
Riza sedaritadi mengomel namun di abaikan istrinya. Pria itu tak memperbolehkan Jihan pergi ke cafe karena keadaannya baru membaik beberapa hari ini. "Jangan pergi ya Dek. Kamu nanti kelelahan. Dokter kan sudah bilang kamu harus banyak banyak istirahat." Riza mencoba membujuk namun sang istri tetap dalam keputusannya. "Kamu ini kenapa sih? Aku kan sudah bilang kalau aku disana nggak akan kerja. Aku cuman duduk manis sambil cek laporan keuangan." Jihan mulai berdiri dari duduk. "Kemarikan kunci mobilnya." Riza menggeleng. Pergi saja tak rela apalagi membiarkan wanita hamil itu menyetir sendiri. Tentu saja Riza lebih tidak setuju lagi. "Aku antar. Kan sekalian aku ke kampus." Jihan tak menjawab langsung melangkah pergi.
__ADS_1
Mark mengantarkan Sepasang suami istri itu sampa ke depan. "Kak. Hari ini aku ada janji sama teman. Aku pakai motornya ya." Ia meminta izin pada Sang Kakak. "Cuaca panas banget. Bawa mobil saja. Hati hati jangan ngebut. Kamu itu masih amatiran." Tuturnya dan remaja itu mengangguk. "Hati hati." Ucap Mark mencium pipi kakaknya sekilas sebelum wanita itu memasuki mobil.
__ADS_1
Lima belas menit perjalanan Jihan sudah sampai di cafenya. "Kamu ikut juga?" Tanya Jihan karena suaminya juga ikut masuk ke dalam dan terus mengikuti sampai ke ruangannya. "Iya. Aku cuma mau memastikan kamu baik baik saja sampai duduk." Ucap pria itu membuat Jihan menghela nafas. Wanita itu duduk di kursi kerjanya. "Sudah kan. Kamu kalau mau ke kampus bergegaslah." Jihan mengusir dengan halus membuat suaminya tersenyum. Pria itu menunduk kemudian memeluk tubuh istrinya dengan hangat. "Baiklah. Nanti aku jemput. Mobilnya biar disini saja. Aku ke kampus dulu Dek. Sayang. Assalamualaikum." Riza tersenyum kemudian menangkup wajah sang istri dan menciumi sampai puas. Jihan kesal memukul dada suaminya membuat pria itu terkekeh dan bergegas pergi. "waalaikumsalam. Dasar. Astaga. Bisa tekanan batin lama lama." Ucapnya sembari membersihkan wajah dengan tissue.
__ADS_1
"Jangan cemberut begitu. Aku makin gemas tau." Riza mencium pipi istrinya yang tak luput dari perhatian semua orang. Jihan kesal melepaskan tangan suaminya dan berjalan mendahului.
__ADS_1
Riza baru selesai mandi menghampiri istrinya yang sedang duduk di sofa. Wanita itu tampak **** menggunakan hot pants dan kemeja kebesaran. Riza duduk di samping Jihan memperhatikan wanita itu yang sedang makan pisang. Otak Riza traveling. Apalagi Ia tidak bisa menyentuh sang istri karena kandungannya yang masih muda. Miliknya kan..... Jadi tegang. "Kamu kenapa sih?" Tanya Al melihat suaminya itu beberapa kali menelan salivanya. "Tidak papa." Jawab Riza gugup. Jihan tersenyum miring. Wanita itu mulai mendekati suaminya membuat Riza mundur hingga terpentok ke sofa. Jihan berdiri kemudian duduk di pangkuan suaminya. Jemari lentiknya mulai menari di ceruk leher Riza dan turun membelai dada pria itu. "Dek...." Ucap Riza memejamkan mata. "Kya....Mas.. Kamu pipis ya." Teriak Jihan cepat cepat berdiri karena boxer yang dipakai suaminya basah. "Untung kamu polos Dek. Kamu harus tanggung jawab di lain waktu." Ucap Riza mengecup bibir istrinya sekilas kemudian segera pergi ke kamar mandi.
__ADS_1