey berada di ujung. Mama Mira dan Mama Elina saling berhadapan, disampingnya ada papa Pradikta berhadapan dengan Radit. Disamping Radit ada Nada yang berhadapan dengan Micel. Di samping Micel ada Vino.
"Mari kita berdoa sebelum makan," ucap Kakek Rey. Semua menundukkan kepala dan mengangkat tangan meminta kebaikan pada sang Pencipta.
"Mari silahkan," ucap Mama Mira. Mereka pun segera mengambil makanan.
"Dear,"
Suara itu terdengar nyaring ditelinga Nada.
Semua orang menoleh ke sumber suara. Radit, laki-laki dengan ketampanan nyaris sempurna itu menatap ke arah Nada, menarik pinggang Nada dan mengecup singkat kening istrinya. Radit seakan tak memperdulikan keberadaan beberapa orang disekitarnya.
__ADS_1
Nada tampak pias, dia sebal sekali dengan perlakuan suaminya yang tak tau tempat. Kalau Nada sebal, berbeda dengan para orang tua yang bahagia melihat pemandangan ini.
Micel hanya terdiam, menatap ke arah kakak dan kakak iparnya dengan bahagia.
Andai saja aku seberuntung Kak Nada, memiliki suami seperti Kak Marvel yang begitu menyayanginya. batin Micel.
"Apa Yang?" tanya Nada dengan canggung.
"Aku mau itu," ucapnya sambil menunjuk ke arah makanan favoritnya.
Nada mengangguk pelan, mengulurkan tangannya untuk mengambil sup hangat kesukaannya.
Vino yang sebelumnya tidak pernah semesra itu pada wanita, hanya memandang dengan iri kemesraan yang ditunjukkan Radit di depannya. Netranya melirik ke arah Micel yang malah tersenyum senyum melihat kemesraan orang di depannya itu.
"Baby, apa kau tidak berniat mengambil makanan untukku? Kenapa melihat mereka?" bisik Vino di telinga Micel. Membuat Micel begidik. Semua orang tampak bahagia juga melihat kemesraan Vino pada istrinya.
Apa apaan ini? Kenapa dengan Tuan Vino Pradikta yang terhormat? Iri kah pada pasangan di depan mereka? Entahlah, Micel membalikkan piring yang semula tengkurap di depan Vino.
"Mau yang Mana Kak?" tanya Micel. Suara Micel membuat semua orang menoleh ke asal suara.
"Kak?" tanya Mama Elina. Micel dan Vino saling berpandangan dan bingung harus bagaimana. Apa yang harus mereka katakan?
"Kakak suami yang tampan Ma," sahut Vino sambil merangkul pundak Micel dengan senyuman indahnya. Micel melirik ke arah Vino, dilihatnya suaminya itu tersenyum.
Mama Elina mengangguk pelan dan tersenyum, begitupun dengan yang lainya.
Radit menoleh ke arah Vino yang ternyata juga menatap ke arahnya. Mereka seolah bercengkrama dalam hati.
"Vino, kau mau terlihat romantis? Tak ada yang mengalahkan keromantisan aku dan Nada istriku," batin Radit.
"Jangan senang dulu, Tuan Radit. Aku juga tak kalah romantis," batin Vino.
__ADS_1
😅😅🌹🌹🌹🌹