Penantian Cinta Ustadz Riza

Penantian Cinta Ustadz Riza
Lebaran


__ADS_3

"Aku minta maaf Mas." Ucap Jihan berlutut di depan suaminya. "Mas Juga minta maaf Dek. Mas banyak salah ke kamu." Ucap Riza mencium dan memeluk sang Istri. "Kami minta maaf Pa." Lanjut Jihan dan Suami pada Papa. Pria paruh baya itu mengangguk sambil tersenyum. "Papa Juga minta maaf." Jawabnya sambil mengecup pucuk kepala dan memeluk anak dan menantunya.


"Kami sudah maafkan Nak. Ayah dan Ibu juga minta maaf kalau salah." Ucap Jihan memeluk kedua putra putrinya. "Kami minta maaf Ma. Ayah. Terimakasih untuk segalanya." Jason dan Julian memeluk keduanya bergantian. "Sama sama Nak." Jawab Riza. Dika mendekati sepasang suami istri itu lalu melakukan hal yang sama. "Dika minta maaf Ibu dan Ayah. Terimakasih untuk semuanya. Dika sangat bersyukur bisa mengenal apa itu puasa dan lebaran berkat kalian. Ini adalah hal yang paling membahagiakan bagi Dika." Ucapnya sambil menangis. "Sama sama. Kami juga senang dengan kehadiran kamu." Jawab Jihan mengusap air mata remaja itu.


Semuanya sudah bermaaf maafan tinggal juma yang sedaritadi pulang dari sholat ied tidak ada.


"Kemana saja kamu? Yang lain berlebaran kamu malah menghilang." Kata Jaffan melihat kedatangan adiknya. Tanpa menjawab Juma langsung bersungkem pada Ibu dan Ayahnya. "Ibu. Ayah. Juma minta maaf sudah nakal. Juma sering merepotkan Ibu dan Ayah karena tingkah Juma. Minal aidzin wal fa idzin mohon maaf lahir batin. Juma sayang banget sama Ibu Ayah juga sayang tapi lebih lebih sayang ke Ibu. I love you." Ucapnya panjang lebar. "Sama Ayah sayang sedikit?" Tanya Riza. "Banyak. Tapi masih banyak banyak ke Ibu. Ayah kan selalu mengomeli Juma. Beda sama Ibu." Jawabnya sambil duduk di pangkuan dan memeluk wanita itu. "Kamunya nakal." Jawab Riza. "Makannya Juma minta maaf Yah. Jadi bagaimana? Juma di maafkan kan?" Tanyanya. "Iya dimaafkan." Jawab Riza mengusap dan mengecup kening putranya.

__ADS_1


Jihan dan keluarga sudah berada di rumah Ayah dan Bundanya. Mereka sekarang sedang duduk bersama di ruang keluarga setelah melakukan ritual lebaran. "Kamu sendiri yang buat Dek?" Tanya Dea. "Iya." Jawab Jihan menanggapi Iparnya. "Sempat sempatnya bikin macam macam." Ucap Bunda baru bergabung sambil menyajikan buah buahan. "Enak tante." Kata Huda . "Makan yang banyak." Jihan tersenyum mengusap kepala ponakannya. "Kamu dan semuanya nginep disini kan Dek?" Tanya Ayah. "Nggak mau." Jawab Juma cepat. "Kenapa?" Bunda berjongkok di depan cucunya yang sedaritadi cemberut. "Nggak papa." Jawabnya singkat. "Mau eskrim?" Tawar Istri Jafar namun Juma menggeleng.


"Dika sekarang di pesantren?" Tanya Bunda. "Iya." Jawab Remaja itu sambil menunduk. "Oh. Liburnya berapa lama?" Kini Jafar bertanya. "Tiga minggu Paman." Pria itu mengangguk "Belajar yang giat." Ucapnya sambil menepuk punggung Dika pelan.


"Ibu ayo pulang." Juma menarik tangan Ibunya seperti biasa saat diajak berkunjung ke rumah Opanya. "Kenapa Pulang? Kan baru sebentar." Kata Jafar. "Disini dulu. Opa ajak jalan jalan, mau minta apa Opa turuti." Ucap Ayah Jihan agar Cucunya tinggal lebih lama. "Nggak mau. Ayo pulang Bu." Ia mulai merengek sambil terus menarik tangan Ibunya. "Maaf Yah. Agak rewel anaknya." Riza kemudian mengajak anaknya untuk berpamitan dan segera pulang.


"Cepet banget." Kata Ayah melihat Jihan dan anak anak sudah pulang. "Juma rewel Pa." Jawab Riza sudah di maklumi oleh pria paruh baya itu.

__ADS_1


"Assalamualaikum." Ucap seseorang memasuki rumah Jihan. "Waalaikumsalam." Jawab Mereka yang sedang duduk. "Kakak." Panggil Mark menghampiri Kakaknya. "Mark minta maaf." Ucapnya berjongkok lalu memeluk wanita itu. "Iya." Jawab Jihan singkat kemudian segera menyapa keponakannya untuk diajak bercengkrama.


Makan siang bersama sedang berlangsung. "Terimakasih kuenya Kak." Ucap Zulfa karena beberapa hari lalu Jihan mengirim THR dan kue kering buatannya. "Sama sama." Jawab wanita itu sambil tersenyum. "Ibu." Kata Juma yang sedang di suapi Ibunya. "Ada apa hm?" Tanya Jihan. "Juma sudah kenyang. Mau tidur Siang, temani." Jawabnya segera meminum susunya sampai tandas.


Riza menghampiri istrinya yang sedang tidur bersama Juma. Ia kemudian ikut berbaring memeluk istrinya dari belakang. "Diamnya kalau tidur saja. Persis kamu Dek." Jihan tak menanggapi suaminya memilih untuk memejamkan mata karena sudah mengantuk.


Sore hari Juma membagikan eskrim kepada kakak kakaknya sesuai perintah sang Ibu. "Terimakasih." Ucap Dika sambil tersenyum menerima eskrim dari adiknya. "Kok kamu dapat dua?" Tanya Jaffan. "Satunya upah dari Ibu." Jawab Bocah itu duduk sambil memakan eskrimnya. "Ibu mana?" Jalwa menggigit eskrim milik bocah tampan itu membuat sang adik cemberut. "Masih mandi." Jawabnya kesal.

__ADS_1


__ADS_2