
Mile segera keluar dari kamar dan mandi di kamar tamu.
Tiara menghela nafas panjang.
"Ada yah orang seperti itu, Heran deh." ucap Tiara kesal.
Dia pun kembali ke kamar nya untuk mandi.
"Aku harus mandi dengan bersih dan wangi, Serta berdandan dengan cantik agar Roy tidak ilfil melihat ku." ucap nya pada diri nya sendiri melihat pantulan diri nya di cermin.
"Mungkin menikah dengan Mile adalah sebuah penyesalan terbesar bagi ku, aku sama sekali tidak pernah bermimpi untuk menikah apalagi sampai di jodohkan." ucap Tiara.
"Aku belum siap kehilangan semua fasilitas ku begitu saja, aku tidak Akan mempunyai teman lagi, aku tidak akan bisa membeli apapun sesuka hati ku." ucap Tiara.
Tidak beberapa lama akhirnya dia selesai dia langsung turun ke bawah. "Tiara! Kamu cantik banget Sayang, tumben banget mau dandan sendiri, biasa nya harus di paksa dulu." ucap buk Rosa.
Tiara tersenyum.
"Tidak mungkin Terus dong mah." ucap Tiara.
"Alhamdulillah kamu sudah mau menerima perjodohan ini, ibu sama Ayah pasti sangat senang." ucap buk Rosa.
Tiara menoleh ke arah Mile yang duduk di ruang tamu bersama Ayah nya. Mereka seperti membicarakan sesuatu yang sangat serius.
Akhirnya keluarga Mile datang juga, Tiara terlihat sangat senang dari wajah nya, sementara Mile sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apapun.
"Akhirnya kalian sampai juga, silahkan masuk." ucap buk Rosa. Mereka pun masuk. Mile memerhatikan Tiara yang mengambil cermin memeriksa makeup nya dan setelah merasa masih cantik dia pun langsung ikut duduk.
Roy dan Tiara saling bertatapan dan tersenyum salting. Roy mengirimkan pesan pada Tiara. "Kamu sangat cantik." Tiara tersenyum dia sangat malu dan senyum-senyum sendiri. Mile yang melihat itu merasa kesal dia langsung mengambil ponsel Tiara.
"Orang tua sedang berbicara kamu harus fokus mendengar kan nya." Gumam Mile. Tiara merasa kesal namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kedatangan kami ke sini lebih pasti nya Kalian pasti sudah tau, kami ke sini ingin membicarakan acara pertunangan Mile dengan Tiara Besok." ucap Pak Daniel.
"Kenapa begitu cepat sih?" tanya Tiara, namun tiba-tiba pak Yuda menatap nya dengan tatapan tajam, Tiara langsung diam.
__ADS_1
"Lebih cepat lebih baik bukan? kelihatan nya kamu dengan Mile sangat cocok kalian juga sangat akrab." ucap Buk Rosa. Tiara tidak bisa mengatakan apapun dia akhirnya memilih untuk diam saja.
"Jadi keputusan nya acara di mulai Besok kan Buk? Pak?" tanya Pak Daniel. "Iyah pak, di segeralah." ucap Pak Yuda.
"Tiara, Mile, Kalian jangan khawatir yah soal acara atau pakaian, semua nya sudah di sediakan, Mamah sama Papah ingin Mile ikut dengan kami dan juga Tiara tinggal di sini." ucap Pak Daniel.
Mereka semua setuju. Tiara langsung ke kamar seusai keluarga Mile pergi. Dia langsung di ikuti oleh Ibu nya.
"Tiara! Tiara!" Buk Rosa mengetuk pintu. Namun cukup lama baru di buka oleh Tiara.
"Loh kamu mau kemana?" tanya Buk Rosa.
"Aku ada urusan sebentar Buk." ucap Tiara menyalim tangan ibu nya.
"Kamu pulang kan nak? Besok adalah acara pertunangan kamu! Jangan membuat keluarga kita malu." ucap Buk Rosa.
"Iyah Buk, Iyah." ucap Tiara. Tiara pun langsung pergi dia mengendarai mobil sendirian.
Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di apartemen kakak nya Rafi.
Dia menekan bel dan tidak beberapa lama terbuka.
"Aku boleh masuk dulu gak?" tanya Tiara dengan nada yang sangat lemas.
"Boleh dong, masuk adik ku yang paling cantik." ucap Rafi.
"Acara pertunangan ku Akan di langsung kan besok, aku sama sekali belum siap." ucap Tiara.
"Lebih cepat lebih bagus dek." ucap Rafi.
"Ini semua di lakukan demi kebaikan kamu, Lagian hanya pertunangan tidak Masalah, Kalian masih ada waktu untuk saling mengenal." ucap Rafi.
"Aku Sama sekali tidak menyukai nya Kak." ucap Tiara.
"Kenapa kamu tidak suka pada nya? Apa yang membuat kamu tidak suka?" tanya Rafi.
__ADS_1
"Dia adalah pria yang sangat dingin, dia tidak romantis dan juga tidak pandai bergaya, aku selalu di ejek oleh teman ku ketika pergi bersama nya." ucap Tiara.
"Kalau kamu ingin dia terlihat keren, kamu ubah dong penampilan dia, seperti kamu memperbaiki style kakak dulu, bukti nya sekarang kakak terlihat keren berkat kamu." ucap Rafi.
Tiara menghela nafas panjang.
"Tidak semudah itu Kak, pokoknya aku gak ingin bersama nya." ucap Tiara.
"Sudah lah, ikuti saja perintah Orang tua kita, nanti kalau dia sudah marah, kita berdua Akan kena imbasnya." ucap Rafi.
"Kakak tidak akan pernah Ken marah oleh mereka karena kakak adalah anak kesayangan nya, yang selalu bisa membanggakan mereka. Tidak seperti aku yang hanya menjadi beban." ucap Tiara.
"Bukan seperti itu dek, kita berdua sama saja di mata mereka." ucap Rafi.
"Sama bagaimana? Mereka selalu membandingkan Aku dengan kakak." ucap Tiara. Rafi pun diam.
"Aku ke sini mau mengambil laptop ku yang beberapa hari lalu tinggal, aku butuh untuk menonton Film di kamar, aku tidak Akan keluar karena aku sangat kesal pada ibu dan Ayah." ucap Tiara.
Rafi hanya bisa menghela nafas melihat Tiara. Setelah mendapat kan apa yang dia mau akhirnya dia pun pergi. Namun mustahil dia langsung pulang, dia singgah di Cafe favorit nya terlebih dahulu untuk menghilangkan stress nya.
Namun baru saja parkir dia melihat mobil Bilmar di sana. Dia langsung masuk dan ternyata Bilmar bersama wanita lain makan di dalam.
"Bilmar!!!" Bilmar terkejut dia langsung berdiri.
"Kamu menghindari ku dan ternyata Sibuk dengan wanita lain di belakang ku? Kamu sangat jahat." ucap Tiara.
"Kamu ngomong apa sih? Kita sudah tidak ada hubungan lagi yah, aku tidak mau sama kamu." ucap Bilmar.
"Gak bisa gitu dong. Aku tidak mau putus sama kamu." ucap Tiara.
"Aku sudah punya pacar baru, aku tidak mau sama wanita seperti kamu, aku Bosan sama kamu." ucap Bilmar dan menarik wanita nya dan pergi. Tiara mengejar nya namun Bilmar sama sekali tidak perduli.
Tiba-tiba dia terjatuh karena sepatu nya yang terlalu tinggi saat menuruni anak tangga.
"Auhhh." Dia langsung di Bantu oleh seorang Pria untuk berdiri.
__ADS_1
"Hati-hati! Jangan berlari-lari seperti itu." ucap Pria yang menolong nya. Tiara merasa tidak asing dia menoleh ke arah wajah pria itu ternyata itu adalah Mile.
"Kenapa kamu ada di sini? Kamu ngikutin aku yah?" ucap Tiara. Mile tidak menjawab dia membantu Tiara untuk duduk di kursi.