
Jihan sudah sembuh total hanya ada bekas luka saja di keningnya yang sebentar lagi pasti akan memudar karena obat dari dokter. "Kamu jadi ke Cafe dek?" Tanya Riza memeluk istrinya yang sibuk menyiapkan kebutuhan si kembar. "Jadi dong." Jawabnya sambil menutup tas punggung yang dibawanya. "Maaf ya engga bisa temani." Ucap Riza karena harus mengisi ceramah di suatu acara. "Nggak papa. Yaudah aku berangkat dulu. Jangan lupa nanti kunci pintu sama tutup pagarnya. Mark masih tidur." Kata Jihan mengajak anaknya berpamitan kemudian segera pergi setelah mendapat ciuman dari suaminya.
__ADS_1
"Mbak Jihan. Sudah sembuh?" Ucap Mereka kegirangan melihat Bosnya datang. Semenjak pulang liburan lalu memang Jihan belum mengunjungi cafenya. "Sudah. Kangen banget ya." Kata wanita itu di jawab anggukan serius oleh mereka. "Makasih Oleh olehnya Mbak. Perhatian banget sama kita yang hanya karyawan saja." Jihan menggeleng. "Tanpa kalian cafe aku juga nggak bisa seramai ini." Ucapnya sambil tersenyum. "Wih Jaffan sama Jalwa makin ganteng dan cantik. Ikut Tante yuk..." Ajaknya namun kedua bocah itu langsung bersembunyi di balik kaki Ibunya. "Nggak mau ikut Tante?" Tanya Jihan dan anak anaknya menggeleng. "Nggak mau tuh. Eh.... gimana? Hari ini banyak orderan?" Tanya Jihan di jawab anggukan oleh mereka semua. "Banyak banget Mbak. Baru beres tinggal di antar. Eh....tunggu. Wah....mobil mbak Jihan baru ya. Itukan mahal banget..." Mereka bisa melihat mobil yang terparkir di depan karena memang Cafe di dominasi dengan material kaca transparan. "Mobil rental." Jawab Jihan asal.
__ADS_1
Waktu makan siang tiba. Semuanya sedang beristirahat setelah melayani pembeli dan membereskan semua pesanan. Jihan ikut makan siang duduk melingkar di atas karpet mengajak dua anaknya sekalian. Wanita itu makan dengan tangan kosong sembari menyuapi Jaffan dan Jalwa.
__ADS_1
Jam 8 malam Riza baru pulang. Pria itu mandi sebentar kemudian segera menghampiri istrinya yang sudah berada di ruang keluarga bersama Mark. Hanya mereka berdua karena anak anak sudah tidur di kamar. "Makan dulu." Ucap Jihan sudah menyiapkan makan untuk suaminya. "Iya." Riza bergegas makan masakan sang istri. Meskipun tadi sudah makan malam di luar mana bisa dia menolak masakan istrinya. "Ini apa Mas?" Tanyanya melihat besek dari bambu di atas meja. "Itu peyeum. Tape singkong. Kalau yang di bawa Meta kemarin kan tape dari ketan. Nah itu dari singkong." Jawab Riza menjelaskan. "Tadi Mas beli. Siapa tau kamu mau." Lanjutnya lagi sambil makan. "Nah." Mark memberikan jagung rebus yang sudah di kupasnya pada sang kakak. "Makasih adik ganteng." Ucap Jihan langsung memakan jagungnya. "Sama sama Kakak bawel." Jawabnya sambil terkekeh namun Jihan tak peduli. Daripada meladeni Mark Ia lebih memilih untuk makan saja. "Cobain kak." Mark mengambil peyeum dan menyuapkan pada kakaknya. "Manis." kata Jihan membuat suaminya tersenyum. "Itu dibakar atau di goreng bisa lo dek." Mark dan Jihan menatap Pria itu penuh tanda tanya. "Iya. kalau kalian nggak percaya besok aku buatkan." Lanjutnya lagi dan kakak beradik itu hanya bisa mengangguk saja karena penasaran.
__ADS_1