Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 47


__ADS_3

"Alisa! Kenapa kamu bisa di sini? Kenapa kamu tidak mengabari aku kalau mau datang?" tanya Tiara.


"Aku baru sampai kok, aku hanya ingin main-main saja, kamu sendiri dari mana?" tanya Alisa.


"Aku dari rumah sakit." ucap Tiara.


"Dari rumah sakit? Kamu sakit?" tanya Alisa. Tiara menggeleng kan kepala nya.


"Mile sakit ." ucap Tiara. "Suami kamu?" tanya Alisa.


"Ayolah jangan bilang suami aku, entar kamu kebiasaan di depan teman-teman Malah Ngomong seperti itu." ucap Tiara.


"Iyah aku minta maaf." ucap Alisa mereka pun masuk ke dalam. "Hari ini aku mau istirahat badan ku sangat lelah. Kamu gak apa-apa kan di tinggal sendiri an di sini?" tanya Tiara.


"Iyah gak apa-apa kok.' ucap Alisa. Namun tidak beberapa lama Tiara datang membawa bantal nya. "Aku tidak tega, aku akan tidur di sini tapi jangan berisik." ucap Tiara. Alisa mengangguk sambil tersenyum.


Tidak beberapa lama Tiara tertidur begitu lelap.


Saat Alisa fokus menonton tiba-tiba ada tamu. Alisa tidak melihat Bibik yang membuka pintu.


"Bibik Ja Kemana yah? Kenapa dia tidak membuka pintu?" batin Alisa akhirnya dia pun keluar untuk membuka pintu.


"Iyah tunggu sebentar." ucap Alisa.


"Cari siapa tau pak?" tanya Alisa, Alisa sangat terkejut itu adalah bos yang memecat nya. "Pak Rafi! Bapak ngapain di sini? semua urusan kita sudah selesai." ucap Alisa.


"Justru saya yang harus bertanya kenapa kamu ada di rumah adik saya." ucap Rafi.


"Adik? Adik yang mana? Apa bapak adalah adik nya pak Mile?" tanya Alisa.


"Saya kakak laki-laki Tiara." ucap Rafi. Tiara sangat terkejut. Dia baru tahu. "Minggir kamu!" ucap Rafi menerobos masuk ke dalam.


Rafi melihat Tiara yang masih tidur, namun terbangun karena kebisingan.


"Ada apa sih ribut-ribut! apa yang terjadi?" tanya Tiara sambil duduk. "Kak Rafi? Kenapa kakak bisa di sini?" tanya Tiara.


"Kakak dengar kalau suami kamu masuk rumah sakit, apa benar?" tanya Rafi. Tiara mengangguk.


"Kakak tidak perlu khawatir, dia sudah baikan kok, aku baru pulang dari sana." ucap Tiara. "Huff syukur lah kalau begitu." ucap Rafi.


"Kakak dari mana?" tanya Tiara karena melihat penampilan kakak nya tidak seperti dari kantor.

__ADS_1


"Dari rumah teman tadi." ucap Rafi. "Oohh, kenalin kak teman aku, nama nya Alisa." ucap Tiara.


Namun mereka hanya diam saja memasang wajah kesal masing-masing.


"Kalian sudah saling kenal? Kenapa tidak ada yang cerita, seperti nya Kalian juga lagi bermasalah, Coba cerita kan masalahnya apa." ucap Tiara.


Namun tetap saja mereka diam. "Apa yang terjadi?"


"sudah lah tidak perlu di bahas, tidak penting, aku tidak bisa lama-lama di sini, aku permisi dulu yah Tiara." ucap Alisa.


"Loh kok buru-buru sih? Kata nya ingin di sini ." ucap Tiara.


"Sekarang aku berubah fikiran." ucap Alisa dia mengambil Tas nya yang dekat dengan paha Rafi.


"Sampai jumpa lagi Tiara." ucap Alisa.


"Tunggu sebentar yah." ucap Rafi dia keluar mengejar Alisa.


"Alisa! Alisa! Berhenti saya bilang." ucap Rafi. Tiara menghela nafas panjang dia berhenti karena Rafi menahan tangan nya.


"Apa lagi sih pak? Saya tidak mau berbicara dengan bapak." ucap Tiara.


"Bapak masih bertanya apa yang salah? Pacar bapak sendiri yang minta saya keluar dari sana!" ucap Tiara. Ternyata Tiara membohongi Tiara dia bilang di pecat karena bermasalah dengan kekasih Bos nya sementara dia Deni yang mengundurkan diri Tampa sepengetahuan bos nya dan itu penyebab nya adalah pacar bos nya.


"Sekarang saya minta kamu kembali ke perusahaan!" ucap Rafi.


"Saya tidak mau!" ucap Alisa. Rafi Menghela nafas panjang.


"Apa yang kamu mau? Agar bisa kembali ke perusahaan saya?" tanya Rafi.


"Jauhi aku, aku tidak tidak ingin kita bertemu lagi." ucap Alisa. Rafi terdiam.


"Bapak mempunyai pasangan namun mendekati wanita lain. aku jadi korban kevosesif kekasih bapak." ucap Alisa


"Saya minta maaf kalau itu membuat kamu tidak nyaman." ucap Rafi. "Kita sebaik nya jangan pernah bertemu lagi." ucap Alisa. Namun Rafi menahan tangan Alisa.


"Jangan pergi, saya mohon." ucap Rafi.


"Yang bapak mau apa sih? Aku jadi bingung dengan Bapak." ucap Alisa.


"Ada apa Sih yang sebenarnya?" tanya Tiara yang baru saja keluar karena sudah bosan mendengar perdebatan mereka dari tadi.

__ADS_1


"Kamu jangan salah paham dulu Tiara." ucap Alisa langsung melepaskan tangan nya dari Rafi.


"Ayo bicarakan baik-baik dulu." ucap Tiara.


Mereka kembali masuk ke dalam karena menghargai Tiara.


"Sekarang bicara kan lah dengan baik-baik." ucap Tiara.


Alisa menceritakan semua nya pada Tiara.


"Jadi sekarang kamu mengudurkan diri karena ancaman kekasih nya kak Rafi? Dia cemburu pada kedekatan kalian?" ucap Tiara.


"Aku tidak dekat dengan nya, dia yang mendekati ku." ucap Alisa. "Terserah saja, tapi intinya kamu keluar karena kak Rafi juga tidak membela kamu?" ucap Tiara lagi.


"Aku sama sekali tidak tau kalau permasalahan nya seperti ini." ucap Rafi. Alisa Menghela nafas panjang.


"Alisa tidak mau lagi bekerja di perusahaan kakak jangan di paksa, lagian Masih banyak orang lain. Jangan merusak hubungan kakak sendiri." ucap Tiara.


Rafi hanya diam saja, tidak beberapa lama Alisa pergi.


"Kak, kenapa selama ini kakak tidak bilang kalau kakak punya pacar? Bagaimana kalau Ayah sama Ibu tau kalau kakak diam-diam berpacaran." ucap Tiara.


"Itu hanya untuk main-main saja." ucap Rafi. Tiara memukul lengan Rafi.


"Ingat kak, kakak mempunyai adik perempuan, jangan mencoba untuk mempermainkan wanita." ucap Tiara.


"Sebenarnya kakak suka juga kan pada Alisa? Tapi kakak gengsi." ucap Tiara.


"Hus kamu ngomong apa sih." ucap Rafi.


"Pasangan kakak sekarang adalah pilihan Ayah, kakak tidak bisa menolak nya, itu sebab nya kakak tidak berani untuk mendekati gadis lain." ucap Rafi. Tiara terdiam dia kaget ternyata hidup kakak nya juga di atur-atur oleh orang tua nya.


"Dan sebenarnya kakak suka kan pada Alisa?" tanya Tiara. Rafi diam. "Siapa sih yang gak suka pada Alisa, hanya pria bodoh yang tidak suka pada nya, sudah cantik, baik, lembut pintar dan tidak memanfaatkan kekayaan orang tua nya." ucap Tiara.


Rafi tersenyum.


"Dia juga perhatian, pengertian dan juga paham situasi, dia tidak akan pernah menyusahkan orang lain." ucap Tiara.


"Bantu kakak Dekat dengan nya Tiara, kakak mohon." ucap Rafi langsung, Tiara tersenyum.


"Tuh kan benar." ucap Tiara. "Iyah kakak akui kalau sebenarnya kakak sudah lama suka sama dia, dia adalah sekretaris di kantor kakak. namun orang-orang dia tau adalah karyawan biasa." ucap Rafi.

__ADS_1


__ADS_2