
"Saya tidak mempunyai tenaga." ucap Rafi.
"Muach..." Alisa mencium bibir Rafi.
Rafi sangat terkejut sehingga dia tertegun.
"Bagaimana? Apa masih belum bertenaga?" ucap Alisa. Rafi tersenyum langsung. "Saya sudah bertenaga sekarang. Terimakasih saluran Tenaganya." ucap Rafi.
Alisa tersenyum. Mereka berjalan ke arah meja makan.
"Kamu sangat wangi sekali." ucap Rafi.
"Aku baru saja selesai mandi," ucap Alisa.
Alisa menyendok kan Nasi ke piring Rafi. "Telur nya sedikit gosong gak apa-apa kan? Aku Masih belajar." ucap Alisa.
"Kamu kalau tidak bisa masak jangan di paksain. Ngasih Kalau kamu kenapa-napa." ucap Rafi.
Alisa tersenyum. "Enggak kok. Tenang saja." ucap Alisa. Rafi hanya bisa menghela nafas panjang. "Cobain dulu." ucap Alisa.
Rafi mencoba nya sambil tersenyum. Namun setelah mencoba masakan Alisa dia terdiam.
"Enak gak?" tanya Alisa menunggu jawaban Rafi.
"Hummm kamu sudah mencoba nya belum?" tanya Rafi. "Emangnya kenapa? Aku belum mencicipi nya Sih karena langsung mandi." ucap Alisa.
"Kamu coba dulu deh." ucap Rafi. "Kenapa? Gak enak yah?" tanya Alisa. Dia mencoba mencicipi sayur yang di buat oleh nya terlebih dahulu.
Tiba-tiba dia langsung minum banyak. "Kok rasanya jadi aneh yah, padahal aku memasuk kan bumbu sesuai yang tertulis di google." ucap Alisa.
Rafi hanya diam saja, dia mencoba makanan semua nya namun tidak ada yang Enak satu pun. "Maafin aku yah, aku tidak bisa Masak yang enak untuk kamu." ucap Alisa.
Rafi tersenyum. "Aku tidak meminta kamu untuk Masak, tapi saya paham ini kamu lakukan untuk aku. Jangan sedih kamu masih bisa belajar." ucap Rafi mengusap kepala Alisa.
"Kalau begitu ayo kita pesan makanan dari luar aja yah." ucap Rafi. Alisa menganguk. Dia merasa malu sekali karena Rafi tidak bisa memakan masakannya.
Tidak beberapa lama Makanan yang mereka pesan akhirnya datang juga. Mereka pun makan bersama, setelah selesai makan Rafi langsung mandi agar penat tubuh nya hilang.
"Bagaimana yah Pembicaraan Mereka tadi, aku sangat penasaran namun aku tidak sanggup jika harus mendengar tanggal pertunangan mereka. Bagaimana hubungan kami kalau Mereka memang jadi bertunangan." batin Alisa.
__ADS_1
Pagi hari nya...
Di kamar Mile bangun duluan, dia menatap wajah istri nya. Dia mengelus rambut dan juga pipi Tiara.
"Kenapa kamu sangat cantik sekali sayang.." Ucap nya sambil mencium pipi Tiara.
Perlahan Tiara membuka mata nya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya tiarap. Mile tersenyum.
"Apa saya membangunkan kamu?" tanya Mile. Tiara bergeliat.
"Ssstt.!!" tiba-tiba dia kesakitan. Mile memasang wajah khawatir.
"Ada apa?" tanya Mile. "Ngilu dan sakit sekali." ucap Tiara. Mile tersenyum. "Kenapa kamu malah senyum-senyum? Ini semua salah kamu!" ucap Tiara.
"Saya minta maaf, saya tidak bisa menahan diri. Saya tidak sadar kalau melakukan nya dengan kasar." ucap Mile. Tiara memukul dada suami nya.
"Kamu selalu menyiksa ku tampa ampun." ucap Tiara. "Walaupun saya menyiksa kamu, tapi saya tidak bisa melupakan Wajah kamu yang sangat menikmati permainan nya." ucap Mile sambil memeluk pinggang Tiara.
"Berhenti lah menggoda ku." ucap Tiara. "Saya heran karena tadi malam saya memiliki energi yang benar-benar melebihi batas. Saya berfikir kalau seseorang tengah mengerjai saya." ucap Mile sambil mengigit bibir nya menatap wajah istri nya.
"Apa yang kamu maksud?" ucap Tiara. Mile tersenyum menggoda.
"Saya berfikir kalau seseorang telah memasukkan obat kuat ke minum saya tadi malam." ucap Mile. "Siapa?" ucap Tiara. Mile menatap istrinya.
"Kamu kenapa menatap ku seperti itu? Jangan-jangan kamu menuduh aku yah?" ucap Tiara. Mile Menghela nafas panjang.
"Saya tidak menuduh kamu, kamu Sekarang yang menuduh saya." ucap Mile. Tiara mendorong Mile jauh dari wajah nya.
"Tidak mungkin aku melakukan itu, karena kalau tidak mengunakan Obat saja aku sudah hampir pingsang, aku tidak membutuhkan obat-obatan." ucap Tiara.
Mile tersenyum. "Kamu lucu deh kalau seperti ini." ucap Mile. Tiara diam. "Kamu tidak bekerja? lebih baik siap-siap, aku Masih ingin tidur." ucap Alisa.
Mile duduk dia turun dari kasur dan ke kamar mandi.
"Siapa lagi yang berani melakukan ini kalau bukan Bili. "Awas aja loe yah Bili!" ucap Mile.
Dia memilih untuk merendam tubuh nya di kamar mandi. Tiara menghela nafas panjang ketika melihat suaminya sudah masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Seperti nya Mile sudah Curiga pada ku, kenapa dia bisa menebak dengan mudah." batin Tiara, dia jadi panik sendiri.
"Tok!! Tok!! Tok!!" Pintu tiba-tiba di Ketuk oleh seseorang.
"Siapa? Masuk saja!" ucap Tiara.
"Aku Tante." jawab Lena, dia pun masuk.
"Ada apa Lena?" tanya Tiara. "Aku mau minjam kemeja hitam dong Tante, aku harus pakai Kemeja hitam, sementara aku lupa membawa semua pakaian ku." ucap Lena.
"Ya udah kalau begitu Tante cariin dulu yah." ucap Tiara. Lena menganguk dia duduk di kursi menunggu.
"Tiara tolong ambilkan pakaian dalam saya." ucap Mile.
Tiara kaget Mile keluar dengan handuk kecil.
"Aaaaaa!!" Lena berteriak karena terkejut dan langsung menutup mata nya. Tiara langsung memberikan handuk yang besar.
"Kamu ngapain di sini?" ucap Mile pada Lena. "Aku mau meminjam kemeja Tante Tiara." ucap Lena. Tiara memberikan kemeja pada Lena. Lena pun langsung keluar.
"Hufff akhirnya aku keluar. Ternyata badan om Mile benar-benar menakutkan sekali. Aku yakin siapa pun yang melihatnya berteriak." ucap Lena.
"Ada apa Lena?" tanya Rika datang bersama Riska.
"Aku melihat pemandangan yang indah, namun sangat menakutkan." ucap Lena langsung pergi. Mereka berdua keheranan.
"Kamu kenapa mengijinkan dia masuk?" tanya Mile. "Aku gak tau kalau kamu Akan keluar seperti itu." ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang.
"Hancur sudah reputasi saya di depan keponakan saya." ucap Mile. "Huff biasa nya juga mereka sering melihat kamu seperti ini, sedang olahraga, berenang." ucap Tiara.
"Itu beda Tiara. Ini benar-benar handuk yang kecil. Bahkan bagian belakang saya tidak tertutup." ucap Mile.
Tiara tertawa. "Sudah berhenti mengomel." ucap Tiara memberikan baju pada Mile. Dia baru saja mau membantu mengeringkan rambut suami nya namun tiba-tiba mau mual.
Dia berlari ke wastafel. Mile membangun mengosok punggung Tiara. "Apa kita perlu periksa kedokter? Wajah kamu terlihat sangat pucat." ucap Mile.
Tiara menggeleng kan kepala nya. "Tidak mungkin kita ke dokter setelah melakukan itu." ucap Tiara. Mile baru ingat. Mereka pasti akan sangat malu.
"Ya sudah kamu istirahat saja, nanti saya minta Bibik membawa kan sarapan untuk kamu." ucap Mile.
__ADS_1