
Riza terbangun di tengah malam karena tak merasakan adanya sang istri dalam dekapan. "Kamu kemana sih Dek." Gumam pria itu sembari memakai kaosnya untuk pergi mencari sang istri. Ia melangkahkan kaki menuruni tangga langsung menuju ke dapur untuk mencari Jihan. Barangkali wanita itu lapar dan ingin makan sesuatu. Pikir Riza. "Nggak ada." Gumamnya setelah sampai namun dapur kosong tidak ada siapapun.
Lama mencari Riza akhirnya menemukan istrinya. Bukannya bahagia. Pria itu kesal, khawatir dan gemas menjadi satu. Bagaimana tidak. Jihan sedang berenang di tengah malam. Dia yang tidak menyentuh air saja dingin. Lalu apa yang di lakukan istrinya sekarang benar benar di luar pemikiran. "Dek. Kamu ngapain sih." Kesalnya menatap sang istri sambil berkacak pinggang. Wanita itu menggunakan tank top sport dan hot pants memperlihatkan bentuk tubuh yang begitu menggoda. "Berenang." Jawab Jihan sambil duduk di tepian. "Mau ikut?" Tawarnya. "Nggak." Jawab Riza. Pria itu berdiri kemudian mengambil handuk yang tak jauh dari sana. "Udahan. Tengah malam berenang. Sakit kamu nanti." Tegasnya membalutkan handuk besar itu di tubuh sang istri. "Baru jam 12." Jawab Jihan menatap jam dinding besar yang lurus tepat berada di depan tempatnya duduk saat ini. "Jam berapapun kamu berenang malam malam begini nggak baik. Ayo mandi. Mas siapkan airnya." Jihan berdecak kemudian berdiri karena bahunya diangkat oleh suami.
__ADS_1
Jihan berendam di air hangat yang telah di siapkan suaminya. "Astaga Dek. Mandinya jangan lama lama kenapa sih. Sudah malam ini. Masuk angin nanti. Cepat bilas." Kata Riza mengomeli. "Sebentar lagi." Jawab Jihan. "Mau Mas yang bilas atau kamu sendiri." Ancamnya membuat Jihan langsung bergegas. Daripada di bilas Riza makin lama mending Ia bilas sendiri. Ia tak percaya suaminya itu hanya akan membilas tubuhnya. Lain di mulut lain di perbuatan. Jihan sudah hapal.
Riza tersenyum melihat sang istri sudah memakai piyamanya. Setelan baju tidur polos berwarna abu abu pendek itu membuat wanita Itu terlihat sangat imut dan menggemaskan. "Ayo tidur." Ajak Riza memeluk pinggang istrinya yang masih berdiri. "Mau makan mie goreng Mas." Kata Jihan. "Malam malam begini. Kata dokter belum boleh makan yang kasar kamu Dek." Jawab Riza lembut. "Aku lapar." Keluhnya. "Makan yang lain jangan mie goreng." Kata Pria itu. "Maunya mi goreng Mas. Biasanya Bibi kalau beli kan yang mie sehat itu. Masa nggak boleh juga." Rengek Jihan. "Yasudah. Mas bikinkan." Putusnya berdiri kemudian memeluk dan mencium sang istri.
__ADS_1
Riza menghampiri istrinya lalu duduk di samping wanita itu. "Yeah. Sudah jadi." Jihan tersenyum melihat hasil jerih payah sang suami. "Mas suapi." Pria itu mengambil garpu. Menggulung mie, meniup lalu menyuapkan pada sang istri. "Enak?" Tanyanya di jawab anggukan. Riza senang istrinya seperti ini. Sikap Jihan yang demikian membuat mereka bisa menciptakan momen momen manis. Daripada Jihan yang dewasa dan sibuk dengan pekerjaan di lubuk hati yang terdalam Riza mendambakan sifat kekanakan dan manja sang istri. Ia sama sekali tak keberatan jika Jihan minta macam macam. Semua hal itu malah membuat Riza bahagia. "Telurnya keasinan nggak?" Tanya Riza sembari mengelap sudut bibir istrinya. "Nggak. Enak kok." Jawabnya. "Mas. Habis. Mau lagi." Jihan mengangkat gelasnya yang kosong. "Minum air biasa saja ya." Tawar Riza namun di istrinya menggeleng dengan cepat. "Mau jus jeruk dingin. Es batunya yang banyak." Jawab Jihan.
Setelah makan tengah malam yang berlangsung cukup lama. Riza bernapas lega kerena kini Pria itu akhirnya bisa berbaring dengan tenang sembari mendekap erat tubuh sang istri. "Kenapa?" Tanya Riza melihat istrinya masih terjaga. "Nggak bisa tidur." Jawab Jihan mengeratkan pelukan di tubuh suaminya. "Kan sudah kenyang." Ucap Riza. "Kamu sedang ada pikiran?" Lanjut pria itu bertanya barangkali ada keluh kesah yang ingin dibagi. "Mas. Aku nonton film. Ada orang yang nikah sama jin. Memangnya cerita begitu ada ya?" Tanya Jihan. "Kata teman Mas ada. Bahkan ada yang sampai hamil juga." Jawab Riza. "Apa prosesinya sama seperti kita nikah?" Pria itu mengangguk menanggapi sang istri. "Bahkan ada malam pertamanya juga. Kamu pengen tau nggak malam pertama Jin sama manusia gimana?" Riza tersenyum kemudian menceritakan apa yang diceritakan sang teman padanya. "Ih...Aneh banget. Itu imajinasi atau nyata ya. Di perawanin Jin. Ganteng juga yang namanya Jin tetap saja beda alamnya. Ngeri. Mending nikah sama Om Om daripada sama Jin." Gumam wanita itu membuat Riza tersindir. "Iya deh. Mentang mentang suaminya Om Om." Ia mendengus. "Hehe..Om Om juga yang penting cinta." Jihan mengecup dada suaminya. "Jangan pancing aku Dek. Daritadi kamu belu tidur loh. Nanti aku minta kamu nggak akan tidur sampai pagi." Ia memperingati. "Ini mau tidur." Jihan menutup matanya membuat Riza gemas. "Selamat malam sayang." Ucap Riza mengecup lembut kening sang istri. "Malam Mas." Jawab Jihan.
__ADS_1