
Jihan sedang di halaman rumah bersama adiknya. "Mau di tanam dimana kak?" Tanya remaja itu sudah memegang skop untuk menanam Pandan yang di beri Meta kemarin. "Sudah penuh tempatnya." Jawab Jihan bingung harus ditanam dimana. "Biarkan di polybag saja kalau begitu." Saran Mark membuat wanita itu menggeleng dengan cepat. "Eh. Ya jangan dong. Nanti nggak besar besar." Ucapnya sembari berpikir. "Situ aja." Tunjuk Jihan pada lahan yang sedikit kosong dekat pagar. "Ok." Mark langsung bergegas menuruti kemauan Ibu negara.
__ADS_1
Selesai dengan urusan tanaman keduanya duduk bersama di bangku. "Masih sakit kakinya?" Tanya Mark. "Nggak. Udah nggak sakit. Kapan bisa di lepas ya?" Tanya Jihan membuat adiknya itu menggeleng. "Paling beberapa minggu baru boleh di lepas." Jawab Mark membuat kakaknya membulatkan mata. "Ouh....Tersiksa sekali." Keluh Jihan karena tidak bisa beraktivitas dengan bebas. "Assalamualaikum." Suara salam terdengar dan mereka tau siapa orangnya. "Waalaikumsalam. Eh...Berhenti." Tegas Jihan membuat Riza mematung seketika. "Ada apa sih Dek?" Tanya Pria itu heran. "Kenapa lewat situ. Lewat tempat biasanya. Tanaman yang baru di tanam nanti kamu injak." Riza tersenyum kemudian mengangguk. Ia lewat jalan biasanya kemudian ikut duduk di tengah tengah mereka. "Duduk di depan kan ada. Kenapa di sini sih? Bikin sempit aja." Kesal Jihan. "Kalian ini." Ucap Mark memilih mengalah lalu pindah ke bangku yang berhadapan dengan keduanya.
__ADS_1
Sore hari Riza mengikuti langkah cepat istirnya sambil terus mengomel. "Papa." Teriak Jihan langsung berhambur memeluk pria paruh baya yang sedang berjalan ke arahnya. "Pelan pelan. Dasar nakal." Ucapnya sambil membalas pelukan putri tercinta. "Pa." Riza mencium tangan Papa mertuanya diikuti Mark.
__ADS_1
Riza baru pulang teraweh. Ia berjalan sendiri karena Mark sudah pulang duluan sedangkan istrinya teraweh di rumah. "Ustadz." Seorang pria tergopoh-gopoh menghampiri Riza. "Eh Pak Samsul." Sapa Riza. "Em...Ustadz saya mau tanya nih." Katanya membuat Pria itu berhenti sebentar. "Mau tanya apa pak? Insyaallah akan saya jawab semampu saya." Ucapnya sambil tersenyum. "Hubungan suami istri saat puasa itu boleh nggak ustadz?" Tanya Pak Samsul sembari mengajak Riza untuk kembali berjalan. "Menurut Ibnu Katsir dalam tafsirnya, Allah SWT memberi keringanan untuk kaum Muslim. Allah SWT juga telah menghapus apa yang berlaku di masa permulaan Islam yang pada waktu itu bersetubuh dihalalkan setelah berbuka puasa sampai salat Isya saja. Sehingga, berhubungan suami istri di bulan Ramadan boleh hukumnya apabila dilakukan pada malam hari. Sebelum menunaikan ibadah puasa pada esok harinya, wajib bagi pasangan suami istri untuk mandi wajib terlebih dahulu." Jelas Riza membuat Pria itu mengangguk paham. "Kalau masalah posisi bagaimana ustadz? Saya belum banyak tau." Tanyanya penasaran. "Untuk gaya itu bebas sesuai kesenangan masing masing tapi di sunahkan untuk posisi suami itu di atas karena menunjukkan kepemimpinan. Jika berhubungan jangan telanjang bulat atau sambil berdiri karena itu jauh dari Rahmat Allah." Riza terus menjelaskan apa yang Ia tau. "Nggak terasa sudah sampai rumah. Saya masuk ya Pak. Assalamualaikum." Riza membuka pagar rumahnya. "Waalaikumsalam. Terimakasih Ustadz." Jawabnya mendapat anggukan dari Riza.
__ADS_1
Jihan heran melihat tingkah suaminya yang tak berhenti senyum senyum sedaritadi. "Kamu kenapa sih Mas. Kesambet? Dimana? Pohon besar samping jalan itu ya?" Tanyanya sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Riza. "Astaghfirullah. Enggak dong Dek." Jawabnya. "Terus kenapa senyum senyum begitu?" Tanya Jihan menelisik. Riza menceritakan obrolannya dengan pak Samsul tadi pada Sang Istri. "Haish....Para laki laki kalau sedang mengobrol tentang itu ternyata." Jihan mengerucutkan bibirnya membuat Riza gemas. "Kya...Kenapa bibir aku kamu gigit." Kesal Jihan memukul lengan suaminya. Riza tak gentar malah memeluk istrinya lagi. "I Love You." Bisik Riza di telinga istrinya sontak membuat Jihan mendorong tubuh suaminya. "Wah..Benar benar kesambet. Baru kali ini aku dengar kamu pakai bahasa Inggris." Ucapnya mulai berdiri dan berjalan meninggalkan sang suami. "I Love You." Riza mengejar istrinya. Menggendong dan memberi ciuman pada wajah wanita itu bertubi tubi.
__ADS_1