Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 171


__ADS_3

Tiara menghela nafas panjang. "Aku ingin istirahat Ibu, Ayah. Aku minta maaf kalau melakukan kesalahan." ucap Tiara.


"Kamu sama sekali tidak ada sopan kepada kami. Mengusir kami padahal kami sudah datang jauh ke sini untuk melihat kamu." ucap Pak Yuda.


"Aku hanya tidak ingin ibu dengan Ayah lebih lama di sini, aku tidak bisa membayar waktu kalian yang sudah habis menemani dan menghakimi aku di sini." ucap Tiara.


Ibu dan ayah nya menatap Tiara dengan tatapan marah.


"Kami adalah orang tua kamu. Siapa yang mengajarkan kamu seperti ini kepada orang tua? Teman-teman brandalan kamu itu? Apa mantan pacar kamu yang pergi meninggalkan kamu? Atau jangan-jangan pria yang sudah menghamili kamu!" ucap Bu Rosa.


"Ibu jangan membahas itu lagi! Aku tidak mau mendengar nya." ucap Tiara.


"Kenapa? Apa kamu takut keluarga suami kamu mendengar ini?" ucap Bu Rosa. Tiara terdiam.


"Sudah Bu lebih baik kita keluar dari sini." ucap Pak Yuda.


"Ibu tidak mau mendengar kalau kamu sakit lagi. Jangan menyusahkan orang lain." ucap Bu Rosa.


Mereka pun keluar dari sana.


"Loh Ibu sama bapak sudah mau pulang?" ucap Bu Vina yang baru saja kembali dengan Mile.


"Iyah Bu, kami ada kerjaan yang sangat mendesak." ucap Bu Rosa. "Baiklah Bu, kalau begitu ibu dan bapak hati-hati yah." ucap Bu Vina.


"Kami pulang dulu yah Mile, Titip Tiara." ucap Pak Yuda. Mile menganguk dia menyalim tangan mertua nya.


Mereka pun pergi. "Menurut kamu orang tua istri kamu itu bagaimana sih? Bisa-bisa nya anak nya sedang sakit mereka malah pulang cepat." ucap Bu Vina.


"Saya tidak mau membahas itu." ucap Mile dengan nada yang datar. "Mau bagaimana pun kamu harus tau. Awalnya saya melihat orang tua nya sangat sayang pada Tiara namun semakin ke sini mereka hanya mementingkan pekerjaan." ucap Bu Vina.


Mile hanya diam saja. "Saya sudah bilang tidak mau membahas nya. Lebih baik anda juga segera pulang." ucap Mile.

__ADS_1


Bu Vina Menghela nafas panjang. "Kamu kenapa sih sangat tidak suka saya ada di sini? justru saya bisa membantu kamu di sini." ucap Vina.


"Saya tidak mau anda di sini," ucap Mile lagi menahan Bu Vina Mau masuk ke dalam ruangan Tiara.


"Yang berbicara dengan kakak adalah orang tua, kenapa kakak memperlakukan nya seperti ini?" ucap Roy yang tiba-tiba datang.


"Bagus lah kalau kamu sudah datang, bawa orang kamu dari sini!" ucap Mile. "Aku datang ke sini karena ingin menjenguk Tiara." ucap Roy.


Mile menghalangi jalan untuk masuk ke dalam.


"Kalian berdua tidak ada hubungan nya dengan istri saya. Lebih baik kalian pergi dari sini!" ucap Mile.


"Sudah-sudah jangan ribut lagi. Ayo kita pergi dari sini Roy." ucap Bu Vina. "Tapi mah." Namun Bu Vina langsung menarik tangan Roy pergi dari sana.


Mile menatap mereka dengan tatapan tajam wajah yang sangat dingin sekali.


Dia masuk ke dalam. "Loh kok kamu sendirian? Mamah mana?" tanya Tiara. "Saya sudah meminta nya untuk pergi."' ucap Mile.


"Kamu tidak bisa percaya pada wanita seperti dia." ucap Mile. Tiara menghela nafas.


"Justru kamu sangat beruntung memiliki ibu sambung seperti dia, karena ibu kandung belum tentu bisa seperti Mamah Vina." ucap Tiara.


"Kamu belum mengenal dia seperti apa, kamu baru saja berhubungan dengan dia, wanita seperti dia pasti banyak bersandiwara." ucap Tiara.


"Humm terserah kamu sih mau mengatakan mamah seperti apa. Namun aku bisa merasakan ketulusan dari dia. Bahkan terlihat sangat banyak menyimpan rasa sakit." ucap Tiara.


"Kamu seperti perempuan yang bisa mengetahui kepribadian orang lain saja. Dia menyimpan rasa bersalah karena sudah merebut papah dari mamah." ucap Mile.


"Terserah kamu saja lah, aku juga sulit menjelaskan pada pria yang Keras kepala seperti kamu, kamu tidak beda jauh dari sifat papah. Sama-sama keras kepala, merasa benar dan sangat suka mengekang dan menyalah kan orang lain!" ucap Tiara.


Mile mendengar itu terdiam. "Kenapa kamu menatap ku seperti itu? Kamu mau marah? Marah saja!" ucap Tiara. Mile tiba-tiba memeluk istrinya.

__ADS_1


"Saya tidak bisa marah pada kamu." ucap Mile.


Tiara diam. Mile melepaskan pelukannya dia meletakkan kepalanya di paha Tiara.


"Saya minta maaf sudah membuat kamu kesal." ucap Mile. Tiara memasang wajah cemberut.


"Kamu harus mencari tahu kebenaran nya bagaimana papah kamu dengan Mamah kamu pisah. Bukan hanya menyalah kan orang lain dan menanamkan kebencian di hati kamu." ucap Tiara menunjuk Dada Mile.


"Paman ku mengatakan Papah menikahi wanita itu karena dia sudah mengandung, dia menjebak papah agar dia bisa menikah dengan papah." ucap Mile..


Seketika Tiara langsung diam. "Apa itu Masih bisa kamu Maaf kan kalau itu di posisi kamu?" ucap Mile.


"Kamu baru mendengar dari orang lain, apa kamu sudah tau fakta nya?" tanya Tiara.


"Aku ingin kamu dengan keluarga kamu baik-baik saja. Karena aku tau masing-masing dari keluarga kamu memiliki rasa sayang namun semua nya terhalang hanya karena kesalah pahaman." ucap Tiara.


Mile Menggeleng kepalanya. "Sebelum Papah bercerai dengan Mamah hidup saya tidak penuh penekanan, saya gembira saya bebas menikmati masa muda saya. Namun setelah mereka bercerai Papah mengendalikan saya seperti Robot yang tidak bisa melakukan kesalahan, apapun perintah nya harus saya lakukan." ucap Mile.


Tiara terdiam. Cerita suami nya dengan kisah nya tidak beda jauh. Hanya saja Tiara cukup keras, dia tidak akan mau melakukan apapun kalau faktor paksaan.


"Namun saya menemukan kebahagiaan saya setelah menikah dengan kamu. Saya bisa bebas dari kekangan papah. Saya memiliki teman hidup yang saya cintai. Yang mau mendengar kan keluhan saya, dan mengurus saya." ucap Mile.


"Saya sangat beruntung memiliki kamu." ucap Mile mencium kening istrinya. "Aku juga beruntung memiliki pria yang Keras kepala, suka marah-marah, dan juga selalu berwajah dingin dan suara yang keras dan mengerikan." ucap Tiara. Mile mendengar itu hanya bisa tersenyum tipis.


"Tapi walaupun seperti itu, dia memiliki hati yang baik, perduli, Sayang kepada istri dan tidak lupa juga kamu tampa tambah kaya, idaman ku sekali." ucap Tiara.


Mereka berdua langsung tertawa. "Jangan sedih-sedih lagi yah sayang." ucap Tiara mengelus rambut suami nya. Mile menganguk.


"Ketika bersama kamu, saya tidak Akan pernah sedih atau merasa kesepian." ucap Mile. Tiara tersenyum namun Mile tiba-tiba mencium bibir Tiara.


Mereka baru saja berciuman namun tiba-tiba dokter masuk.

__ADS_1


Dia sedikit tidak enak karena melihat adegan itu.


__ADS_2