Penantian Cinta Ustadz Riza

Penantian Cinta Ustadz Riza
Yang Mau Bochap


__ADS_3

Yang rindu Pak ustadz tak kasih Bonchap.


Jihan menggandeng tangan Papanya jalan jalan pagi di taman. "Ibu." Teriak Juma menghampiri kedua orang itu. "Belum mandi juga?" Kesal wanita itu padahal sedaritadi sudah menyuruh putra bungsunya itu untuk mandi sementara Ia menemani Papanya jalan Pagi sebelum sarapan. "Bu. Malas berangkat ah. Hari ini nggak ada pelajaran karna baru selesai ulangan." Jawab Juma.


"Kenapa anakmu yang terakhir begitu?" Kata Papa sambil terkekeh melihat tingkah Juma yang lain dari kedua saudara kandungnya. "Entahlah Pa. Jihan juga bingung." Jawabnya benar benar tidak paham dengan sikap si bungsu. Padahal Ia membesarkan anak itu dengan perlakuan yang sama seperti kedua kakaknya.

__ADS_1


Semuanya berkumpul untuk sarapan bersama. "Ma. Nanti kita pulang agak sore ya. Mau mampir ke coffe shop dulu." Kata Jason meminta izin. "Iya. Hati hati." Jawab Jihan meletakkan piring yang berisi nasi goreng dan lauk di depan suaminya. "Makasih Dek." Ucap Riza di jawab anggukan. "Kamu kenapa manyun begitu Jum?" Tanya Jalwa menggoda adiknya. "Tidak mau sekolah itu. Gimana Mas. Anak bungsu kamu nggak mau sekolah tuh." Jihan mengadu pada suaminya. "Nggak ada kelas Yah. Boleh ya." Juma mulai merengek. "Memangnya kalau nggak mau sekolah mau apa?" Tanya Jaffan sambil memasukkan sesendok nasi goreng ke mulutnya. "Mau sama Ibu. Kita nanti jalan jalan Bu." Jihan menyipitkan matanya. "Minta izin sama Ayah kamu." Jawab Jihan mulai membuat anaknya merengek pada Riza.


Baru saja hendak masuk ke dalam rumah setelah mengantar anak anak, Jihan langsung berhenti karena pelukan dari suaminya. "Mau di bawakan apa Dek?" Tanya Riza. "Tumben nawarin. Biasanya minta apa apa nggak boleh. Pasti ada maunya kan?" Kata Jihan di tanggapi senyuman oleh Riza. "Hehe. Tau aja. Nanti malam ya." Wanita itu membuang muka tak mau menatap wajah suaminya. "Apa imbalannya?" Jihan menantang. "Apa yang kamu mau?" Tawar Riza. Jihan mendekat mengikis jarak antara keduanya. Ia memeluk suaminya dengan erat. "Baby Girl." Bisik wanita itu sensual sambil meraba pusaka sang suami. "Dek." Keluh Riza sudah On namun Jihan bergegas mencium pipi dan punggung tangan suaminya lalu pergi begitu saja.


"Senengnya anak Ibu di kasih jatah bolos sama Ayahnya. Di sogok apa Ayah bisa kasih izin?" Kata Jihan menyindir. Keduanya saat ini sedang dalam perjalanan menuju Mall. "Ayah minta malam nanti Juma nggak boleh ikut tidur sama Ibu." Jawabnya. "Oh. Ada ada saja Ayah kamu akalnya." Jihan ketar ketir pasti nanti malam di habisi oleh suaminya apalagi tadi Ia sempat menggoda dan tidak bertanggung jawab. Jihan pikir nanti malam akan lolos karena Juma biasanya ikut tidur di tengah mereka jadi tidak ada kesempatan Riza untuk dapat jatah. "Kamu tidur sama Ibu saja." Kata Jihan. "Kan Juma sudah janji sama Ayah." Jawab bocah tampan itu.

__ADS_1


"Assalamualaikum." Ucap Jihan memasuki kamar. "Waalaikumsalam Dek." Jawab Riza memeluk istrinya dengan erat. "Kamu harus tanggung jawab Dek." Lanjut pria itu membuka jilbab Jihan. "Apa?" Tanyanya. "Aku sedari pagi menahannya Dek. Ngajar pun aku nggak konsentrasi. Kamu harus tanggung jawab." Ia menggendong tubuh ringan itu dan diletakkan di ranjang dengan hati hati.


Riza mulai menanggalkan pakaiannya dan pakaian sang istri. Pria itu mengecup ubun ubun Jihan kemudian mencumbu tubuh polos nan indah istrinya dengan lebut. "Mas. Belum apa apa kamu sudah keluar sih." Ucap Jihan ketika milik Riza menumpahkan sesuatu yang membasahi pahanya. "Kelamaan di tahan Dek. Mas ulangi lagi." Ucapnya.


"Mas. Beliin martabak bangka." Kata Jihan masih polos di bawah selimut sembari di peluk suaminya. "Iya. Nanti Mas belikan." Jawab Riza mengusap punggung mulus sang istri. "Lagi. Beliin salak sama duku." Pria itu tersenyum menanggapi istrinya. "Iya. Mas belikan. Mas siapkan air dulu untu kita mandi." Riza mengecup bibir Jihan kemudian bergegas pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Pukul 8 malam Riza baru pulang membelikan apa yang diinginkan istrinya. "Ayah lama banget." Kata Jaffan karena Ayahnya berangkat sehabis isya tadi dan baru kembali. "Masih di ajak ngobrol panjang." Jawab Pria itu ikut duduk di samping sang istri. "Mau makan yang mana dulu?" Tanya Riza dengan lembut. "Makan salak." Jawabnya. "Biar Julian kupaskan Ma." Ucapnya buru buru mengambil satu dan mengupaskan untuk Jihan. "Makasih Sayang." Ia tersenyum lalu memakannya. "Sama sama Ma." Jawab Julian tersenyum.


__ADS_2