
Pagi pagi sekali Jihan sudah berada di bandara. "Chester." Panggilnya langsung berlari memeluk hewan berbulu yang begitu Ia rindukan selama ini. "Bagaimana kondisinya?" Tanya Jihan pada seseorang yang mengantarkan serigala peliharaannya. Mereka harus berpisah karena Chester harus menjalani perawatan karena luka tembak dari pemburu saat sedang di hutan. Serigala jinak itu sudah dirawatnya semenjak Bayi. Jadi sangat patuh dan menyayangi Jihan. "Kondisinya sudah pulih bahkan bekas lukanya sudah hilang." Jawab pria itu. "Terimakasih sudah menjaganya dengan baik. Ingin mampir?" Tawarnya namun di jawab gelengan. Pekerjaan di perkebunan sangat banyak jadi Ia harus bergegas kembali."Terimakasih dan sampai jumpa." Mereka memeluk satu sama lain sebelum berpisah.
__ADS_1
Jihan sedang duduk di restoran bersama Chester yang duduk di bawah. Keduanya tentu saja menjadi pusat perhatian. Gadis itu sedang sibuk memilih rumah yang akan di belinya. Ia tak mungkin mengajak Chester untuk tinggal di apartemen. Kesayangannya itu butuh tempat yang luas dan halaman untuk bermain. "Duduklah. Dia jinak." Kata Jihan tanpa mengalihkan pandangannya. Ia tau sedaritadi Meta memperhatikannya. Dengan ragu ragu wanita itu duduk agak berjauhan dengan bosnya. Bukan apa apa. Ia takut dengan hewan peliharaan Jihan. Ia juga heran. Masih ada kucing, burung, ikan. Kenapa bosnya ini memilih serigala. Memangnya dia bisa berubah menjadi manusia tampan seperti di film apa. Meta hanyut dalam pikirannya. "Ada apa?" Tanya Jihan melingkari salah satu gambar rumah dua lantai dengan warna abu abu kesukaannya. Desainnya minimalis namun elegan dengan banyak aksen kaca di setiap bagian. Rumah modern di lingkungan yang tenang sangat cocok untuknya. "Kamu mau pindah?" Meta melihat katalog yang sedang di baca gadis di depannya. "Iya. Chester butuh tempat yang luas. Tidak mungkin aku membawanya ke apartemen. Lita dimana?" Ia mengalihkan perhatian agar Meta tidak banyak bertanya. "Sedang ikut berbelanja." Jawabnya membuat Jihan mengangguk.
__ADS_1
Siang hari Jihan baru sampai di depan rumah keluarganya. Gadis itu turun dari mobil GMC Hummer EV SUV miliknya dengan menggunakan kacamata hitam. Ia membuka pintu samping dan keluarlah sosok yang membuat para pekerja terkejut. "Come on Chester." Ajak Jihan dan hewan itu langsung mengikuti majikannya.
__ADS_1
Mereka hanya menunggu Riza yang belum datang untuk membicarakan hal penting. "Assalamualaikum." Seorang laki laki memasuki ruangan dan bergabung bersama mereka. "Waalaikumsalam." Jawab semuanya. Riza sedikit terkejut dengan peliharaan Jihan namun Ia memilih untuk tidak memusingkan karena terlalu bahagia. " Listen to me carefully." Kata Jihan dan semuanya mengangguk. "Aku akan menikah dengan syarat yang pertama, tidak ada pesta dan pernikahan dilakukan secara tertutup." Bunda memotong ucapan putrinya karena merasa tidak adil. Jena telah menyelenggarakan pernikahan mewah. Harusnya Jihan juga mendapatkan hal yang sama. "Yang kedua. Jangan mencampuri urusanku begitu juga aku tidak akan mencampuri urusanmu. Ya dua itu aku rasa cukup." Katanya. "Jihan. Ini pernikahan tidak main main." Tegur sang Ayah namun Jihan tidak peduli. "Ya. Aku setuju." Jawab Riza membuat semua orang menatap laki laki itu. "Good. Aku akan hidup sesukaku begitupun denganmu. Pernikahan tidak lebih dari dua orang terikat yang tinggal dalam satu atap. So, See you." Ucap Jihan berlalu pergi.
__ADS_1