Penantian Cinta Ustadz Riza

Penantian Cinta Ustadz Riza
Jadi Model???


__ADS_3

Jihan dan keluarga sudah sampai di rumah kemarin. Oleh oleh juga langsung dibagikan begitu mereka pulang. "Ibu mau kemana?" Tanya Jalwa melihat Ibunya sudah berpakaian rapi. "Mau ada fashion show dan wawancara di acara temannya Ibu." Jawab Jihan sambil memakai kacamata hitamnya. "Kamu pulangnya jam berapa Dek?" Tanya Riza menghampiri sang istri. "Sore. Nanti kalau misal pulang agak telat aku kabari. Dah dulu ya. Mau berangkat. Assalamualaikum." Ucap Jihan mencium mereka satu persatu. "Waalaikumsalam." Jawab anak anak dan suaminya kompak.


"Kakak mana?" Tanya Mark datang bersama Istri dan kedua anaknya. "Lagi fashion show." Jawab Juma. "Adam. Musa. Sini. Mau eskim nggak?" Tanya Jalwa. Dua bocah itu mengangguk kemudian ikut bergabung bersama sepupunya diikuti Zulfa. "Kak Jihan fashion show dimana?" Tanya wanita itu sembari menatap gadis cantik yang sedang menyuapi kedua putranya. "Nggak tau. Katanya Tandi ivent temannya gitu." Jawab Jalwa. "Eh iya baru tau. Ada wawancara live kakak nanti." Ucap Mark. "Jam berapa?" Tanya Riza. "Tiga puluh menit lagi. Tunggu aja." Jawabnya sambil menyalakan televisi besar di depannya.

__ADS_1


Tiga puluh menit berlalu. Semua mata tertuju pada wanita yang sedang berlenggak lenggok menggunakan pakaian muslimah berjalan dengan anggun dan percaya diri di atas catwalk. "Wah. Itu Ibu." Juma terkagum dengan penampilan Idolanya yang seperti model profesional. "Wah cantik banget." Kata Jaffan melihat Ibunya berbeda karena menggunakan make up flawless yang membuatnya mempesona.


"Wah ini model kita yang merupakan teman dekat pemilik ivent. Selamat siang mbak Jihan." Ucap seorang pembawa acara. "Siang." Jawab Jihan tersenyum kemudian duduk setelah dipersilakan. "Gimana nih perasaannya tampil di acara yang keluar dari dunia bisnis. Biasa kan kalau di undang selalu membicarakan bisnis ya. Kali ini kita bicara tentang permodelan. Gimana perasaanya berlenggak lenggok di catwalk?" Tanyanya. "Yang pasti agak grogi ya meskipun ini sudah beberapa kali. Tapi adalah perasaan gugup atau gimana. Sebisa mungkin di bawa enjoy aja sih." Jawab Jihan. "Tapi sudah seperti profesional lo." Ucap Pembawa acara itu. "Enggak. Saya masih amatiran." Jawabnya sambil terkekeh.

__ADS_1


Mereka melanjutkan obrolan. "Mbak Jihan. Ada yang penasaran nih. Ada pertanyaan dari salah satu netizen. Mbak Jihan masih muda ya. Anaknya katanya sudah 17 tahun saja. Maaf ya. Mereka mengira mbak Jihan itu hamil di luar nikah. Saya juga gemas sih ada yang bicara seperti ini. Jadi mohon di klarifikasi." Jihan mengangguk. "Itu fitnah ya. Saya juga sempat lihat di beberapa berita tentang hal ini. Jadi biar tidak berkelanjutan saya klarifikasi. Benar anak saya umur 17 yang kembar cewek cowok dan satu lagi masih umur 12. Saya 19 tahun sudah punya anak. Saya menyelesaikan studi di Inggris lebih cepat. Waktu itu pulang kesini dan menikah dengan suami saat saya berumur 18. Jadi tidak ada istilah saya berzina atau hamil di luar nikah. Saya hamil ya setelah menikah." Jawab Jihan menjelaskan dengan gamblang.


Malam hari semuanya berkumpul di ruang keluarga setelah makan malam. "Kok ada ya yang berpikir seperti itu ke kamu dek." Kata Riza yang sedang memangku kepala istrinya. "Wajar Mas. Umur segitu kan masih muda untuk punya Anak. Jadi mereka berasumsi saja." jawab Jihan. "Pa. Papa nggak mau jengukin kebun?" Tanya Jihan. "Mau sih. Sudah seminggu nggak kesana." Jawabnya. "Besok aku antar Pa." Kata Jihan di jawab anggukan. "Juma ikut." Kata Si Bungsu. "Iya." Jawab sang Ibu.

__ADS_1


__ADS_2