Penantian Cinta Ustadz Riza

Penantian Cinta Ustadz Riza
Pelayanan VVVVVIP


__ADS_3

"Ayah kenapa cemberut begitu?" Tanya Juma karena dari kemarin Pria itu menekuk wajahnya seperti sedang sedih dan kesal. "Nggak papa." Jawabnya sambil duduk di kursi untuk sarapan bersama. "Itu gara gara kamu." Jihan datang sambil membawa cangkir kopinya lalu ikut duduk bergabung. "Kok Juma. Memang Juma salah apa?" Tanyanya kebingungan. "Sudah. Ayo sarapan. Telat ke sekolah nanti." Lerai Kakek. "Hari ini Ibu ke kantor?" Tanya Jaffan. "Iya. Jam 2 nanti Ibu sudah pulang." Jawabnya sambil melahap roti berlapis selai coklat itu.


Jihan dalam perjalanan mengantar anak bungsunya ke sekolah. "Ibu. Kok Ayah cemberut gara gara Juma. Memangnya Juma kenapa?" Tanya Remaja Itu masih membahas masalah yang tadi. Tidak mungkin kan Jihan menjawab karena hasrat Ayahnya sudah di puncak tiba tiba Juma mengacau. Tidak mungkin juga gegara tidak mendapat jatah enak enak karena Juma menyusul tidur di tengah malam. "Karena Ayah banyak kerjaan. Tadi Ibu hanya asal bicara saja." Jawab Jihan setelah berkutat dengan pikirannya sendiri.


Seperempat jam perjalanan mereka sudah sampai. "Nah. Sudah sampai." Ucap Jihan menghentikan mobil mewahnya dengan mulus. "Juma turun dulu. Love you Ibu." Ucapnya Sambil mengecup pipi wanita itu. "Love you too sayang." Jawab Jihan kemudian menginjak pedal gas setelah memastikan anaknya masuk ke dalam.

__ADS_1


"Pagi Bu." Sapa seluruh karyawan melihat kedatangan Bosnya. "Selamat pagi." Jawab Jihan sambil tersenyum ramah seperti biasa. Wanita itu langsung menuju lift untuk pergi ke lantai tempat ruangannya berada.


"Astaga Carissa." Kata Jihan terkejut melihat sahabatnya itu sudah duduk di sofa. "Mau ketemu kamu itu sulit sekali." Kesalnya karena sudah membuat janji berkali kali namun gagal karena yang terakhir itu Jihan membatalkan untuk melihat pertandingan basket putranya. "Maaf. Sedang sibuk." Jawabnya ikut duduk. "Ada pemotretan dan fashion show Minggu depan. Bisanya kapan? kita ikut jadwal kamu." Kata Wanita itu. "Nanti aku kabari. Aku belum lihat jadwal. Tanya sama Dina." Jawab Jihan sambil menjatuhkan punggungnya di sandaran sofa.


Jihan memposisikan suaminya membelakangi ranjang. Wanita itu mulai mengusap tengkuk Riza dengan lembut membuat Pria itu menengang. Tangannya membuka dasi dan membuangnya asal. Ia beralih membuka satu bersatu kancing kemeja suaminya dan melempar ke sembarang arah. Jihan mendudukkan pria itu. Tangan lembutnya meraba beda yang sudah mengeras dan tertutup celana. "Adiknya sudah bangun." Ucap Jihan mendongak menatap suaminya yang sedang bernapas hingga dadanya naik turun. Ia membuka kancing dan resleting itu menarik celana Riza hingga melorot ke bawah. Jihan menyusuri tubuh telanjang suaminya yang menyisakan boxer dari atas sampai bawah. Ia memberikan ciuman lembut hingga suara gaib keluar dari mulut Riza.

__ADS_1


Jihan menyunggingkan senyumnya melihat Riza sudah memerah menahan hasrat. Ia membuang seluruh penutup di tubuh kemudian mendorong suaminya sampai terlentang di ranjang. "Kali ini. Biar aku yang memimpin." Ucap Jihan sensual langsung mendapat anggukan. Ia mengurut milik suaminya yang sudah mengeras kemudian membenamkan pada miliknya yang masih sempit di usia yang sudah matang. "Ouh Sayang." Rancu Riza merasakan milik sang istri yang begitu nikmat. Permainan istrinya sangat luar biasa. Junior pria itu seperti di cengkram, diurut dan di gigit luar biasa.


Riza masih memeluk istrinya. Pria itu bahkan enggan untuk membersihkan diri. Percintaan panasnya dengan sang istri membuatnya kelelahan. Jihan sangat luar biasa. Oh....Ia begitu mendamba wanita itu. Hari ini Ia benar benar mendapat pelayanan kelas VVVVVIPPP. "Juma." Kata Jihan mendudukkan diri mendapat panggilan dari putranya. Ia bergegas masuk ke kamar mandi dengan berlari meninggalkan suaminya yang masih polos.


"Aku pulang duluan Mas. Anak anak mencariku." Kata Wanita itu telah selesai berpakaian kemudian meraih tas jinjingnya di atas meja. "Kita pulang bersama." Kata Riza masih telanjang dengan tertutup selimut sambil tiduran di ranjang. "Nggak. Kamu lama. Aku pergi dulu." Ucap Jihan mencium kening suaminya sekilas kemudian buru buru pergi. Riza tersenyum. Ia senang bukan main mendapatkan hal yang luar biasa hari ini. Namun beberapa saat kemudian pria itu tampak mengernyitkan keningnya. "Aku seperti gigolo (Pria panggilan). Habis di pakai di tinggal pergi." Gumamnya sambil terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2