Penantian Cinta Ustadz Riza

Penantian Cinta Ustadz Riza
Suami Menyebalkan


__ADS_3

Tiba di rumah mencari keberadaan istrinya. "Assalamualaikum." Ucap Pria itu memasuki ruang keluarga. Disana sudah ada Jihan sedang menemani kedua anaknya bermain. "Waalaikumsalam." Ucapnya sambil tersenyum menyambut kedatangan suami. "Katanya pulang jam 3. Ini jam satu kok sudah pulang." Tanyanya heran. "Iya. Pengen cepat cepat ketemu istri cantik di rumah." Jawabnya sambil mengecup kening sang Istri dengan lembut. "Aduh manisnya mulut suamiku." Ia mencubit pelan pinggang Riza membuat Pria itu seketika terkekeh. "Kalau mandi bajunya sudah aku siapkan. Makan siang kamu juga." Riza mengangguk menanggapi Istrinya.


Baru keluar dari kamar mandi Riza tersenyum melihat istrinya sedang menemani anak anak yang sudah tidur. Pria itu ikut bergabung dan berbaring dengan hati hati agar tidak membangunkan buah hatinya. "Dek. Nanti malam Mas ada ceramah. Kamu bisa temani nggak?" Tanya Pria itu dengan tatapan penuh harap. "Aku sih mau mau saja Mas. Tapi takutnya nanti anak anak rewel." Jawab Jihan. Ya meskipun anaknya tenang namun tetap saja Ia tidak bisa menjamin. "Anak anak tenang kok Dek. Kita nanti sekalian ajak Mark juga." Ucapnya agar sang istri mau. "Jam berapa?" Tanya Jihan. "Habis isya. Cuman beberapa jam saja kok. Jangan khawatir pulang kemalaman." Ucap Pria itu mencoba meyakinkan istrinya. "Lihat gimana nanti aja Mas. Nanti kalo anak anak nggak rewel aku bisa temani kamu." Jawabnya membuat Riza tersenyum.


Jihan sudah tertidur pulas karena sangat mengantuk mendengarkan celotehan suaminya. Pria itu baru sadar jika sedaritadi mengoceh sendiri. Riza tersenyum mengamati wajah cantik sang istri yang selalu membuatnya rindu. "Makan pedas lagi?" Tanyanya dengan lirih melihat bintik merah di pipi sang istri.

__ADS_1


Riza mengahmpiri Jihan yang sedang memandikan anak anak. "Jaffan ikut Ayah ganti baju dulu ya." Kata Pria itu melihat anaknya sedang memeluk sang Ibu. "Sama Ibu." Jawabnya membuat Jihan menghela napas. Si kembar memang sangat dekat dengannya. Hanya dia. Orang lain atau bahkan Ayahnya sendiri kadang mereka tidak mau. "Ayo pakai baju. Sudah wangi semuanya. Jaffan di gendong Ayah ya." Bocah itu menggeleng tanda penolakan. Jihan tak bisa menggendong keduanya sekaligus memilih menyuruh anak anak untuk berjalan agar adil.


"Kamu makan pedes lagi ya dek?" Tanya Riza mengusap pipi istrinya yang sedang sibuk bersiap. "Iya. Bukannya sengaja sih Mas. Tapi nggak sengaja coba sambal punya Mark." Jawabnya. "Hm. Nakal. Jangan diulangi lagi." Tuturnya kemudian mengecup bibir manis sang istri. "Ayo ke bawah. Mark sama anak anak sudah nunggu." Ajak Jihan. Pria itu tersenyum kemudian. menggandeng tangan sang istri.


"Kakak nggak papa bawa mereka berdua?" Tanya Mark. Mereka sudah sampai di tempat acara. "Nggak. Kamu duduk saja ke tempat laki kali. Kakak masuk dulu." Ucapnya sambil menggandeng tangan si kembar.

__ADS_1


Riza memulai ceramahnya dengan tema Istri Sholeha. Beberapa kali pria itu menyindir atau memuji Jihan hingga mengundang gelak tawa dari para jemaah yang hadir. "Ya nggak? Walaupun suka bandel tapi rasa sayang saya pada istri sangat besar mengalahkan semuanya. Jadi bapak bapak harus ekstra sabar juga. Alhamdulillah nya istri saya itu nggak pernah minta macem macem. Barang mewah atau menuntut saya untuk ini itu. Dia pengertian ke saya dan saya juga pengertian ke istri saya. Jadi intinya saling memahami saja. Surganya istri itu ada pada ridho suami. Ini hanya sepele lo, tapi sangat penting dan kadang para istri suka pada lupa........" Riza meneruskan ceramahnya. "Beuh pak ustadz. Balas dendam yang kemarin ya. Dasar suami menyebalkan." Batin Jihan sambil menahan malu karena lagi lagi di kerjai suaminya itu.


Jihan dan Mark sedang menunggu Riza keluar sambil menggendong si kembar yang sudah tertidur. "Dek. Maaf agak lama." Ucap Pria itu hendak meraih tubuh Jaffan dari gendongan Ibunya. "Jangan. Nanti bangun. Kita langsung pulang aja." Ucapnya di jawab anggukan.


Selesai menidurkan anaknya Jihan bergabung dengan Mark yang sedang menonton TV. "Nonton itu lagi. Nggak bosen ya." Tanya Wanita itu sambil duduk di samping Adiknya. "Nggak dong." Jawab Mark sambil meletakkan kepalanya di paha sang kakak. "Dek. Dicariin. Ternyata kamu disini." Ucap Riza ikut duduk. "Aku bawa cream buat pipi kamu. Sini aku pakaikan." Lanjutnya segera duduk dan mengoles krim pada pipi Jihan dengan lembut. "Kalian libur kampus kapan?" Tanyanya. "Minggu depan Dek. Kenapa?" Jihan tersenyum menatap suaminya. "Ayo liburan." Ucap wanita itu langsung membuat Mark duduk dengan cepat. "Kemana kak? ayo lah...." Remaja itu sangat bersemangat. "Ke America gimana?" Tanya Jihan. "Oh jangan Dek. Mas nggak terbiasa." Jawabnya. "Thailand. Aku belum pernah ke Thailand." Jihan memberi alternatif lain. "Oh kalau itu aku yang nggak setuju. Nggak ah." Sekarang Mark yang menolak. "Ke Italia saja. Bagus. Mau ya Mas. Nanti nggak aku ajak ke pantai deh. Janji." Riza tersenyum kemudian mengangguk setuju.

__ADS_1


Yang mau request berapa eps hari ini???? Sebelum author berangkat solo ride nih..... hehehehe


__ADS_2