
Karena banyak yang protes tentang poligami author ubah ceritanya. Mengenai topik yang sensitif, sekali lagi minta maaf. Untuk yang sad ending juga author ubah. Sekali lagi minta maaf. Episode yang sad sebelumnya sudah di hapus tapi ngga bisa. Author juga sudah lapor platform biar di hapus. Ini gantinya ya...
"Mas."Jihan mengetuk pintu ruang kerja suaminya. Wanita itu masuk sambil tersnyum. "Lagi ngapain?" Tanyanya pada Riza yang sok cuek. "Lagi baca artikel." Jawab Pria itu tak tahan juga lalu memeluk pinggang sang istri. "Mas ada hadiah buat kamu." Ia mengeluarkan kotak dari laci meja kerjanya. "Apa ini?" Tanya Jihan lalu membukanya lalu mengambil parfum mahal itu. "Kamu suka?" Tanyanya sambil mengecup pipi Jihan beberapa kali. "Suka. Makasih." Jawabnya memeluk Suaminya dengan erat.
__ADS_1
Riza berjalan menggandeng tangan istrinya. Pria itu mengajak Jihan untuk jalan jalan di taman menikmati waktu sore berdua. "Ibu." Panggil Juma menghampiri kedua orang tuanya membuat pria itu berdecak. "Kasih waktu Ayah sama Ibu pacaran dong." Ucap Riza mengusap kepala bocah tampan itu dengan lembut. "Katanya tidak boleh pacaran." Jawab Juma. "Kan Ayah sam Ibu sudah halal." Jawab Riza. "Gendong." Ia merentangkan tangannya di depan Jihan. "Biar Ayah yang gendong." Jihan tersnyum melihat suaminya berinisiatif menggendong si Bungsu. "Berat kamu. Makannya apa saja?" Tanya Riza menggoda. "Tidak mungkin Ayah tidak tau." Jihan yang menjawab.
Jihan dan semuanya sedang makan malam bersama. Wanita itu duduk setelah meletakan piring di depan suaminya. "Ayah kapan pensiun?" Tanya Juma membuat Riza seketika tersedak. "Masih beberapa tahun lagi." Jawabnya. "Kenapa kamu nggak pensiun dini aja Za?" Tanya Papa. "Ya sayang Pa. Kan masih butuh biaya sekolah dan lainnya juga." Jawab Riza. "Udah Yah. Pensiun aja. Tabungan pendidikan kan juga ada." Ucap Jaffan membuat Ayahnya bimbang.
__ADS_1
Jihan tidur nyaman di dalam dekapan suaminya sementara Riza masih terjaga. Pria itu mengusap punggung sang istri dengan lembut. "Terimakasih sudah mau menerima segala kekuranganku. Terimakasih sudah berbesar hari untuk memaafkan. Terimakasih untuk selalu ada di sisiku saat suka maupun duka dan tetap bertahan untuk selalu menjadi tulang rusukku tanpa memperdulikan apa kata orang. Kamu istri hebat. Mas mencintaimu sekarang, hari esok dan selamanya." Ucap Riza kemudian mengecup kening istrinya dengan penuh cinta.
"End."
__ADS_1
Lanjut baca yang part 2 "Lembaran baru hidupku." Menceritakan kisah Jihan yang menjalani hidup usai di tinggal Riza yang meninggal. Penyebab meninggalnya pun di bahas di sana. Sekali lagi tentang poligami moon maap.