Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 21


__ADS_3

"Kamu marah pada Mamah Vina kan?" tanya Tiara pada Mile. Mile hanya diam saja. "Tampa kamu bilang aku sudah tau kok." ucap Tiara.


"Kamu jangan ikut campur masalah keluarga saya, lebih baik kerjakan, kerjaan kamu sendiri." ucap Mile.


Tiara menghela nafas panjang.


Mile pun meninggalkan Tiara dan masuk ke kamar. Tiara membuka ponsel nya bermain ponsel sebentar namun badan nya sangat gerah dia pun masuk ke kamar untuk mandi.


Namun dia melihat Mile berbaring di atas Kasur.


"Kenapa Kamu tidur di atas kasur? Ini adalah tempat tidur ku, kamu harus tidur di bawah, aku tidak mau tidur satu ranjang sama kamu." ucap Tiara.


Mile menatap Tiara.


"Kita sudah suami istri jadi apa salah nya?" tanya Mile.


"Yah salah lah, aku tidak ma tidur sama orang yang tidak aku cintai, dan kita menikah hanya karena perjodohan saja." ucap Tiara.


"Heh ingat yah ini rumah saya, ranjang ini adalah milik saya, jadi kamu yang harus sadar diri." ucap Mile.


Tiara terdiam.


"Kalau tau seperti ini aku akan tinggal di rumah ku, ranjang ku jauh lebih enak, Wangi, luas dan juga sangat nyaman." ucap Tiara.


"Kalau kamu mau tidur di ranjang tidur lah di sini, ini sangat luas, saya tidur tidak bergerak sama sekali." ucap Mile.


"Ogah, lebih baik aku tidur di bawah dari pada tidur sama kamu." ucap Tiara.


Dia mengambil baju ganti, handuk dan masuk ke dalam kamar mandi. Setelah selesai mandi dia keluar, dia merapikan tempat tidur nya di bawah.


"Kalau kamu mau tidur, matikan Lampu nya." ucap Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak mau, aku sudah tau akal-akalan kamu sengaja mengambil kesempatan dalam kesempitan." ucap Tiara.


"Baiklah-baiklah." Mile menutup mata nya dengan penutup mata. Tengah malam Mile terbangun karena mendengar suara grasak-grusuk dari bawah. Dia bangun dan melihat Tiara yang putar kanan putar kiri mencoba mencari posisi yang baik namun tidak juga mendapat kan nya.


Pagi hari nya seperti biasa Mile bangun lebih awal.


"Selamat pagi Bik." sapa Mile.

__ADS_1


"Pagi Juga den. Den Mile mau minum kopi yah? Saya akan membuat kan nya." ucap Bibik.


Mile mengangguk dia menunggu di meja makan.


"Non Tiara belum bangun yah Den?" tanya Bibik.


"Belum Bik, seperti nya dia masih kelelahan." ucap Mile.


"Den Mile jangan terlalu kasar-kasar pada non Tiara, badan nya terlalu imut, dia juga sangat lemah lembut. Alangkah den Mile lembut- lembut saja melakukan nya." ucap Bibik.


Mile seketika terbatuk-batuk mengerti apa yang di bilang Bibik nya.


"Kopi nya masih panas den, di tiup dulu." ucap Bibik. Mile mengangguk. "Kalau begitu Saya ke dapur dulu yah den." ucap Bibik Ja.


"Lemah lembut dari mana? Wanita kasar, pemabuk seperti dia sangat pandai bermuka dua." batin Mile.


Selesai minum Kopi dia merasa Bosan membuka Laptop namun dia belum bisa fokus bekerja.


Sementara di kamar Tiara baru saja bangun karena lagi-lagi perut nya sakit.


"Aaa kenapa perut ku sangat sering sakit sih? Padahal aku tidak pernah meminum obat itu lagi." ucap Tiara melihat botol ramuan berbahaya itu yang hanya tinggal sedikit lagi, karena di tiap kali berpura-pura meminum nya dia langsung membuang.


Di kamar mandi dia melihat perut nya yang masih sangat rata. "Perlahan-lahan ini akan semakin membesar, bagaimana aku harus menyembunyikan ini?" batin Tiara.


Dia mengingat pada malam itu, dia tiba-tiba menangis mengingat kejadian yang tidak di sengaja dan tidak di inginkan oleh nya.


Dia mengelus perut nya.


"Maafin Mamah yah nak, mamah sudah melakukan kesalahan, Mamah harap suatu saat nanti kalau kamu sudah lahir kamu tidak membenci Mamah." ucap Tiara.


"Tapi sekarang mamah ragu nak, Mamah tidak menginginkan kamu, mamah ingin menghilangkan kamu, tapi Mamah tidak tega, kalau Mamah melakukan itu mamah ada orang tua yang paling kejam namun kalau Mamah tidak melakukan itu apa kata orang tua Mamah dan juga keluarga suami Mamah." ucap Tiara.


Dia sangat bingung sekarang mengambil keputusan apa.


"Aku membenci mu. Aku tidak menginginkan ini." Tiara tiba-tiba berteriak dan memukuli perut nya sangat keras sehingga dia merasa kesakitan.


Namun tiba-tiba dia sadar, dia terduduk lemas di lantai.


"Aku tidak tau apa yang Akan terjadi kalau semua orang tau, ayah akan sangat marah, semua orang akan marah." ucap Tiara.

__ADS_1


Tidak beberapa lama dia keluar dari kamar mandi. Dia melihat tempat tidur Mile sudah rapi.


"Kenapa dia sangat cepat bangun? Sementara hari ini dia tidak bekerja." ucap Tiara.


Dia mencari minyak urut untuk di oles kan ke badan nya yang sakit, namun sebelum mencari dia membuka Gorden terlebih dahulu.


Setelah membuka Gorden dia membuka pintu balkon dan berjalan ke arah balkon.


Dari atas balkon dia menghirup udara segar. Namun dia heran karena mendengar suara anak-anak bermain. Dia melihat ke arah bawah ternyata Mile sedang berenang dengan dua anak laki-laki.


"Siapa mereka?" batin Tiara dia pun turun.


"Bik jalan ke kolam renang dari mana yah?" tanya Tiara.


"Oohh dari sini Non." Bibik menuntun nya.


Tidak beberapa Tiara sampai.


"Ya ampun semua nya jadi basah, kalian sangat berisik mengganggu saja, ngapain kalian di sini?" tanya Tiara pada anak kecil yang berlarian dengan pakaian basah.


Mereka berdua langsung diam melihat Tiara marah, sementara Mile Keluar dari kolam berenang.


"Kenapa kamu datang ke sini hanya marah-marah saja?" tanya Mile.


"Siapa mereka? Kenapa ada anak kecil di sini?" tanya Tiara.


"Ini rumah saya, terserah saya mau bawa Siapa pun ke rumah ini." ucap Mile.


"Tapi berisik, mengganggu aku Saja!" ucap Tiara.


"Kami sama sekali tidak mengganggu, kalau kamu merasa terganggu pergilah." ucap Mile. Mereka kembali masuk ke Kolam. Saat anak itu melompat Tiara terkena percikan air.


"Tante itu sangat galak om, apa dia istri Om?" tanya anak laki-laki itu. Mile mengangguk.


Mereka menyiram Tiara.


"Ayo ikut berenang Tante, jangan marah-marah Mulu nanti cepat tua loh." ucap Anak itu.


"Tante Tante! Sembarangan aja, aku bukan Tante kalian. Semua nya Basah karena kalian. Aku gak mau tau kalian harus keluar dari Kolam ini." ucap Tiara.

__ADS_1


Mile melihat Tiara pergi dengan kesal membuat nya menggeleng kan kepala dan kembali berenang.


__ADS_2