
"Kamu salah besar kalau berbicara seperti itu. Suami ku adalah orang paling tertampan. Wajah dingin seperti ini aku sangat suka ketika kamu mengunakan nya di luar, namun ketika bersama ku kamu harus tersenyum dan kamu tidak tua sama sekali karena aku tau perawatan kamu pasti sangat mahal." ucap Tiara.
Mile memajukan bibirnya karena ledekan istri nya. Tiara tertawa melihat wajah suaminya. "Aku hanya bercanda, sudah mau menjadi papah saja masih sering cemberut." ucap Tiara.
Setelah selesai masak mereka Makan bersama.
Tiara meninggalkan Mile di ruang tamu Setelah selesai makan.
Di kamar nya dia melihat pantulan diri nya di cermin tiba-tiba dia mengingat kejadian beberapa bulan lalu lagi.
"Siapa pria itu sebenarnya?" batin Tiara.
Dia segera mengambil Tas dan juga kunci mobil.
"Kamu mau kemana?" tanya Mile melihat Tiara sudah rapi saja.
"Aku mau ke rumah Ibu dan Ayah." ucap Tiara. "Ngapain?" tanya Mile.
"Aku ada urusan penting." ucap Tiara. Mile Mengambil kunci mobil dan tas Tiara.
"Tidak bisa! Kamu harus di rumah. Pulang ke rumah orang tua kamu sangat jauh sekali." ucap Mile.
"Tapi ada urusan penting, aku harus pergi." ucap Tiara. "Saya Akan ikut kalau begitu." ucap Mile.
"Kamu pasti memiliki banyak pekerjaan yang harus di selesaikan." ucap Tiara.
"Kalau saya tidak ikut kamu juga tidak boleh pergi!" ucap Mile. Tiara Menghela nafas panjang.
"Baiklah aku tidak jadi pergi, kalau begitu aku akan ke rumah Alisa." ucap Tiara. "Tidak bisa menggunakan mobil sendiri, supir dan pengawal akan ikut dengan kamu." ucap Angga.
"Baiklah. Selamat bekerja suami ku." ucap Tiara mencium pipi suaminya dan langsung pergi.
Mile hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat istrinya pergi mendadak seperti itu.
"Bagaimana yah caranya agar aku bisa ke rumah Ibu? Aku harus mengambil Jam tangan dan juga dasi yang aku dapatkan di kamar hotel itu." ucap Tiara dalam hati.
Dia melihat Supir dan bodyguard nya yang terlihat sangat fokus di depan.
"Siapa tau dengan cara mencari tau dari jam tersebut aku bisa tau siapa orang itu." batin Tiara.
"Pak kita bisa langsung ke rumah orang tua saya?" tanya Tiara.
__ADS_1
"Tuan Mile tidak memberikan ijin Non. Saya minta maaf." ucap supir karena Mile sudah berpesan pada supir nya itu.
Tiara menghela nafas panjang sambil memikirkan bagaimana cara nya.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai d rumah Alisa.
"Alisa..." Ucap Tiara. Dia masuk ke dalam rumah itu.
"Eh Tiara, kamu datang kenapa tidak mengabari aku?" tanya Alisa.
"Bagaimana keadaan kamu? Sudah baikan?" tanya Tiara melihat Alisa yang sangat rajin bersih-bersih dapur.
"Seperti yang kamu lihat, aku minta maaf juga karena sudah menyusahkan kamu dan juga suami kamu." ucap Alisa. Tiara tersenyum.
"Tidak apa-apa.." ucap Tiara.
"Apa kak Rafi belum datang juga? Aku tadi sudah marah pada nya saat bertemu di rumah sakit." ucap Tiara.
"Di rumah sakit? Kenapa bisa ada di rumah sakit?" tanya Alisa.
"Enjel sakit, dia dengan tinggi." ucap Tiara. Namun tiba-tiba dia menutup mulutnya, dia keceplosan menceritakan itu.
"Ma-maksud aku.." Tiara bingung harus menjelaskan apa.
"Aduh kenapa aku pakai keceplosan segala sih? Kan jadi nya Tiara semakin marah." gumam nya.
"Menurut kamu apa sebaiknya aku putus saja dengan Rafi? Aku tidak yakin kalau dia benar-benar mencintai aku." ucap Alisa.
"Aku yakin dia sangat mencintai kamu Alisa. Tapi semua karena orang tua ku." ucap Tiara.
Alisa terdiam. "Orang tua kamu adalah salah satu yang membuat aku ragu sekali dengan Rafi." ucap Alisa.
"Aku paham kok posisi kamu, dan sebenarnya aku tidak tega kalau kamu harus berhadapan dengan orang tua." ucap Tiara.
Alisa duduk. Dia memasang raut wajah yang sangat sedih.
"Kamu jangan sedih gitu dong." ucap Tiara. "Aku sudah mulai mencintai Rafi. Aku sudah sangat yakin. Namun kenapa harus seperti ini." ucap Alisa.
Tiara memeluk Alisa. "Yang sabar yah, semua Hubungan pasti ada ujian nya." ucap Tiara. Alisa menghapus air mata nya.
"Oh iya hari ini kamu jangan sedih yah, karena aku akan mengajak kamu jalan-jalan." ucap Tiara.
__ADS_1
"Jalan-jalan? Kemana? aku tidak ingin minum, aku juga tidak ingin bertemu dengan teman-teman kita dengan keadaan seperti ini." ucap Alisa.
"Ke sebuah pantai." ucap Tiara. "Pantai?" ucap Alisa.
"Humm." Jawab Tiara. Alisa langsung mau.
Dia pun segera siap-siap. Sementara Tiara menelpon suami nya Ijin dulu mau ke pantai.
"Kemana sih dia kenapa tidak menjawab telepon ku." ucap Tiara. Mile yang ketiduran melihat handphone nya bunyi langsung di jawab.
Tiara meminta ijin dengan cara yang lembut agar di ijinkan.
Dan pada akhirnya di ijinkan juga. Namun Mile sama sekali tidak bisa tenang kalau istri nya pergi, dia meminta Bodyguard mengawal istri nya terus menerus.
Tiara dan Alisa baru saja sampai. "Oh iya sebelum kita masuk ke dalam aku mau memberi tahu kamu kalau jenis kelamin anak aku adalah laki-laki." ucap Tiara.
"Hah! Kamu serius Tiara?" tanya Alisa kaget. Tiara tersenyum sambil mengangguk.
"Aku tidak bisa membayangkan bahagia nya pak Daniel sekarang." ucap Alisa. Tiara tersenyum. "Kalau begitu ayo masuk, kita juga harus merayakan ini." ucap Alisa.
Mereka masuk ke area pantai itu. kedua wanita itu menggunakan dress yang putih dan juga topi pantai.
Tiara dan Alisa mengambil foto, bermain air bersama. Pengawal nya hanya diam saja. Tiara mengajak mereka untuk bermain juga namun mereka tidak mau karena melaksanakan tugas.
Tiara dan Alisa Terus memaksa nya akhirnya si kembar itu pun masuk ke dalam air itu.
Tiara merasa haus dia keluar dari air. Melihat Alisa senang dia juga ikut sangat senang sekali.
"Huff kak Rafi sungguh pria yang berengsek! Bisa-bisa nya Alisa yang sangat baik dan juga cantik di buat sakit hati." ucap Tiara.
"Heii.." Sapa pria yang berdiri di samping tempat duduk Tiara.
Tiara Terkejut dia membuka kaca mata nya dan melihat pria yang berkaus pantai dan juga menggunakan celana pendek, memakai kacamata hitam.
Tiara Membuka kaca mata nya. "Bapak menyapa saya?" tanya Tiara.
"Hanya kamu yang ada duduk di sini," ucap pria itu. Tiara tersenyum.
"Hay juga." ucap Tiara. "Boleh ikut bergabung? semua payung teduh sudah terisi penuh. Saya bingung harus duduk di mana." ucap Pria itu. Tiara menganguk.
"Bapak juga sedang berlibur di sini?" tanya Tiara. Pria itu membuka kaca mata nya dan tersenyum sambil mengangguk.
__ADS_1
Tiara melihat senyuman pria itu membuat nya mengagumi ketampanan nya.