
"Maksudnya?" tanya Mile.
"Papah kamu adalah orang yang sangat kejam seperti yang kamu tau. Mamah kamu pernah berselingkuh dengan Ayah nya Kin sehingga dia marah besar. Dia melukai mamah kamu." ucap Bu Vina.
"Ini pasti hasutan dari Kau." ucap Mile. Bu Vina tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya.
"Saya tau itu semua dari salah satu sekretaris Papah kamu yang sudah meninggal." Bu Vina lagi.
Mile terdiam. "Percaya atau tidak kamu akan tau sendiri nantinya. Tapi mamah tidak ingin kamu membenci Mamah. Mamah mengakui semua kesalahan mamah. Apa yang mamah lakukan di masa lalu memang salah." ucap Bu Vina.
"Sekarang tidak perlu membahas tentang itu, kita fokus saja pada pencarian Tiara." ucap Bu Vina. "Apa saya boleh melihat wajah mamah saya?" tanya Mile.
"Mamah tidak memiliki nya, tapi mamah tau tempat tinggal nya." ucap Bu Vina. Dia memberikan alamat pada Mile.
Namun Mile tiba-tiba terdiam.
"Kenapa kamu Diam? seandainya istri kamu tidak ada di sana setidaknya kamu bisa bertemu dengan orang tua kamu. Bertemu dengan wanita yang sudah sangat kamu rindukan." ucap Bu Vina.
"Saya tidak yakin untuk bertemu dengan nya." ucap Mile. Bu Vina memegang tangan Mile.
"Kamu harus memastikan kehilangan Istri kamu tidak ada ikut campur mamah kamu, karena Mamah kamu pasti melakukan apapun karena memiliki sakit hati." ucap Bu Vina.
Mile menganguk. Dia segera siap-siap.
Tidak beberapa lama Mile keluar dari kamar mandi sudah melihat pakaian nya di kasur.
"Mamah..." panggil Roy tiba-tiba masuk ke kamar Mile.
"Ada apa?" tanya Bu Vina.
"Aku akan pulang telat hari ini, aku juga sudah ijin sama papah keluar kota, aku tidak bisa mencari Tiara hari ini." ucap Roy.
"Oohh ya udah kamu hati-hati." ucap Bu Vina, Roy menyalim tangan ibunya. Dia menoleh ke arah Mile seakan tidak perduli.
"Aku berangkat dulu yah mah." ucap Roy.
Mile segera keluar dari kamar setelah sudah rapi.
"Kamu sarapan dulu agar lebih sehat." ucap Bu Vina. Mile makan sendikit dan setelah itu langsung ijin.
Baru saja hendak keluar Mertua nya datang.
"Mile bagaimana? apa sudah ada tanda-tanda Tiara?" tanya Bu Rosa.
__ADS_1
"Maafin saya Bu, untuk sekarang belum ada informasi." ucap Mile. Untuk pertama kalinya Mile melihat orang tua nya sangat mengkhawatirkan Tiara.
Setelah Tiara benar-benar hilang mereka baru kehilangan, selama ini mereka tidak pernah perduli.
"Kalau begitu saya akan pergi. Ibu dan Ayah bisa masuk istirahat di dalam. Saya akan segera Menemukan Tiara." ucap Mile.
Mereka menganguk.
Di kediaman Lili mamah kandung Mile.
"Bagaimana keadaan nya?" tanya wanita itu pada suster yang menemani Tiara.
"Masih bertahan sampai sekarang Bu." jawab suster itu.
"Ternyata nyawanya cukup banyak. Sudah berapa kali dia mau mati namun masih tetap hidup." ucap Wanita itu sambil tertawa.
Tiara terbangun dia melihat Lili. Dia tersenyum tiba-tiba sehingga membuat semua orang bingung.
"Kalau saya mati di sini kamu tidak akan pernah tenang. Kamu akan sengsara." ucap Tiara.
"Saya tidak takut sama sekali." ucap Lili.
Dia lagi-lagi berbuat kasar kepada Tiara.
"Kamu adalah seorang ibu, Mile adalah anak kandung mu, kenapa kamu seperti wanita yang tidak mempunyai hati nurani." ucap Tiara.
"Saya tidak perduli. Saya rela mati kalau semua dengan saya terbalas kan." ucap Lili.
"Brak!! Tiba-tiba Pintu di dobrak membuat semua orang yang di ruangan itu kaget.
Tiara sudah mempunyai firasat seseorang datang menyelematkan nya. Dia berfikir itu adalah suami nya dan ternyata itu adalah Kin.
Kin sudah terlihat luka dan banyak banyak pengawal nya yang luka karena terlalu banyak yang menjaga di luar.
Di ruangan itu terjadi Peperangan. "Bawa Tiara dari sini!" ucap Lili. Namun belum lagi menarik tempat tidur wanita yang menarik tempat tidur langsung di tempat dari kejauhan.
"Tiara!!" Ucap Kin. "Berhenti kamu! Jangan pernah ikut campur dengan urusan keluarga saya!" ucap Lili mengarah kan senjata ke Kin.
"Bik aku mohon bik jangan melakukan ini." ucap Kin.
"Jangan panggil saya Bibik kamu." ucap Lili.
"Salah satu penghancur hidup saya adalah ayah kamu. Dia meninggalkan saya begitu saja tidak bertanggung jawab sudah menghamili saya!" ucap Lili.
__ADS_1
Kin tau semua itu namun dia tidak ingin ikut campur karena tidak ingin memperkeruh suasana pada waktu itu.
"Lepaskan Tiara." ucap Kin.
"Saya akan melakukan apapun yang ingin Bibi mau." ucap Kin.
"Saya hanya ingin semua kalian mati." ucap Lili. Kin Menghela nafas panjang.
Namun tiba-tiba ada peluru yang hampir mengenai Kin, dia langsung menghindar dan berperang dengan pelindung Lili.
Saat Kin dan semua anggota nya lemah sekarang Kin terjatuh di lantai. Lili menginjak dada Kin.
"Kamu berani-beraninya melawan saya! Kamu akan mati di tangan saya." ucap Lili.
Kin sudah babak belur dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia melihat Tiara sudah di bawa pergi.
"Duarr!!" Tiba-tiba Bunyi senjata dari luar.
banyak orang yang datang menghajar anggota lili. Kin bingung itu siapa.
"Lepaskan dia!!" tiba-tiba Mile datang menodong kan senjata nya ke arah Lili.
Lili melihat Mile terdiam. Lili tidak pernah berfikir kalau Mile akan datang membantu kin.
Kin juga kaget Mile bisa di sana.
Mile menatap mata yang benar-benar sangat dirindukan oleh nya namun situasi saat ini benar-benar jauh dari pemikiran nya.
"Ternyata kalian berdua sudah akur yah." ucap Lili.
"Apa tujuan mamah untuk mencuri istri ku? Apa salah ku sama mamah?" ucap Mile.
"Kamu masih bertanya?" ucap Lili.
"Selama ini aku mencari Mamah namun aku sama sekali tidak menemukan mamah karena mamah merubah semua indentitas dan bahkan wajah." ucap Mile.
"Ini semua karena papah mu dan juga Ayah nya." ucap Lili dengan sangat emosi mau melepas kan peluru namun Mile langsung menendang tangan Lili.
Kin berdiri ketika lepas. Mereka sempat berkelahi. Lili melawan anak nya sendiri karena masalah di masa lalu yang membuat hati dan pikiran nya sangat gelap.
Ketika Lili jatuh ke bawah Mile mendekati nya. Lili tetap tertawa merasa tidak bersalah sama sekali, bahkan tidak melihat Mile sebagai anak nya.
Kin yang sudah tidak berdaya melihat Pria anggota Lili mengarahkan Senjata ke Mile yang membelakangi orang itu.
__ADS_1
"Awas Mile!!" kin berusaha berdiri untuk Mengawas kan Mile namun peluru berhasil lepas.