Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 127


__ADS_3

Ternyata makanan nya hanya nasi putih dengan telor. Tiara langsung menelpon nya. "Saya sedang tidak sendirian, saya akan menelpon kamu nanti." ucap Mile.


Tiara kesal. "Ah bodo amat, aku mau tidur saja." ucap Tiara menarik selimut nya meletakkan ponsel nya a.


Tidak beberapa lama mata nya sudah terlelap.


Mile menelpon dia beberapa kali sudah tidak di jawab lagi.


Mile melihat jam sudah jam dua malam, dia pun memutuskan untuk kembali ke rumah karena pekerjaan nya sudah selesai.


Sesampainya di rumah dia langsung ke kamar. "Pantesan saja dia sudah tidur lelap." ucap Mile.


Dia mendekati Tiara dan duduk di pinggir kasur.


"Muach..." Bunyi kecupan Tiara di pipi gemes Tiara. Tiara perlahan terbangun karena bau badan Mile.


"Lebih baik kamu mandi dulu, aku pusing mencium bau badan kamu." ucap Tiara Deng suara serak.


Mile mengangguk dia langsung ke kamar mandi.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga. "Lihatlah ini sudah jam berapa? Kamu baru pulang jam segini?" tanya Tiara.


Mile melihat jam hampir jam Tiga.


"Setau aku tidak ada kerja kantoran pulang jam segini. Atau jangan-jangan kamu bermain-main di luar sana dengan wanita?" tanya Tiara.


Mile naik ke kasur.


"Tidak Tiara, saya bertemu beberapa klien saya." ucap Mile memegang tangan Tiara. Namun Tiara melepas kan tangan Mile.


"Jangan menyentuh ku." ucap Tiara.


"Saya tidak mungkin melakukan seperti yang kamu tuduh." ucap Mile.


"Dan kalau bukan seperti itu apa yang kamu lakukan di luar sana? Keponakan kamu saja j empat sudah pulang." ucap Tiara.


Mile Menghela nafas panjang.


"Sini.." ucap Mile menarik Tiara ke pelukan nya.


"Saya minta maaf tidak bisa menemani kamu saat mau tidur di malam hari. Saya akan mengusahakan pulang cepat." ucap Mile.


"Aku gak mau. Lebih baik kamu di luar sana saja.' ucap Tiara.. Namun Mile menahan Tiara di dekapan nya.


Mile mencium bibir Tiara agar dia lebih tenang, dan benar saja dia akhirnya tenang juga karena di cium oleh Mile.

__ADS_1


"Seperti nya hari ini Mood kamu tidak begitu bagus. Saya tidak tau karena saya atau karena orang lain. Sekarang istirahat lah." ucap Mile.


Tiara akhirnya nyaman di dekapan Suami nya. Tidak beberapa lama akhirnya dia pun tertidur begitu nyenyak. Begitu juga dengan Mile yang sudah sangat lelah.


Di tempat lain Rafi masih sangat sibuk dengan teman-teman nya di sebuah Club malam. Dia sudah dua hari tidak pulang ke apartemen nya.


Tidak sengaja Roy juga ternyata ada di sana. Dia melihat Rafi.


"Loh bukannya itu adalah Kakak nya Tiara?" ucap Roy.


"Hai kak." ucap Roy.


"Eh Roy, kamu di sini juga?" ucap Rafi.


Roy mengangguk.


"Nih Masih ada kursi kosong kamu duduk di sini saja, ajak teman-teman kamu juga." ucap Rafi. "Thank you kak." ucap nya sambil duduk di samping Rafi.


"Bagaimana bisa kamu di sini? Bagaimana kalau Orang tua kamu tau?" tanya Rafi.


"Tidak apa-apa kak, dia juga sudah tau kok." ucap Roy.


"Loh kenapa bisa begitu? Seingat saya di mengantakan kalau anak nya tidak suka minuman seperti ini?" tanya Rafi.


"Oohhh." ucap Rafi.


"Bisnis dia memang seperti itu, namun hanya sekedar bisnis saja." ucap Roy.


"Bagus lah kalau seperti itu." ucap Rafi.


Mereka pun minum-minum sampaikan pagi.


Keesokan harinya karena hari Minggu Alisa bangun sedikit kesiangan. Dia melihat jam sudah jam sembilan.


Dia merabah kasur di sebelah nya tidak ada Rafi.


"Apa pak Rafi hari ini juga tidak pulang?" ucap Alisa. Dia duduk di kasur Memeriksa ponsel nya.


Dia ke kamar mandi mengikat rambut nya dengan asal setelah itu keluar. Dia kaget karena ada yang mengetuk pintu sangat kuat.


"Iyah tunggu sebentar." ucap Alisa berjalan ke arah pintu.


"Ya Allah pak." ucap Alisa langsung menangkap badan Rafi hampir jatuh. Alisa mencium bau badan Rafi dia sudah tau kalau Rafi sedang mabuk.


Alisa membawa nya masuk ke dalam. Dia membaringkan nya di sofa. Namun Rafi menarik tangan Alisa tidak sengaja Alisa mencium pipi Rafi.

__ADS_1


Dia langsung menghindar. Rafi tersenyum walaupun mata nya masih terpejam.


"Saya ingin pulang menemui kekasih saya. Saya ingin melihat nya namun saya takut dia membenci saya." ucap Rafi.


"Apa yang terjadi pak? Kenapa bapak bisa mabuk pagi-pagi." tanya Alisa.


"Alisa... Itu kamu? Saya minta maaf sudah kasar pada kamu. Saya cemburu melihat kamu dengan pria lain, saya tidak tahan melihat nya saya benar-benar tulus mencintai kamu." ucap Rafi.


Alisa terdiam. Dia membuka sepatu, kaus nya sekalian.


"Sangat gerah sekali." ucap Rafi langsung membuka Bajunya Dan celana tinggal hanya celana pendek yang dia pakai di dalam.


Alisa memang bukan pertama kali melihat Rafi seperti ini, namun dia tetap saja malu dan Gugup. Tidak nyaman dan ada rasa takut juga.


Akhirnya dia meninggal kan Rafi begitu saja di ruang tamu.


"Tante Tiara sama Om Mile kok belum bangun sih?" ucap Lena. "Emang nya kamu mau ngapain?" tanya Vandi. Mereka sedang berkumpul di ruang tamu.


"Aku mau ngajak Tante Tiara olahraga." ucap Lena.


Di kamar Tiara membuka mata nya dia melihat di depan nya Mile tidak memakai baju sama sekali sehingga otot-otot nya terasa di kulit Tiara.


Dia menatap wajah polos Mile tidur.


"Apa yang aku lakukan tadi malam? Aku merajuk seperti anak kecil." batin Tiara.


Tiara menyentuh wajah suaminya. Perlahan Mile bangun dia menatap wajah istri nya. "Jangan menatap ku seperti itu, aku malu." ucap Tiara menyembunyikan wajah nya di dada bidang milik suaminya.


Mile tersenyum tipis.


"Kamu malu atau memang sengaja agar bisa memeluk saya?" tanya Mile. "Dua-duanya." ucap Tiara. Mile tersenyum.


"Maafin saya sudah membuat marah dan tidur sendirian." ucap Mile. Tiara diam.


Tiara melepaskan pelukannya dia duduk. "Aku ke kamar mandi dulu." ucap Tiara. Mile mengangguk.


Tiara mengambil jedai milik nya, mengumpul kan rambut nya menjepit nya tinggi. Mile melihat Leher jenjang, putih cantik milik istri nya Membuat dia menelan Saliva nya.


"Jangan lama-lama di kamar mandi." ucap Mile dengan suara berat. Tiara mengangguk. Namun Mile tidak sabaran dia langsung menyusul istri nya ke kamar mandi.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Tiara kaget.


"Saya ingin berolahraga pagi." ucap Mile memeluk Tiara dari belakang.


Tiara merasa ada yang aneh pada suami nya, namun dia mengerti apa yang di mau oleh suami nya.

__ADS_1


__ADS_2