Penantian Cinta Ustadz Riza

Penantian Cinta Ustadz Riza
Mark Yang Mau


__ADS_3

Jihan sedang mengamati foto hasil USG nya. Wanita itu baru saja pulang dari rumah sakit dengan suami dan anak anak. "Ih. Nggak usah cium cium." Kesalnya karena Riza main nyosor saja. "Kenapa sih Dek?" Ucap Pria itu memelas. Dari kemarin Jihan selalu kesal setiap Ia mencium pipi sang istri. "Geli. Nggak suka." Jawab Jihan. "Geli? Mas kan sudah cukuran." Riza menatap istrinya dengan wajah sedih. "Nggak usah memelas begitu. Nggak mempan." Ucapnya. "Ibu. Kapan adeknya lahir?" Tanya Jaffan. "Masih lama sayang. Masih berbulan bulan lagi. Nggak sabar ya?" Tanya Wanita itu sambil tersenyum. Jaffan hanya tersenyum menanggapi Ibunya. Tangan mungilnya terulur menyentuh perut sang Ibu dan mengelusnya dengan lembut. "Kira kira cewek atau cowok ya Bu?" Tanya Jalwa. "Maunya kalian apa?" Jihan balik bertanya. "Apa saja. Yang penting tidak menyebalkan."Jawab Jaffan sambil terkekeh pelan.

__ADS_1


"Istri kamu mana Za? Tumben sendiri?" Tanya Papa menghampiri menantunya yang sedang duduk sendiri. "Lagi temani anak anak tidur siang Pa." Jawabnya. "Gimana kandungan kakak?" Mark ikut ikutan duduk bersama dua pria itu. "Alhamdulillah semuanya baik baik saja." Jawabnya sambil tersenyum. "Eh iya. Sebentar lagi puasa ya." Kata Papa. "Iya Pa. Nggak terasa sudah mau tujuh kali lebaran bareng istri." Ucap Pria itu sembari terkekeh. "Gimana? Seneng?" Riza mengangguk mantap menanggapi Iparnya. "Yang bucin memang begitu." Sindir Papa. "Papa tau Bucin?" Tanya Mark membelalakkan matanya. "Eh...Papa ini sudah tua. Begini begini jiwanya masih muda." Jawab Pria berumur itu sambil tertawa.

__ADS_1


Riza menghampiri istrinya yang sedang tidur bersama anak anak. "Um..." Wanita itu menggeliat. "Kamu bangun Dek. Tidur lagi saja." Ucapnya sembari mengusap punggung sang istri. "Nanti sore jalan jalan yuk Mas." Ajaknya. "Kemana? Kamu lagi hamil. Tadi sudah ke rumah sakit. Jangan banyak keluar keluar dong." Kata Pria itu menuruti istrinya. Bukan cuman khawatir Jihan akan kelelahan. Namun Ia juga khawatir jika alergi istrinya akan kambuh lagi. "Nanti aku pakai masker. Bosan Mas di rumah terus. Aku pengen jalan jalan." Riza menghela napas. "Yasudah nanti. Sekarang tidur dulu." Ucapnya mencium dan mengecup kening wanita itu kemudian menyusul untuk tidur.

__ADS_1


Beberapa menit merasa bosan. Jihan menggandeng tangan anak anaknya untuk jalan jalan di sekitaran ruko. "Ya Mark." Kata Jihan baru saja mengangkat panggilan masuk. "Mau apa? Kakak yang hamil kamu yang ngidam." Kata Jihan sambil terkekeh. "Iya nanti dibelikan." Jawab Wanita itu. "Hm. Love you too." Ucapnya. "Siapa? Telponnya kok mesra begitu?" Tanya Riza tiba tiba sudah ada di belakang mereka. "Bikin kaget aja. Mark. Mau makanan katanya." Jawab Jihan sambil memasukkan ponselnya ke saku gamis. "Tadi aku bilang sama kamu apa Dek? Suruh tunggu. Kenapa keluar sendiri sih." Pria itu gemas dengan sang istri. Jihan kalau di kasih tau masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Baru di tinggal lima menit sudah menghilang. "Bosen tau...Lagian juga perginya dekat." Selalu bisa menjawab. Jika tidak di tempat umum Riza jamin akan melahap habis bibir istrinya itu. "Minta uang Mas. Mau beli jajan." Ucapnya sambil menengadahkan tangan. Riza mengangguk kemudian mengeluarkan dompetnya. Pria itu memberi sang istri empat lembar uang seratus ribuan. "Makasih. Kalian mau apa sayang?" Tanyanya pada si kembar. "Sama seperti yang Ibu mau." Jawab Mereka. "Ayo kita cari yang enak enak." Ucap Jihan mulai berjalan menggandeng tangan anak anak. "Begitu. Kalau sudah di kasih duit suami sendiri lupa." Gumam Riza menyusul istrinya.

__ADS_1


"Hati hati bisa nggak Dek." Tutur pria itu melihat istrinya berjalan cepat memasuki rumah. "Ini sudah hati hati." jawab Jihan. "Wah...Sudah pulang." Kata Mark. Ia berdiri kemudian ikut membantu iparnya yang kesulitan membawa barang bawaan. "Banyak banget." Kata Papa yang baru datang. "Nurutin Istri ngidam Pa." Jawab Riza. "Bukan aku yang mau. Mark yang pengen." Ucap Jihan membuat mereka melongo. "Jangan kaget. Mari makan." Ajak saudara tak sedarah itu kompak.

__ADS_1


__ADS_2