
Mile menghela nafas panjang.
"Saya lebih memilih kamu." ucap Mile. "Aku tidak ingin bersama kamu lagi." ucap Tiara. Mile menggeleng kan kepala nya.
"Kamu berbohong, kalau kamu tidak ingin bersama kau kamu tidak akan kembali dan memilih Kin." ucap Mile.
Tiara menatap wajah Suaminya.
"Aku sangat tulus, aku ikhlas menghadapi masalah apapun demi kamu, namun aku tidak melihat ketulusan di mata kamu sekarang." batin Tiara.
"Aku tidak egois ingin memikirkan diri sendiri, aku masih mempunyai perasaan." ucap Tiara.
Mile terdiam. "Aku tidak bisa seperti ini terus, sebaik nya kita juga berpisah saja." ucap Tiara. Mile menatap Tiara.
"Jangan berbicara seperti itu! Saya tidak akan pernah mau berpisah dengan kamu apapun keadaan nya!" ucap Mile.
"Wanita mana yang tidak sakit hati melihat Suaminya Sudah bersama wanita lain? Dan semua orang sudah tau hubungan kalian aku tidak akan mau jadi pengganggu." ucap Tiara.
"Saya akan segera meninggalkan wanita itu, saya sangat mencintainya kamu, saya mohon jangan seperti ini!" ucap Mile.
Tiara menghela nafas panjang. "Aku ingin istirahat, sebaiknya kamu juga istirahat lah." ucap Tiara.
"Saya ingin menyelesaikan masalah kita terlebih dahulu Tiara." ucap Mile.
"Saya tidak akan pernah meninggalkanmu kamu, saya sangat mencintai kamu." ucap Mile memeluk Tiara. Namun Tiara menolak nya.
Mile memaksa untuk memeluk Tiara.
"Ijinkan saya memeluk kamu, saya benar-benar sangat merindukan kamu." ucap Mile.
"Saya sangat hancur ketika kamu tidak ada, saya tidak memiliki sisi penyemangats dan tujuan hidup saya." ucap Mile.
"Apa Mile benar cuman menjadikan wanita itu pelampiasan?" batin Tiara. "Kalau benar itu artinya Mile Masih mencintai Ku." ucap Tiara dalam hati.
"Saya mohon maafin saya. Tolong maafin saya." ucap Mile memohon tampa henti.
Tiara yang sudah sangat merindukan Pelukan hangat Suami nya kembali memeluk nya.
Mile yang di peluk kembali oleh istri nya membuat dia tersenyum bahagia. "Aku juga sangat merindukan kamu.' ucap Tiara. Mile mengelus badan istri nya.
"Terimakasih sudah memberikan saya kesempatan untuk meminta maaf kepada kamu, karena ini adalah hal yang membuat saya menyesal sudah marah kepada kamu, saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, tolong maafkan saya." ucap Mile.
__ADS_1
"Kamu janji tidak akan marah dan mengulangi kesalahan yang sama kan?" tanya Tiara. Mile mengangguk.
"Seperti nya tidak ada guna aku terus marah kepada suami ku sendiri." batin Tiara.
"Aku memaafkan kamu." ucap Tiara. "Kamu serius?" tanya Mile.. Tiara mengangguk, Mile memeluk Tiara semakin erat sekali. "Terimakasih sayang." Mile mencium kening istrinya.
Ternyata Tiara sudah menangis dia benar-benar sangat Sedih dan juga bahagia.
"Saya mohon jangan pergi lagi, saya tidak akan bisa hidup tanpa kamu." ucap Mile mengelus rambut istri nya.
Tiara menganguk.
Mereka berdamai juga akhirnya. Mile juga sudah di ijinkan untuk menggendong Tian.
Di tempat lain Kin baru saja sampai di rumah nya.
"Bik apa Bibik melihat Sisi?" tanya Kin pada pelayan.
"Seperti nya belum pulang Tuan. Biasa lah anak muda lagi asik main-main." ucap pelayan.
"Belum pulang?" ucap Kin melihat jam sudah jam delapan Malam. "Kenapa Tuan mencari sisi sampai segitunya? Apa Sisi membuat kesalahan?" tanya pelayan lagi.
Kin menggeleng kan kepala nya. "Lanjut saja bekerja." ucap Kin dan masuk ke kamar nya.
"Sisi kamu dari mana saja? tadi Tuan Kin mencari kamu." ucap Pelayan yang melihat Sisi pulang.
"Aku nongkrong sama teman-teman dulu mbak." ucap Sisi.
"Oohhh." ucap pelayan.
"Kalau boleh tau Tuan Kin sekarang di mana?" tanya Sisi. "Sudah istirahat di kamar nya." jawab Ibu nya.
"Oohh ya udah Bu, mbak aku istirahat di kamar dulu yah." ucap Sisi. Mereka menganguk.
"Kamu beruntung banget sih punya anak secantik Sisi, sudah cantik, putih body nya bagus, idaman sekali." ucap Pelayan.
Ibu nya Sisi hanya tersenyum saja.
"Sisi juga beruntung sangat dekat dengan Tuan Angga, bahkan tuan Angga menguliahkan dia, memberikan tempat tidur yang nyaman agar tidak sempit-sempitan dengan Ibu nya." ucap pelayan.
"Sudah-sudah. Waktu nya tidur." ucap ibu nya Sisi. mereka semua akhirnya pun memilih untuk tidur.
__ADS_1
Sisi melewati kamar Kin begitu saja. Dia masuk ke kamar nya dan langsung mengunci pintu.
"Kamu mengunci pintu agar saya tidak bisa masuk? Saya lebih pintar dari pada kamu." ucap Kin. Sisi kaget ternyata Kin Sudah di atas tempat tidur nya.
"Tuan kenapa bisa di sini?" tanya Sisi.
"Saya menunggu kamu. Kamu dari mana saja?" tanya Kin.
"Tuan tidak perlu tau." ucap Sisi.
Kin menghela nafas panjang.
"Kamu berfikir saya bercanda meminta kamu menjadi kekasih saya? Apa itu membuat kamu marah kepada saya?" tanya Kin.
Sisi diam. Kin mendekati Sisi. "Saya serius mengatakan itu, saya ingin kamu menjadi pacar saya." ucap Kin. Sisi menggeleng kan kepala nya.
"Tidak mungkin, tuan pasti akan malu berpacaran dengan anak pembantu seperti saya." ucap Sisi. Kin Menggeleng kan kepala nya.
"Saya tidak pernah malu karena saya tulus mencintai kamu. Saya menyadari perasaan ini semenjak berpisah beberapa bulan yang lalu." ucap Kin memegang kedua tangan Sisi.
"Saya tidak bisa berhenti memikirkan kamu, saya selalu berharap segera bisa bertemu kamu. Dan saya sadar itu bukan hanya sekedar merindukan seseorang, tapi saya benar-benar mencintai kamu sehingga membuat saya kefikiran, tidur saya tidak pernah nyenyak dan makan saya tidak teratur." ucap Kin.
Sisi menatap wajah Kin. "Tuan Tidak sedang Mabuk kan?" tanya Sisi. Kin menggeleng kan kepala nya.
"Saya sadar 100%." ucap Kin.
"Kamu mau kan menjadi kekasih hati saya?" tanya Kin.
"Tapi Tuan.." Kin Menatap Sisi.
"Saya akan menunggu sampai kamu siap untuk jujur kepada semua orang. Namun saya tetap ingin kamu menerima saya terlebih dahulu." ucap Kin.
"Aku tidak lah cocok dengan tuan yang sangat berwibawa, aku tidak ingin membuat nama baik tuan rusak begitu saja karena berhubungan dengan anak pembantu seperti ku." ucap Sisi.
"Saya tidak perduli dengan apa kata orang lain, saya melakukan apa yang menurut saya itu benar." ucap Kin.
"Tapi..."
"Tidak ada tapi-tapian Sisi, saya ingin jawaban kamu, saya berharap kalau kamu Masih mencintai saya seperti beberapa bulan yang lalu." ucap Kin.
Sisi terdiam sejenak. Kin mendekati Sisi.
__ADS_1
"Tatap mata saya Sisi, saya tidak bergurau atau hanya mempermainkan kamu, saya benar-benar sangat serius." ucap Kin.
Sisi menatap mata Kin. "Apa saya kurang serius?" ucap Kin. Sisi menghela nafas panjang. "Baiklah aku akan menerima Tuan, tapi Tuan harus menjaga hubungan kita ini terlebih dahulu." ucap Sisi.