Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 101


__ADS_3

"Aku mohon pak, lepas kan aku." ucap Alisa. namun Rafi Sama sekali tidak perduli, dia tidak akan mau kehilangan Alisa lagi. Karena setelah itu Alisa tidak Akan mau menemui nya lagi.


Dia mengikat Alisa di kamar nya.


"Maafin aku, kamu yang membuat ku seperti ini." ucap Rafi mengelus Rambut Alisa.


Alisa sama sekali tidak mau di sentuh oleh Rafi. "Lepaskan aku! Aku mohon lepaskan aku." ucap Alisa. Rafi sama sekali tidak perduli.


"Sebelum kamu mau menjadi kekasih ku, aku tidak akan melepaskan kamu." ucap Rafi. "Aku tidak mau." ucap Alisa.."Kalau kamu tetap tidak mau kamu akan Terus di sini." Ucap Rafi.


Rafi pun meninggalkan Alisa di kamar itu. Dia mengambil Ponselnya mengirimkan pesan pada adiknya.


"Alisa sedang bersama kakak, tolong berbicara pada atasan nya untuk beberapa hari dia tidak Akan masuk kantor." ucap Rafi.


Tiara yang baru saja mau keluar melihat ponsel nya hidup dia melihat nya.


"Huff kak Rafi suka banget mengganggu Alisa, bagaimana Alisa suka sama dia kalau seperti ini." ucap Tiara. Dia tidak berfikir kalau kakak nya menjerat teman nya itu.


Dia pun menghubungi Tita.


"Selamat Siang tante. Ada yang bisa aku bantu?" tanya Tita. "Seperti nya Alisa tidak bisa kembali ke kantor. untuk beberapa hari dia juga tidak masuk, tolong bantu berbicara pada atasan nya yah." ucap Tiara.


"Baiklah Tante." ucap Tita. Panggilan pun di matikan. Tiara melihat Mile duduk di ruang tamu sambil fokus ke laptop nya.


Dia berjalan ke dapur dan kembali membawa kopi untuk suami nya.


"Minum Kopi nya dulu biar lebih fresh." ucap Tiara. Mile melihat kopi itu.


"Terimakasih." ucap Mile. Tiara mengangguk.


"Dari tadi kamu kerja terus. ngerjain apa sih?" tanya Tiara melihat langsung ke depan Suami nya.


Mile BI mencium aroma wangi istri nya.


"Wangi sekali." batin nya.


"Kamu lebih baik tidur siang di kamar dari pada mengganggu saya di sini." ucap Mile. Tiara tersenyum dia dengan iseng memindahkan laptop ke atas meja dan berbaring di paha suami nya. "Aku mau tidur bersama suami ku di sini." ucap Tiara.


Mile tersenyum tipis. Dia pun membiarkan Tiara di paha nya, dia kembali Lanjut Beker. Tidak beberapa lama Tiara sudah tidur begitu lelap.


Mile menutup laptop nya karena sudah selesai.


Dia menatap wajah istri nya. Mile mengelus rambut istri nya.

__ADS_1


Melihat Tiara tidur dia juga jadi mengantuk, akhirnya mereka tidur di sofa.


Rafi baru saja kembali dari luar, dia masuk ke dalam kamar melihat Alisa Masih menangis.


"Sampai kapan kamu Akan menangis? Percuma saja." ucap Rafi.


"Aku membenci bapak." ucap Alisa.


"Sejak kapan kamu tidak membenci saya? kamus selalu membenci ku." ucap Rafi. Alisa diam.


"Waktu nya Makan Siang, kamu pasti butuh tenaga untuk menangis, berontak, berteriak dan memaki-maki saya." ucap Rafi.


Dia menyuapi Alisa namun dia tidak mau. Rafi memaksa nya sampai mau. Setelah selesai makan Rafi menyimpan semua nya.


kembali ke kamar dia membuka jas dan juga kemeja nya. Alisa sudah sangat takut.


Namun tiba-tiba Ponsel Rafi berdering. Alisa merasa tenang.


"Halo Bu." ucap Rafi tidak lupa untuk menutup mulut Alisa.


"Kamu di Mana nak? Ibu butuh bantuan kamu sebentar Boleh gak?" tanya Bu Rosa.


"Bantuan apa Bu?" tanya Rafi.


Rafi menoleh ke arah Alisa.


"Tapi aku tidak bisa lama-lama Bu, gak apa-apa kan?" tanya Rafi.


"Gak apa-apa nak, kamu mau nganterin ibu saja sudah bagus." ucap Bu Rosa.


Rafi mengangguk akhirnya ia mau mengantar kan Ibu nya Itu.


"Aku akan keluar, kamu jangan mencoba-coba untuk kabur." ucap Rafi. "Lepaskan aku!" ucap Alisa.


Rafi tidak perduli dia langsung Mandi. Dan setelah selesai mandi dia langsung bertukar pakaian di kamar itu, namun Alisa menutup mata nya.


Setelah sudah rapi dia memastikan menutup balkon dan juga jendela.


"Aku pergi dulu yah." ucap Rafi mencium kening Alisa, namun Alisa sama sekali tidak mau di sentuh. Rafi tersenyum dia pun keluar mengunci pintu kamar.


Alisa di tinggal kan sendiri membuat nya sangat takut.


"Tiara! Tiara aku mohon telpon aku." ucap Alisa.

__ADS_1


Namun dia melihat tas nya ada di atas meja dia makan bisa bergerak karena Rafi mengikat nya ke kasur.


Rafi sampai di rumah Ibunya dia kaget melihat Enjel di sana.


"Loh kamu kok bisa di sini?" tanya Rafi.


"Ibu sengaja. Karena mau bikin hubungan kalian semakin erat. Ibu Sudah menyewa tempat yang bagus untuk dinner kalian berdua, pergilah." ucap Bu Rosa.


Ternyata Ibunya hanya berpura-pura minta di Temanin oleh anak nya.


"Ibu apa-apaan sih, kenapa ibu tidak bilang dari awal." ucap Rafi.


"Udah kah sayang tidak baik berbicara seperti itu pada orang tua, aku sudah siap, ayo kita berangkat." ucap Enjel.


"Kami pergi dulu yah Tante." ucap Enjel. Mereka pun berpamitan dan segera pergi.


Bu Rosa dan Pak Yuda tersenyum.


"Mereka sungguh pasangan yang sangat cocok yah." ucap pak Yuda. Bu Rosa tersenyum.


Di dalam Mobil Rafi hanya diam saja, sementara Enjel dengan manja memeluk lengan Rafi sambil bersandar di bahu nya.


"Sayang kenapa kamu Diam saja sih? Kamu marah yah sama aku?" tanya Enjel. Rafi Menggeleng kan kepala nya.


"Aku melakukan ini karena kalau aku yang ngajak kamu pasti tidak mau, kamu selalu membuat alasan untuk tidak pergi dengan ku." ucap Enjel.


"Kamu tau sendiri aku sangat sibuk, aku juga baru sembuh. Aku butuh istirahat banyak agar bisa kembali bekerja. Kamu sama sekali tidak pengertian." ucap Rafi.


"Aku kurang pengertian apa? Aku selalu pengertian sama kamu, justru kamu yang tidak pernah mengerti sama aku." ucap Enjel.


"Sudah lah aku, tidak mau ribut. Ini sudah terlanjur." ucap Rafi. "aku ingin kamu seperti dulu lagi. Perduli sama aku dan Sayang sama aku." ucap Enjel.


Rafi hanya diam saja. Sementara di apartemen Rafi sudah gelap sekali. Alisa sama sekali tidak bisa tidur karena mendengar suara yang aneh-aneh dari tadi.


Dia sungguh sangat takut sekali.


Dia sudah sangat merinding berfikir kalau ada penculik yang datang.


Namun tiba-tiba Pintu kamar terbuka.


"Tolong!!!!!! Aku mohon jangan sakiti saya.." ucap Alisa takut menutup mata nya.


Dan ternyata itu adalah Rafi. "Kamu ternyata Takut juga sendirian di sini." ucap Rafi. Alisa membuka mata nya dia sangat lega melihat itu ternyata Rafi.

__ADS_1


__ADS_2