
"Kamu sangat tega Tiara!" ucap Mile. "Aku minta maaf." ucap Tiara. Mile mengabaikan Tiara yang meminta maaf. Tiba-tiba Tiara bersujud di kaki Mile.
"Aku tau aku salah. Aku wanita yang tidak tau diri, tapi aku mohon maafin aku. Aku sangat mencintai kamu. Anggap anak ini seperti anak kamu sendiri karena hanya kamu satu-satunya orang yang bisa membantu aku." ucap Tiara.
"Jadi selama ini kamu membuat saya sebagai pelindung kamu?" tanya Mile. "Aku tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku sudah sangat mencintai kamu." ucap Tiara.
Mile menggeleng kan kepala nya. "Kamu tau di saat pertama kali saya mendapat kan foto ini membuat saya kehilangan akal sehat. Saya mencoba untuk berfikir positif namun Inis sudah jelas kamu. Dan saya menyelediki nya setelah mengetahui anak itu bukan anak saya badan saya tidak berdaya. Kepala saya besar saya sangat emosi." ucap Mile.
Tiara mendengar itu sangat takut karena seperti nya Mile menjelaskan nya dengan emosi.
Tatapan benci campur kecewa pada istri nya.
"Namun saya mencoba untuk menenangkan diri saya dengan cara diam dari pada saya harus melukai kamu dan anak yang kamu kandung!" ucap Mile.
"Maafin aku Mile." Tiara mau memegang tangan Mile namun Mile menghindar.
"Dia kali saya memberikan kesempatan kepada kamu untuk jujur, namun nyatanya apa? Kamu sama sekali tidak jujur!" ucap Mile.
"Saya sangat kecewa. Ini pertama kali nya saya menyesali kebodohan saya percaya kepada wanita seperti kamu. Saya Saat ini sangat hancur karena kamu!" ucap Mile.
"Aku mohon Mile maaf kan aku. Aku tau aku salah." ucap Tiara.
"Saya tidak akan bisa memaafkan ini Tiara. Kamu. begitu jahat menjadi wanita. Saya dan keluarga saya sudah kamu bohongi." ucap Mile sambil berdiri.
"Apa kamu akan berpisah dengan ku? Apa kamu akan meninggalkan aku?" tanya Tiara. Mile menghela nafas panjang lagi.
"Saya ingin menenangkan diri. Jangan ganggu saya. Untuk beberapa hari saya tidak akan kembali ke rumah." ucap Mile.
"Mile! Mile aku mohon jangan pergi, aku membutuhkan kamu di sini. Di posisi aku yang sedang hamil aku sangat membutuhkan kamu." ucap Tiara meminta Mile untuk tidak pergi.
"Apa yang harus membuat aku tinggal bersama kamu?" tanya Mile. "Karena anak ini! Walaupun dia bukan anak kandung kamu tapi dia memiliki ikatan yang kuat dengan kamu " ucap Tiara.
"Dia bukan anak saya! Saya tidak akan merawat anak orang lain." ucap Mile. Tiara sangat sedih mendengar itu, namun yang di katakan oleh Mile benar, tidak ada hak untuk Tiara menahan dia akhirnya Mile pergi.
__ADS_1
Bibik Ja melihat Mile pergi tengah malam.
"Loh Den Mile mau kemana?" tanya Bibik Ja. Mile yang di tanyai hanya diam saja.
Bibik Ja keheranan dia bingung dengan Mile. Bibik Ja masuk ke kamar Tiara. "Non Tiara kenapa nangis? Non Tiara kenapa?" tanya Bibik Ja.
Tiara menangis di pelukan Bibik Ja.
"Om! Om!" Tahan Vandi saat Mile mau keluar.
"Jangan menghalangi Om! Ada apa?" tanya Mile.
"Beberapa hari ini hubungan Om dengan Tante Tiara kelihatan nya tidak baik. Ada apa?" tanya Vandi.
"Kalian tidak perlu ikut campur!" ucap Mile.
"Tapi kasihan Tante Tiara Om." ucap Lena lagi. "Nanti kalian Akan tau sendiri. Om pamit dulu." ucap Mile dia pun langsung pergi.
Mereka berempat kebingungan. Mereka naik ke kamar dan tidak sengaja mendengar percakapan Tiara dan juga Bibik Ja.
"Sebenarnya anak yang di kandungan ku bukan anak kandung Mile Bik, aku hamil sebelum menikah dan sekarang Mile sudah tau kalau ini bukan anaknya." ucap Tiara.
Tiba-tiba ponsel Lena jatuh ketika mendengar itu.. Bibik Ja dan juga Tiara menoleh ke arah pintu.
"Apa itu benar?" tanya Lena. "Tante bisa menjelaskan nya, kamu jangan salah paham." ucap Tiara.
Namun Lena langsung pergi. Menyusul Rika, dan juga Riska.
"Apa yang Tante katakan itu benar?" tanya Vandi. Tiara berdiri.
"Iyah Van." Tiara menjelaskan semuanya. Vandi yang mendengar itu benar-benar sangat kecewa sekali. Namun melihat Tiara sangat Sedih dia juga harus menahan amarahnya.
Keluarga Minor adalah orang terpandang. Menantu pertama nya akan mencemar kan nama baik tentu membuat Vandi sangat marah.
__ADS_1
"Siapa pria yang sudah menghamili Tante?" tanya Vandi.
"Tante sama sekali tidak tau, Tante tidak sadar." ucap Tiara. Vandi mengusap wajah dan mengacak-acak rambut nya beberapa kali.
"Bagaimana kalau aku membantu Tante untuk mencari Pria itu! Dia harus tanggung jawab!" ucap Vandi. Tiara Menggeleng kan kepala nya.
"Tidak perlu Vandi. Tante Tidak ingin bertemu dengan dia." ucap Tiara. "Lalu bagaimana dengan Tante?" tanya Vandi. "Kalau Mile tidak mau kembali dengan Tante, Tante Akan menanggung hidup Tante sendiri." ucap Tiara.
Vandi menghela nafas panjang. Dia ingin marah dan menceramahi Tiara dia harus ingat sopan santun.
"Aku sangat pusing Tante, aku tidak tau jalan keluar nya seperti apa, Tante dengan Om Mile harus membicarakan ini kepada Kakek dan nenek." ucap Vandi.
"Tante akan memberi tahu Papah dengan Mamah sendiri." ucap Tiara. Vandi menganguk.
"Sebaiknya seperti itu, karena om Mile pasti akan di salah kan." ucap Vandi.
Tiara sudah sampai di titik ini. Mungkin sudah waktunya dia jujur dan mengakhiri semua nya kebohongan yang dia simpan selama ini.
Bibik Ja dan juga Vandi keluar meninggalkan Tiara sendirian di kamar itu. Tiara sepanjang malam tidak bisa tidur.
Rasa takut, malu dan juga bersalah tercampur aduk sekarang sehingga membuat kepala nya Pusing.
Di rumah utama Mile Duduk di balkon kamar nya yang kelilingi pohon sama sekali tidak ada rumah orang lain di sana.
Di temani oleh Anggur merah. Mile sangat jarang sekali minum yang beralkohol namun kali ini dia sudah menghabiskan dua botol dalam waktu sebentar.
"Aku tidak pernah merusak wanita, aku selalu menjaga wanita dengan baik, namun kenapa balasan nya seperti ini? Ketika aku sudah sangat mencintai dan menyayangi nya baru terungkap semua nya." batin Mile.
Dia mengacak-acak rambut nya. "Untuk pertama kalinya aku merasakan dunia ku hancur karena wanita. Aku berhasil di bodohi wanita." ucap Mile.
"Dia bingung harus bagaimana karena di satu sisi dia sangat kecewa, dia membenci istri nya karena hal itu dia tidak bisa menerima istri nya. Namun di sisi lain dia sudah sangat mencintai istri dan anak itu.
Yang membuat nya bingung adalah satu hari yang lalu dia mendapatkan surat di ruangan kerjanya.
__ADS_1
"Anak itu adalah anak ku, suatu saat nanti aku akan mengambil nya dan juga mengungkap kebenaran." isi surat yang membuat Mile langsung mengerti kalau yang mengirim itu adalah pria yang menghamili istri nya.