Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 185


__ADS_3

"Apa yang kamu katakan Mile? Kamu berbicara di depan ramai orang. mereka adalah keponakan kamu dan adik kamu." ucap Tiara.


"Saya sudah mengerti siasat wanita itu mau menguasai keluarga saya." ucap Mile. Tiara Menghela nafas panjang. "Ya sudah kalau memang tidak ada pengubahan kamu berbicara baik-baik, tidak perlu marah." ucap Tiara.


Mile duduk di sofa. Tiara mencoba menenangkan suami nya.


Tiara kembali lagi ke ruang keluarga. "Bagaimana dengan Om Mile Tante?" tanya Rika.


"Humm Seperti nya Mile tidak setuju dengan pengubahan yang di rencanakan oleh Mamah dan Papah." ucap Tiara.


Roy terlihat sangat kesal namun Bu Vina hanya bisa tersenyum.


"Baiklah Mamah tidak akan memaksa kan, Mamah akan membicarakan nya nanti pada papah." ucap Bu Vina. "Sekali lagi aku minta maaf atas sifat Mile tadi Mah." ucap Tiara.


"Sudah kamu tidak perlu merasa tidak enak seperti ini, Mamah paham kok." ucap Bu Vina.


"Bagaimana pun aku tidak enak Mah." ucap Tiara.


"Ternyata Mile sangat beruntung yah memiliki istri yang begitu baik seperti kamu." ucap Bu Vina.


Tiara hanya bisa tersenyum.


"Ya udah Kalau begitu Mamah Sama Roy pulang dulu yah." ucap Bu Vina.


"Baik Mah, Mamah hati-hati yah." ucap Tiara. Roy beranjak dari duduknya.


"Ayo nak kita pulang." ucap Bu Vina.


Tiara mengantarkan nya ke depan. "Mamah bisa masuk duluan?" ucap Roy setelah sudah di depan.


Bu Vina menganguk dia pun masuk ke dalam Mobil.


Tiara tersenyum melihat mertua nya.


"Tiara." panggil Roy.


Tiara menoleh ke arah Roy.


"Aku mau mengajak kamu ke sesuatu tempat. Kamu mau kan?" tanya Roy. Tiara menaikkan alis nya karena kebingungan.


"Kamu jangan salah paham dulu, saya mengajak kamu keluar untuk membicarakan soal acara besok." ucap Roy. Tiara kebingungan dengan maksud Roy.

__ADS_1


"Urusan istri saya tidak ada di bagian itu, kamu mau menjebak istri saya kan." ucap Mile tiba-tiba mendorong Roy jauh dari istri nya.


Roy menatap kakak nya yang mendorong dia tiba-tiba.


"Jangan pernah berharap bisa membawa istri saya. Orang licik seperti kamu tidak bisa di percaya." ucap Mile.


"Apa yang terjadi?" tanya Bu Vina tiba-tiba keluar.


"Lebih baik Mamah sama Roy pulang yah." ucap Tiara.


Bu Vina sudah melihat Mile sangat marah dia pun langsung membawa anak nya ke dalam mobil.


Awalnya Roy tidak mau namun Bu Vina Terus memaksa nya.


"Apa yang kamu lakukan? kamu mencari masalah saja!" ucap Bu Vina marah.


Roy hanya diam saja. "Sudah berapa kali Mamah bilang. Tidak ada gunanya kamu mengharapkan Tiara." ucap Bu Vina.


Roy diam. "Mamah sudah bilang beberapa kali, jangan mencoba mendekati Tiara. Jangan sampai papah kamu tau masalah ini." ucap Bu Vina lagi. Namun Roy hanya diam saja.


Tiara memegang tangan Mile. "Sudah jangan emosi terus, aku mohon." ucap Tiara.


"Bagaimana saya tidak emosi? Ini semua awal nya karena kamu yang memberikan harapan pada dia sehingga dia berharap bisa mendapatkan kamu." ucap Mile.


"Kamu jangan berpura-pura bodoh Tiara! Sudah jelas dia mengajak kamu keluar hanya berdua." ucap Mile.


"Kamu terlalu berfikir negatif pada orang lain." ucap Tiara.


"Berhenti menyalah kan saya, kalau saya tidak emosi seperti ini mungkin kamu sudah di bawa oleh dia." ucap Mile.


"Tapi aku tidak mengatakan apapun." ucap Tiara.


"Berhenti melawan perkataan saya. Lebih baik sekarang kamu masuk." ucap Mile. Tiara menghela nafas panjang.


"Dengerin aku dulu." ucap Tiara.


"Saya tidak ingin mendengar kan apapun lagi, lebih baik kamu pergi masuk ke dalam sebelum saya tambah Emosi." ucap Mile.


Tiara akhirnya masuk ke dalam. Mile melihat mobil Roy semakin jauh.


"Saya sudah tau Niat kalian sebenarnya hanya ingin menghancurkan kebahagiaan keluarga ini." ucap Mile.

__ADS_1


"Ada apa bro?" tanya Bili. "Loe sendiri tau kalau gua sangat membenci Roy, kenapa kamu masih melayani mereka di sini?" ucap Mile.


"Aku sama sekali tidak ingin ikut campur." ucap Bili. "loe sama saja seperti mereka, rencana nya hanya ingin menghancurkan hubungan saya." ucap Mile.


Dia langsung meninggalkan Bili begitu saja. Bili menggeleng kan kepala nya melihat temannya itu yang sangat emosi sekali.


"Pak Bili, apa kita jadi pulang Malam ini?" Tanya teman wanita nya mengunakan bahasa Inggris.


"Jadi. Kalian bersiap-siap lah." ucap Bili. Bili masuk mengikuti Mile.


Dia masuk ke ruangan kerja Mile.


Mereka duduk bersama di sana sambil meminum teh buatan Bibik Ja.


"Menurut Gua apa tidak seharusnya loe mencari tahu di mana orang tua kandung loe? loe harus tau kalau masalah sebenarnya bagaimana." ucap Bili.


"Kalau Papah tau, gua dalam masalah besar." ucap Mile.


Bili menghela nafas panjang.


"Percuma saja loe S2 kalau tidak bisa berfikir dengan baik.. Cara apa yang harus loe lakukan." ucap Bili.


"Loe tau sendiri semua nya yang gua lakuin di atur oleh Bokap gua sendiri." Ucap Mile.


"Tapi loe masih bisa meminta orang luar mencari nya." ucap Bili.


"Tidak semudah itu Bili. Papah tidak akan melihat siapa yang ada di depan nya ketika dia marah." ucap Mile.


Mile menghela nafas panjang.


"Ternyata kamu saja yang dewasa. Namun perlakuan Bokap sama loe seperti anak kecil." ucap Bili. "Gua tidak bisa menyangkal apa yang loe katakan. Lebih tepatnya gua hanya robot Papah dan anjing peliharaan nya." ucap Mile.


Bili mengangkat kaki nya di atas kaki nya satu lagi sambil berfikir keras. "Loe hanya tau dari orang lain dan juga pemikiran loe sendiri kalau Bu Vina merebut bokap Loe dari nyokap loe kan?" ucap Bili.


"Karena gua tau nyokap dan bokap gua saling mencintai." ucap Mile. "Loe belum tau yang sebenarnya. Lebih baik loe mencari tahu yang sebenarnya." ucap Bili.


"Sampai sekarang loe membenci Bu Vina dan adik loe hanya karena masa lalu, sementara nyokap Lo sendiri tidak pernah menanyakan kabar loe. Namun masih menganggap dia baik." ucap Bili.


"Loe jangan mencoba menghakimi keluarga gua." ucap Mile mengancam Bili.


"Terserah Loe mau berbicara apa, menurut gua loe terlalu Sibuk mengurus semua pekerjaan, sibuk dengan dunia sendiri sehingga loe tidak pernah tau Apa yang terjadi di keluarga loe." ucap Bili.

__ADS_1


Mile terdiam. "Gua adalah anak Pertama. Tanggung jawab gua sangat banyak, gua sangat mengutamakan keluarga dari pada pekerjaan dan urusan pribadi gua. Dan gua tidak pernah egois seperti Loe." ucap Bili.


__ADS_2