Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 49


__ADS_3

Setelah selesai mandi Tiara menyiapkan pakaian Mile.


Mungkin Mile malu dia ingin memasang Pakaian nya sendiri. Tiara pun masuk ke kamar untuk mandi karena pakaian nya sudah basah.


Tidak beberapa lama sudah selesai dia keluar dari kamar mandi melihat Mile duduk sambil membuka laptop nya. Tiba-tiba Tiara menutup laptop dan menyimpan nya.


"Kamu sedang sakit istirahat sampai benar-benar pulih, pekerjaan kamu masih bisa di kerjakan besok, jangan berlebihan." ucap Tiara.


"Itu pekerjaan saya tidak bisa di tinggal kan, kembalikan laptop saya!" ucap Mile. Tiara Menggeleng kan kepala nya.


"Aku tau kalau kamu harus melakukan pekerjaan kamu setiap hari, tapi bukan disaat sakit seperti ini kamu duduk menahan sakit menyiapkan pekerjaan!" ucap Tiara.


Mile menghela nafas panjang. Tiara menarik tangan Mile menuntunnya jalan ke kasur.


"Istirahat sampai pulih, karena aku tidak mau lebih lama merawat pria yang sakit. Badan kamu sangat berat." ucap Tiara.


Mile menuruti istri nya. Setelah Mile sudah berbaring Tiara keluar dari kamar.


"Huff kenapa aku tiba-tiba pengen makan Udang yah." batin Tiara, dia turun ke bawah.


"Bik Ada udang gak?" tanya Tiara.


"Enggak ada Non, Soal nya belum belanja bulanan." ucap Bibik Ja. "Oohh." ucap Tiara. Dia pun memesan dari luar.


"Biar aku saja bik yang bawa, nanti kalau Makanan yang saya pesan sudah datang tolong bawa ke atas yah." ucap Tiara. "Baik non." ucap Bibik.


Tiara pun membawa makan suami nya ke kamar. "Kamu harus makan yang banyak." ucap Tiara dia duduk di samping kasur sambil menyuapi Mile Makan.


Mile tidak berhenti menatap wajah Tiara. Dia begitu terharu dengan Tiara yang rela kecapean mengurus nya.


"Tiara!" ucap Mile. Tiara menatap wajah suaminya.


"Iyah."


"Saya minta maaf Kemarin sudah marah-marah." ucap Mile.


"Kamu tiap hari marah-marah. aku sudah terbiasa jangan terlalu di pikirkan." ucap Tiara.


Mile langsung diam dengan Jawaban Tiara.


"Apa kamu memaafkan saya?" tanya Mile. Tiara menatap Mile.


"Aku tidak pernah marah pada seseorang sampai tidak memaafkan nya." ucap Tiara. Mile lagi-lagi terdiam.


"Tok!! Tok!! Tok!!


"Masuk aja bik." sorak Tiara dari dalam.

__ADS_1


"Ini non sudah datang." ucap Bibik Ja. "Terimakasih yah bik." ucap Tiara.


"Kamu pesan dari restoran?" tanya Mile. Tiara mengangguk.


"Kamu mau cobain satu?" tanya Tiara. Mile menggeleng kan kepala nya karena melihat Sangat banyak cabe nya.


"Kamu gak bisa makan yang pedas yah? Coba satu saja ini tidak pedas." ucap Tiara dia mengupas Udang dan menyuapi Mile, namun sekali suap saja Mile sudah kepedasan.


"Humm kamu kalah Sama perempuan, mas laki-laki baru pedas sedikit saja sudah tidak tahan." ucap Tiara.


Mile hanya bisa diam. Setelah selesai dia makan gantian Tiara yang Makan sekarang.


Dia sudah tidak sabar memakan udang yang dia inginkan itu.


Mile melihat Tiara makan begitu lahap membuat nya takut kalau perut Tiara sakit.


"Kamu yakin gak apa-apa Makan yang seperti itu?" tanya Mile. Tiara menggeleng kan kepala.


Namun ternyata di bibir Tiara belepotan cabe nya. Mile niat mau membersihkan nya dengan tangan namun dia tidak bisa bergerak dengan lincah sehingga membuat nya sakit..


"Aku bisa membersihkan nya sendiri." ucap Tiara.


Dia membersihkan nya sendiri.


Setelah selesai makan Tiara membersihkan semua nya.


Dua hari kemudian Mile sudah lebih baik, di pagi hari Tiara baru saja selesai menukar perban Mile.


"Baiklah kalau begitu kamu harus jaga diri baik-baik." ucap Tiara. Mile mengangguk.


Dia sudah rapi.


"Vandi! Tolong selalu perhatikan Om kalian di kantor yah." ucap Tiara sangat cemas. "Om Mile bukan anak kecil lagi Tante, justru dia tidak mau di perhatikan." ucap Vandi. Tiara menghela nafas panjang.


"Ya udah kalau begitu kami berangkat dulu yah Tante." ucap Vandi, mereka menyalim tangan Tiara dan Setelah itu berangkat.


"Loh Lena! Kenapa kamu tidak berangkat?" tanya Tiara.


"Aku kurang enak badan Tante." ucap Lena.


"Itu pasti kurang istirahat, Om kalian terlalu keras pada kalian." ucap Tiara.


Tiara meminta Lena untuk istirahat.


"Assalamualaikum Tiara" sapa Alisa yang baru saja datang. "Walaikumsalam, Alisa kamu baru kelihatan, kamu kemana saja?" tanya Tiara.


"Dua hari ini aku mencari pekerjaan baru." ucap Alisa.

__ADS_1


"Apa kamu sudah dapat?" tanya Tiara. Alisa mengangguk sambil tersenyum.


"Wahh selamat yah, aku senang mendengar nya." ucap Tiara.


"Kamu ingin tau gak kalau aku bekerja di mana sekarang?" tanya Alisa. "Di Mana? Aku jadi penasaran deh " ucap Tiara.


"Di perusahaan Suami kamu." ucap Alisa.


"Apa? Kamu seriusan?" tanya Tiara.


"Tidak sebagus aku bekerja di perusahaan kakak kamu, tapi aku yakin aku bisa nyaman di sini." ucap Alisa.


"Selamat yah, aku juga sebelum nya minta maaf apa yang terjadi di antara kamu sama kakak aku." ucap Tiara.


"Aku sudah melupakan nya kok, sekarang keadaan suami kamu bagaimana?" tanya Alisa.


"Dia baru saja berangkat ke kantor nya, dia sungguh gila kerja, aku tidak habis pikir." ucap Tiara.


"Lalu kamu sendiri kenapa bisa ada di sini? Apa kamu tidak bekerja?" tanya Tiara.


"Mulai Minggu depan. Aku masih di berikan waktu dua hari." ucap Alisa.


"Oohhh, kalau Begitu kita Makan di luar yok, aku Bosan di rumah saja, mumpung kamu di sini " ucap Tiara.


"Ayok."Jawab Tiara mereka pun berangkat.


"Humm jadi istri pengusaha yang mempunyai banyak saingan itu sulit yah, kemana-mana harus di ikuti banyak bodyguard." ucap Alisa..


"Awalnya sih aku berfikir seperti itu, namun setelah aku di serang itu membuat aku trauma." ucap Tiara.


"Bahaya sekali." ucap Alisa.


"Aku juga bingung apa yang di inginkan musuh nya Mile, sehingga ingin mencelakakan keluarga Minor." ucap Tiara.


"Setau aku sih yah, pengusaha wajar saja jika memiliki kasus seperti ini, karena saingan di mana-mana, musuh yang kalah atau rugi Akan balas dendam." ucap Alisa.


"Ternyata kamu lebih tau banyak yah." ucap Tiara. Alisa mengangguk. Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah Cafe.


Yang membuat kaget adalah ternyata di sana ada Kakak Tiara. Rafi mengangkat tangan nya menandakan dia ada di sana.


"Loh kok pak Rafi ada di sini?" tanya Alisa.


"Aku juga tidak tau, anggap saja tidak ada. Ayo ke sana." ajak Tiara, padahal sebelumnya mereka sudah saling berkabar. Rafi ingin bertemu dengan Alisa dengan bantuan Adik nya itu.


"Halo kak, apa kabar?" ucap Tiara.


"Baik, bagaimana Suami kamu sudah baikan?" tanya Rafi.."Sudah kok kak." ucap Tiara.

__ADS_1


Rafi melihat Alisa yang hanya diam saja.


"Aku pikir sebelum nya kamu sudah pulang ke tempat kamu, ternyata masih di Jakarta, kita masih mempunyai kesempatan untuk bertemu." ucap Rafi pada Alisa.


__ADS_2