
Jihan tersenyum mengamati foto keluarga yang terpajang di kamarnya. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Ia sudah menjadi Ibu belasan tahun lamanya. Kini anaknya bertambah dua dan sudah dewasa seketika. Ia berdamai dengan mantan. Peter telah tiada beberapa bulan lalu karena penyakit kanker yang di derita dan pria itu mewasiatkan harta serta kedua putranya agar dia yang menjaga. Dengan izin Riza Ia menjadi Mama untuk Jason dan Julian yang lebih tua satu tahun dari anak kembarnya. "Sayang." Ia merasakan pelukan hangat dari sang suami. "Hm." Jihan membalikkan tubuhnya memeluk pria yang begitu Ia cintai setulus hati. Lewat Riza Ia mengenal apa itu sebuah ketulusan dan kesabaran. Lewat pria itu pula dia paham akan makna cinta yang sesungguhnya. "Aku mencintaimu." Ungkap Riza penuh ketulusan. "Aku juga mencintaimu Mas." Jawab Jihan.
__ADS_1
Riza menggandeng tangan istrinya menghampiri anak anak yang sedang berkumpul di ruang keluarga. "Mau eskrim Ma?" Tawar Jason melihat kedatangan wanita yang begitu di sayangnya. Jihan mengangguk. Ia bergabung menerima suapan dari putranya. "Ibu. Juma nanti malam mau jalan jalan." Ungkap remaja itu sembari memeluk Ibunya. "Ayo." Jaffan dan Julian menyahut bersamaan. "Siapa yang mengajak kalian? Aku maunya sama Ibu saja." Kesalnya memeluk Jihan Posesif. "Heh. Ibu bukan cuman punya kamu. Ibu punya kita semua." Jalwa yang sedaritadi diam kini angkat bicara. "Kalian sudah besar mengalah." Juma tetap dengan egonya. "Ibu milik Ayah." Ucap Riza memeluk istrinya. Mereka tak terima ikut memeluk wanita itu.
__ADS_1
Sebuah kehangatan keluarga tercipta. Jihan bahagia bukan main. Ia sangat bersyukur. Lika liku dan suka duka kehidupan yang dialami nya berbuah manis. Kini hidupnya telah sempurna dan bahagian di kelilingi anak anak dan keluarga yang begitu harmonis. Meskipun beberapa tak ada hubungan darah dengannya namun hari mereka menyatu. Terlebih Jason dan Julian beberapa bulan ini tinggal dengannya membuat mereka seperti Ibu dan anak kandung. Ia bersikap adil pada semuanya. Tak membedakan cinta dan kasih sayang kepada anak anak termasuk Jason dan Julian membuat kembar bersaudara itu nyaman dan bahagia. "Terimakasih atas segalanya sayang." Ungkap Riza. "Terimakasih untuk semuanya Ibu." Kata anak anak. "Dan terimakasih telah menjadi Ibu yang sempurna untuk kami." Kata Jason mewakili mereka semua. "Sama sama Sayang." Jawab Jihan tersenyum bahagia.
__ADS_1