
Jihan menghampiri suaminya yang sudah menunggu di depan. Keduanya akan pergi ke pasar untuk berbelanja. "Mark belum bangun?" Tanya Riza sambil mengunci pintu utama. "Belum. Biarkan dia tidur." Jawabnya membuat Riza mengangguk dan segera menyusul sang istri yang sudah lebih dulu memasuki mobil.
Sepanjang perjalanan Jihan hanya sibuk dengan ponselnya sambil senyum senyum membuat Riza cemburu sekaligus merasa di abaikan. "Kamu lagi ngapain si Dek? Seru banget kelihatannya." Pria itu bertanya namun pandangan tetap fokus ke jalan. "Nggak papa." Jawab Jihan cepat sembari menyimpan ponselnya di saku Hoodie yang Ia pakai. "Masih lama ya?" Tanya Wanita itu karena merasa daritadi belum juga sampai. "Sebentar lagi." Jawab Riza sambil tersenyum.
__ADS_1
Jihan segera turun begitu mobil sudah terparkir mulus di depan pasar. "Rame banget." Gumamnya melihat banyak orang berlalu lalang. "Ayo. Jangan sampai terlepas. Nanti kamu hilang." Riza menggenggam tangan Jihan dengan erat. "Heh. Memangnya aku bocah." Kesalnya sembari mengikuti langkah Suaminya.
Riza kesal melihat istrinya selalu diperhatikan. Pria itu berhenti tiba tiba membuat Jihan menabrak. "Ish....Kamu itu kalau berhenti ngomong dong." Ia memukul lengan suaminya pelan. "Maaf." Ucap Riza sambil membalikkan bada. Ia mengeluarkan sesuatu dari sakunya. "Eh apa apaan ini." Protes Jihan saat di pakaikan masker olah sang suami. "Nah. Sudah. Jangan di lepas. Aku tidak rela wajah cantik istri aku jadi tontonan orang orang." Kata Pria itu menggandeng kembali tangan istrinya dan melanjutkan berjalan.
__ADS_1
Jihan dan Riza sudah berkeliling cukup lama membeli daging, buah dan sayuran. "Mau beli apa lagi Dek?" Tanyanya sembari mengusap kening Jihan yang berkeringat. Wanita itu tampak berpikir. "Sepertinya sudah semua. Ayo pulang saja." Jawabnya segera bergegas.
Riza langsung menghampiri istrinya di dapur setelah mengobrol dengan tetangganya sebentar. "Aku bantuin apa Dek?" Tanya Pria itu sembari mengecup pipi mulus sang istri dengan mesra. "Jangan ganggu. Aku lagi pegang pisau nih." Ancamnya hanya di tanggapi senyuman. "Tata itu buahnya di kulkas." Perintah Jihan langsung di laksanakan suaminya. "Kamu sudah beli air?" Jihan berbalik menatap pria itu. "Oh iya. Belum. Aku belikan." Cepat cepat Riza menyelesaikan pekerjaannya.
__ADS_1
Riza berjalan kaki untuk membeli air yang tidak terlalu jauh dari rumah. "Assalamualaikum." Ucap pria itu saat memasuki minimarket milik tetangganya. "Waalaikumsalam. Eh Riza. Istrimu cantik banget lo Za." Kata Bu Ati menggoda. "Hehehe. Iya Bu. Ibu tau darimana?" Tanyanya. "Kemarin Ibu lihat istrimu sedang menyiram bunga di depan. Dia ramah lo. Sapa Ibu juga." Riza hanya mengangguk. "Eh..Sudah mau punya momongan belum? Jangan di tunda tunda Za. Lebih cepat lebih baik." Ibu Ati memberi nasihat. "Doakan saja Bu." Jawab Riza sambil tersenyum.
Jihan menggeleng pelan melihat suaminya baru pulang sembari mengangkat galon air mineral. Wanita itu sedang menyiapkan makan di bantu oleh Mark. "Kamu beli galonnya di solo atau di Kalimantan sih, lama banget." Ucap Jihan hanya di tanggapi senyuman oleh suaminya. "Sini makan dulu." Ajaknya dan pria itu dengan semangat langsung duduk di samping sang istri. "Kenapa? Kamu kangen ya?" Tanyanya. Jika sudah dalam mode menyebalkan seperti ini ingin sekali Jihan menarik telinga suaminya sampai memerah. "Enggak. Aku kangen sama airnya daripada kamu." Jawabnya sembari mengambilkan makan dua laki laki itu. Mark dan Riza tertawa bersama. "Tadi masih diajak ngobrol sama yang jual." Kata Riza. Jihan mengangguk kemudian meletakkan piring yang sudah siap di depan suami dan adiknya. "Terimakasih." Ucap keduanya bersamaan. Riza mulai makan setelah membaca doa. Ia kepikiran dengan wejangan tetangganya tadi. Momongan? Ia dan sang istri tidak pernah membahas soal ini. "Kenapa? Nggak enak ya?" Tanya Jihan melihat suaminya makan sambil melamun. "Enak. Enak banget. Masakan istriku paling enak. Jadi pengen peluk." Ucapnya membuat Jihan menarik kursinya menjauh. Mark hanya menggelengkan kepala melihat tingkah suami istri itu kemudian melanjutkan makannya.
__ADS_1