
Riza kembali lagi ke kamar setelah sholat subuh berjamaah. Pria itu merebahkan diri di ranjang. Semalam Ia bisa tidur tapi juga tak nyenyak. Beberapa kali terbangun kemudian memeluk sang istri namun wanita itu selalu menyingkirkan lengannya ketika tersadar. "Mandi sana. Bajunya sudah siap." Kata Jihan sambil meletakkan baju kerja suaminya di atas ranjang. "Ayo tidur lagi Dek. Mas masih ngantuk." Ucapnya masih dalam keadaan berbaring. "Tidur aja lagi. Aku mau ke dapur siapkan sarapan." Jawab Jihan bergegas pergi. Riza menghela napas. Memang pantas Ia di hukum. Sebagai orang yang salah tentunya Riza sadar diri. Setidaknya hati merasa lega karena Jihan sudah mau memaafkan dan berkomunikasi dengannya.
Jihan sampai di dapur langsung memasak sarapan di bantu Bibi. "Mbak Jihan. Minggu depan Mbak Jihan puasa nggak? Kan lagi hamil." Tanya Bibi. "Puasa dong Bi. Kata Dokter boleh ikut puasa." Jawab Jihan sambil tersenyum. "Anak anak hari ini masuk sekolah ya?" Jihan mengangguk. "Hari ini mau ambil raportnya anak anak." Kata Jihan sambil terkekeh. "Belum mandi juga. Awas saja nanti heboh sendiri aku nggak peduli." Kata Jihan melihat Riza masih memakai sarung dan kaos. "Libur Dek. Hari ini bisa ikut kamu ke sekolah anak anak." Jawabnya sembari mengambil gelas untuk membuatkan susu istrinya. "Yaudah sana mandi. Kamu kalo mandi lama. Ntar semuanya sudah mau berangkat kamu masih sibuk ini itu." Riza menggeleng pelan. "Nanti dulu lah." Jawabnya malas.
__ADS_1
Jihan sudah mengurus anak anaknya. Si kembar sudah cantik dan tampan dengan pakaian mereka masing masing. "Tunggu di bawah ya. Ibu mau siap siap dulu." Ucapnya mengecup kening kedua bocah itu lalu bergegas pergi ke kamar untuk mandi.
"Mandi dari tadi nggak kelar kelar. Lagi ngapain di dalam sih Mas." kesal Jihan sambil mengetuk pintu. "Iya Dek. Ini sudah selesai." Kata Riza keluar dengan menggunakan handuknya yang melilit di pinggang. "Minggir. Aku mau mandi. Anak anak sudah nunggu di bawah." Ucap Jihan segera masuk lalu mengunci pintunya. Jaga jaga biar pria mesum yang berstatus suaminya itu tidak berulah.
__ADS_1
Sepasang suami istri terlihat memasuki ruang makan. "Ibu sama Ayah lama." Protes Jalwa. "Ayah kalian yang bikin lama." Jawab Jihan sembari menyiapkan makan untuk mereka karena Papa dan Mark sudah berangkat lebih dulu. "Kalau nilai kalian bagus. Ibu mau kasih hadiah." Jaffan tersenyum. "Hadiahnya apa Ibu?" Tanya bocah tampan itu berbinar. "Apapun yang kalian mau." Jawab Jihan.
Acara berjalan lancar. Mereka sekarang sedang dalam perjalanan pulang. "Bagus. Nilai kalian terbaik. Sekarang minta apa?" Tanya Jihan duduk di belakang bersama si kembar membiarkan suaminya menyetir sendiri di depan. "Kita punya tiga permintaan. Yang pertama eskrim. Yang kedua coklat. Yang ketiga bikinkan brownie ya Ibu." Ucap Mereka. Jihan mengangguk setuju. "Tapi kalian harus janji rajin rajin gosok gigi karena makan manis manis terus." Jihan memberi syarat. "Iya. Kita janji akan rajin gosok gigi." Jawab Si kembar setuju.
__ADS_1
Mereka berhenti di depan toko coklat langganan. Jihan memesan kemudian mengajak anak anak duduk makan eskrim sembari menunggu pesanan di siapkan. "Minta punya kamu Dek." Ucap Riza. "Kenapa? Punya kamu masih ada." Jawab Wanita itu. "Pengen punya kamu." Riza tersenyum. "Nah." Jihan mendorong mangkuk eskrimnya di depan sang suami. "Suapi dong." Ucap Pria itu mulai manja membuat istrinya menghela napas melihat suaminya yang rewel dan banyak maunya. Jihan mulai menyuapi membuat Riza tersenyum senang.
Sampai di rumah Jihan langsung bergegas menuju dapur. Wanita itu menyiapkan segala bahan untuk membuat brownies kesukaan anak anaknya. "Nggak istirahat dulu Dek?" Tanya Riza menghampiri istrinya sembari memeluk wanita itu dari belakang. "Lepas. Gerah tau nggak." Kesal Jihan melepaskan lengan suaminya yang melingkar di pinggangnya. "Mas bantu kalau gitu." kata Riza di tanggapi anggukan oleh sang istri. "Ayak tepungnya." Perintah Jihan. "Iya." Mendapat kesempatan emas pria itu langsung mengecup pipi sang istri kemudian bergegas pindah ke meja agak berjauhan sebelum mendapat omelan.
__ADS_1